Review ROG Xbox Ally X: Evolusi Sempurna yang Memanjakan Indra para Gamer

23 Oktober 2025 19:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Review ROG Xbox Ally X: Evolusi Sempurna yang Memanjakan Indra para Gamer
Review ROG Xbox Ally X: Ulasan lengkap PC gaming genggam terbaru ASUS. Cek performa AMD Z2 Extreme, fitur Impulse Triggers, daya tahan baterai 80Wh, dan harga di Indonesia.
kumparanTECH
Wujud gahar dengan desain ergonomis dari ROG Xbox Ally X. Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wujud gahar dengan desain ergonomis dari ROG Xbox Ally X. Foto: Thomas Bosco/kumparan
ASUS kembali menegaskan dominasinya di pasar handheld PC gaming dengan merilis ROG Xbox Ally X. Ini bukanlah sebuah revolusi, melainkan sebuah evolusi yang matang dari pendahulunya. ASUS mendengarkan masukan pengguna, menyempurnakan setiap aspek, dan hasilnya: sebuah perangkat yang tak cuma bertenaga, tetapi juga begitu memanjakan indra saat bermain.
Dari sekian banyak peningkatan yang ditawarkan, dua fitur sensorik menjadi bintang utamanya: kualitas audio yang imersif dan Impulse Triggers yang memberikan pengalaman taktil luar biasa.
Wujud gahar dengan desain ergonomis dari ROG Xbox Ally X. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Genggaman yang Kini Lebih Nyaman

Sebelum membahas performa, perubahan paling signifikan terasa saat pertama kali memegangnya. Desain Ally X, terutama pada bagian genggaman (grip), telah didesain ulang sepenuhnya.
Sensasi kaku seperti memegang "batu bata" pada model sebelumnya telah hilang, digantikan oleh lekukan ergonomis yang terasa menyatu dengan telapak tangan, layaknya sebuah controllerXbox premium.
Bobotnya yang kini sedikit lebih berat (715g) terasa lebih seimbang, membuat sesi bermain yang lama tidak lagi melelahkan pergelangan tangan.
Wujud gahar dengan desain ergonomis dari ROG XBOX Ally X. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Suara dan Getaran yang Menghidupkan Dunia Game

Di sinilah ROG Xbox Ally X benar-benar bersinar. Dua speaker yang menghadap ke depan menghasilkan kualitas audio yang jernih, kaya, dan sangat adaptif. Dalam game, suara dialog terdengar begitu natural. Efek stereo-positioning bekerja dengan sempurna; ketika sumber suara datang dari sisi kanan atau kiri, audio yang dihasilkan mampu mereplikasinya dengan akurat.
Detail-detail kecil seperti gema di ruangan kosong atau suara teredam saat berada di dalam air tersaji dengan sempurna. Selain detail, speakernya juga tidak ragu untuk tampil menggelegar. Desingan peluru dan ledakan tank dalam game War Thunder terasa begitu dahsyat, sementara sorak-sorai penonton di game eFootball mampu menyulap ruang kamar tidur menjadi stadion yang riuh.
Pengalaman audio ini dilengkapi dengan sensasi getaran dari fitur Impulse Triggers -- sebuah fitur yang hanya tersedia di Ally X. Getaran haptik kini tidak hanya terasa di bodi perangkat, tetapi juga menjalar hingga ke ujung jari di tombol trigger.
Setiap langkah kaki karakter, detak jantung yang semakin cepat saat adegan intens, atau rekoil senjata terasa begitu nyata, menambah lapisan imersi yang sebelumnya tidak ada.
Unboxing Handheld Gaming PC, ROG Xbox Ally X. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Performa Gahar untuk Judul Apapun

Ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Z2 Extreme dan didukung RAM 24GB LPDDR5X, Ally X siap melibas game PC apapun yang Anda berikan. Selama pengujian, perangkat ini mampu menjalankan berbagai game dalam setelan grafis "rata kanan" tanpa mengalami lagging atau frame drop yang berarti.
Dalam situasi pertempuran yang kacau di game War Thunder selama hampir 3 jam, performanya tetap stabil. Efisiensi daya juga menjadi "kekuatan super" baru Ally X. Klaim ASUS bahwa mode Silent (13W) di Ally X kini setara dengan mode Performance (17W) di generasi sebelumnya terbukti benar, memberikan performa yang solid dengan konsumsi daya lebih rendah.
Berkat ekosistem Windows 11, pilihannya tidak terbatas. Anda bisa menginstal game dari Steam, Epic Games, dan tentu saja, Xbox Game Pass yang memberikan akses ke ratusan game.
Baterai, Suhu, dan Pengisian Daya
Dengan baterai yang ditingkatkan secara signifikan menjadi 80Wh, daya tahan menjadi salah satu keunggulan utama.
Dalam pengujian kami:
Mode Turbo: Bertahan sekitar 2 jam 45 menit.
Mode Performance: Setelah bermain sekitar satu jam, baterai hanya berkurang dari 96% ke 68%, mengindikasikan daya tahan yang jauh lebih lama untuk penggunaan normal.
Sistem pendingin dengan kipas ganda bekerja efektif menjaga suhu stabil di antara 60-77 derajat Celcius saat sesi bermain intens, dan yang terpenting, tetap senyap.
Wujud gahar dengan desain ergonomis dari ROG Xbox Ally X. Foto: Thomas Bosco/kumparan

Hampir sempurna

Meskipun nyaris sempurna, Ally X memiliki beberapa catatan. Kapasitas penyimpanan 1 TB memang besar, namun dengan ukuran game modern yang bisa mencapai ratusan GB, ruang ini bisa cepat terisi. Setelah menginstal 9 game, sisa ruang penyimpanan kami tinggal 321 GB.
Ukurannya yang portabel bukan berarti muat di saku. Perangkat ini cukup panjang dan membutuhkan case khusus untuk melindunginya saat dibawa bepergian, yang mungkin mengurangi kepraktisannya bagi sebagian orang.
Terakhir, meskipun layarnya cerah dan tajam (FHD 120Hz), pengalaman bermain di layar 7 inci tentu tidak akan pernah bisa menandingi imersi bermain di monitor PC yang besar.
Alhasil, ROG Xbox Ally X adalah jawaban atas hampir semua kritik terhadap model pertamanya. Ini adalah perangkat yang lebih nyaman, lebih bertenaga, lebih tahan lama, dan memberikan pengalaman sensorik yang jauh lebih imersif.
Dengan harga hampir Rp 15 juta, ini adalah sebuah investasi yang serius. Namun, jika Anda mencari PC gaming genggam Windows terbaik di pasaran saat ini tanpa kompromi, ROG Xbox Ally X adalah pilihan yang paling tepat. Ia berhasil menyempurnakan sebuah formula yang sudah solid menjadi luar biasa.
Trending Now