Samsung Raja Pasar HP Global Q3 2025 Berkat Galaxy Z Series, Tekuk Apple-Xiaomi
16 November 2025 12:58 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Samsung Raja Pasar HP Global Q3 2025 Berkat Galaxy Z Series, Tekuk Apple-Xiaomi
Sepanjang kuartal III 2025, total 320,1 juta unit smartphone dikirimkan secara global.kumparanTECH

Pasar HP global kembali tumbuh. Sepanjang kuartal III 2025, total 320,1 juta unit smartphone dikirimkan secara global, naik 3% dibanding periode yang sama tahun lalu (YoY). Temuan ini dipaparkan dalam laporan terbaru Omdia, yang menyebut tren ini sebagai sinyal pemulihan setelah semester pertama terpantau lesu.
Paruh pertama 2025 dihantam berbagai tantangan, ketidakpastian tarif baru AS, penyesuaian rantai pasok, hingga minimnya trafik ritel yang membuat vendor menahan stok. Alhasil, pasar tidak tumbuh dibanding tahun sebelumnya.
Namun kondisi berubah di kuartal III. Setelah inventaris dirapikan, vendor mulai agresif memanfaatkan momentum back-to-school dan musim liburan. Produk baru dimajukan, stok didorong keluar, dan hasilnya empat brand terdiri dari Samsung, Apple, Transsion, dan Honor, masing-masing berhasil menambah lebih dari dua juta unit pengiriman secara YoY.
Samsung Rajai Pasar Smartphone Global
Samsung mempertahankan posisinya sebagai vendor terbesar di dunia dengan mencatat pengiriman sekitar 60,6 juta unit (naik 6% YoY) yang sebagian besar ditopang oleh lini hp flagship, yakni Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7, serta model entry level seperti Galaxy A07 dan A17. Seri Galaxy A mencatat penjualan kuat di Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
Sementara Apple mengirim 56,6 juta unit (naik 4% YoY) di Q3 2025 dan siap menyambut kuartal IV yang selalu menjadi βmusim panenβ buat Apple. iPhone 17 standar tampil lebih baik dari prediksi, terutama karena menawarkan memori lebih besar tanpa kenaikan harga. Sementara iPhone 17 Pro dan Pro Max terus mencetak permintaan kuat secara global.
Apple juga mencatat kenaikan permintaan produk di negara-negara berkembang, termasuk India, sehingga mendorong kenaikan pengiriman sepanjang tahun.
Di posisi selanjutnya ada Xiaomi dengan pengiriman 43,3 juta unit, kenaikan tipis 1% YoY. Meski pengiriman di China turun setelah program subsidi pemerintah dihentikan, tetapi permintaan di Asia-Pasifik dan berbagai wilayah lain menutup penurunan itu.
Naik ke posisi keempat ada Transsion dengan produk-produk smartphone seperti Tecno, Itel, dan Infinix. Mereka bangkit setelah melakukan penyesuaian inventaris dengan total pengiriman 28,6 juta unit naik 12% YoY. Brand ini kembali agresif, terutama di Afrika.
Adapun posisi kelima, ada vivo dengan pengiriman 28,5 juta unit (naik 9% YoY). Mereka masih kuat di India dan bahkan menyalip Huawei di pangsa pasar China. Pertumbuhan juga terjadi di Asia-Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin.
Secara wilayah, pasar smartphone menunjukkan dinamika berbeda-beda. Pengiriman di Amerika Utara dan China turun dari tahun ke tahun. Sementara di Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika mencatat pertumbuhan yang kuat, mendorong ekspansi pasar global secara keseluruhan di Q3 2025.
Afrika mengalami lonjakan pengiriman sebesar 25% YoY, menjadi kuartal terbaik sejak Q4 2021. Asia-Pasifik mencatat peningkatan 5% YoY, volume kuartal tertinggi sejak Q4 2021.
Omdia mencatat pasar tengah mengalami pertumbuhan terpolarisasi. Segmen ultra-low-end (di bawah 100 dolar AS) dan premium (di atas 700 dolar AS) mendorong volume pertumbuhan secara keseluruhan. Segmen mid-range justru melemah.
Meski ada pemulihan di kuartal III, industri kini menghadapi masalah baru, kelangkaan komponen dan meningkatnya biaya produksi. Kondisi ini berpotensi membuat harga perangkat baru naik dalam waktu dekat, sekaligus menekan permintaan di segmen low-end.
βVendor akan mengambil berbagai strategi untuk mengatasi tantangan ini. mulai dari mengamankan pendanaan kanal distribusi lebih awal, memprioritaskan model bermargin tinggi, menjaga perangkat kelas menengah dan bawah tetap defensif, dan memanfaatkan skalabilitas untuk memperkuat posisi tawar rantai pasok. Apa pun yang terjadi, mempertahankan profitabilitas tetap menjadi prioritas utama,β ujar Jusy Hong, Senior Research Manager, Omdia.
