Rusia Blokir Roblox: Penuh Konten Negatif yang Rusak Spiritual dan Moral Anak

4 Desember 2025 16:41 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rusia Blokir Roblox: Penuh Konten Negatif yang Rusak Spiritual dan Moral Anak
Rusia menuding Roblox memuat konten yang membahayakan bagi anak-anak.
kumparanTECH
Ilustrasi anak main Roblox. Foto: Alex Photo Stock/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak main Roblox. Foto: Alex Photo Stock/Shutterstock
Pemerintah Rusia resmi memblokir akses ke platformgame populer asal Amerika Serikat, Roblox, pada Rabu (3/12). Langkah tegas ini diambil setelah regulator komunikasi Rusia menuding platform tersebut memuat konten yang membahayakan anak-anak.
Regulator pengawas media Rusia, Roskomnadzor, menyatakan Roblox telah dipenuhi dengan "konten tidak pantas yang dapat berdampak negatif pada perkembangan spiritual dan moral anak-anak."
Tuduhan yang dilayangkan otoritas Rusia tidak main-main. Dalam pernyataan yang dirilis kantor berita pemerintah, Roskomnadzor menyebut anak-anak di dalam game tersebut rentan menjadi korban kejahatan seksual.
"Anak-anak dalam permainan tersebut menjadi sasaran pelecehan seksual, diperdaya untuk menyerahkan foto-foto intim, dan dipaksa melakukan tindakan bejat serta kekerasan," ungkap pernyataan tersebut seperti dikutip dari AFP.
Selain isu eksploitasi anak, Moskow juga menuduh platform tersebut mendistribusikan materi ekstremis dan mempromosikan "propaganda LGBT".

Respons Roblox

Menanggapi pemblokiran ini, pihak Roblox Corporation menyatakan komitmennya terhadap keselamatan pengguna. Dalam emailnya kepada Reuters, juru bicara Roblox mengatakan mereka menghormati hukum dan peraturan di negara tempat mereka beroperasi.
"Kami percaya Roblox menyediakan ruang positif untuk belajar, berkreasi, dan hubungan yang bermakna bagi semua orang," ujar juru bicara tersebut.
Pihak perusahaan juga menegaskan bahwa mereka memiliki komitmen mendalam terhadap keamanan, serta menggunakan tinjauan manusia dan kecerdasan buatan (AI) untuk mencegah konten berbahaya secara proaktif.

Game Paling Populer di Rusia

Pemblokiran ini menjadi ironi tersendiri. Pasalnya, menurut surat kabar Rusia Vedomosti, Roblox merupakan game seluler yang paling banyak diunduh di Rusia sepanjang tahun 2023.
Pengguna internet di Rusia pun mulai melaporkan kesulitan mengakses game tersebut sejak Rabu pagi waktu setempat.
Secara global, Roblox memiliki rata-rata 151,5 juta pengguna aktif harian pada kuartal ketiga tahun ini. Perusahaan mencatat bahwa sekitar 40 persen dari pengguna mereka di tahun 2024 adalah anak-anak di bawah usia 13 tahun.

Bukan Negara Pertama

Ilustrasi para perempuan Rusia. Foto: Shutterstock
Rusia bukanlah satu-satunya negara yang melarang Roblox. Sebelumnya, negara-negara seperti Qatar, Irak, dan Turki juga telah memblokir akses ke game ini dengan alasan utama kekhawatiran keselamatan anak dan predator online. Di Amerika Serikat sendiri, negara bagian Texas dan Louisiana bahkan menggugat aplikasi ini karena alasan serupa.
Langkah Rusia ini menambah panjang daftar platform teknologi asing yang dibatasi di negara tersebut. Roskomnadzor memiliki rekam jejak membatasi akses media Barat yang dianggap melanggar hukum Rusia.
Tahun lalu, aplikasi belajar bahasa Duolingo harus menghapus referensi terkait LGBT setelah diperingatkan regulator. Rusia juga telah melabeli "gerakan LGBT internasional" sebagai ekstremis pada tahun 2023. Selain itu, WhatsApp milik Meta baru-baru ini juga terancam diblokir karena dituduh gagal mencegah kejahatan.
Trending Now