SoundCloud Dihantui Masalah Keuangan

Di tengah berkembangnya layanan streaming musik, kabar kurang baik justru datang dari SoundCloud. Salah satu startup yang turut mempelopori streaming musik itu sekarang sedang mengalami masalah keuangan.
Dalam laporan keuangan yang diajukan SoundCloud kepada badan pengawasan Inggris, pendapatan perusahaan itu di tahun 2015 tercatat tumbuh 21,6 persen menjadi 21,1 juta euro (atau Rp 296 miliar), namun kerugian bersihnya juga naik 30 persen menjadi 51,2 juta euro (setara Rp 720 miliar) dibandingkan 39 juta euro (setara Rp 546 miliar) pada 2014.
Selama periode menuju akhir Desember 2015, para pimpinan SoundCloud dan auditor mendapatkan peringatan dari pemerintah Inggris bahwa ada ketidakpastian dalam diri perusahaan. Di perusahaan itu terjadi peningkatan dana operasi dan pengeluaran yang lebih cepat ketimbang pendapatan.
Hal ini dianggap dapat memberikan keraguan tentang kemampuan perusahaan untuk melanjutkan.
Salah satu pendiri SoundCloud, Alexander Ljung, mengatakan para petinggi SoundCloud masih percaya mereka akan mendapatkan cukup uang untuk membayar berbagai tagihan pada akhir 2017.
Seorang juru bicara SoundCloud juga berbicara bahwa perusahaannya mengalami perkembangan yang cukup kuat pada 2016 dan memperkirakan tren itu dapat berlanjut di 2017.

"Hingga saat ini, kami sukses meluncurkan layanan berlangganan SoundCloud Go dan bisnis iklan di delapan pasar, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Prancis, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Jerman. Kami dalam jalur yang sangat positif untuk mencapai tujuan kami dan bisa membuat para pencipta lagu mendapatkan bayaran setimpal atas karya mereka, juga membangun platform finansial yang stabil," ujar juru bicara tersebut dilansir The Financial Times.
Tahun lalu, SoundCloud meluncurkan opsi layanan berlangganan sebesar 10 dollar AS per bulan untuk mencari pendapatan tambahan. Layanan tersebut diberi nama SoundCloud Go. Cara ini memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk mengunggah, merekam, mempromosikan, dan membagikan musik-musik orisinal yang dibuat. SoundCloud mengutamakan kebutuhan para musisi ketimbang label rekaman.
Namun, perusahaan dipertemukan dengan tantangan besar karena telah ada layanan populer penyedia streaming musik berlangganan, seperti Spotify dan Apple Music.
Masalah keuangan yang dialami SoundCloud ini menciptakan isu bahwa sejumlah perusahaan tertarik untuk membelinya.
Beberapa saat lalu, perusahaan raksasa Internet, Google, dikabarkan tertarik untuk membeli SoundCloud dengan tawaran 500 juta dollar AS (setara Rp 6,6 triliun), atau setengah dari nilai yang dimiliki SoundCloud tahun lalu. Sementara sang rival, Spotify, tampaknya tidak tertarik untuk mengambilalih SoundCloud.
Akhir 2017 sepertinya akan menjadi penentuan nasib SoundCloud. Banyak penggemar SoundCloud di seluruh dunia yang bisa mulai harap-harap cemas melihat masa depan SoundCloud yang masih dalam ketidakpastian.
