TikTok Disebut Bikin Aplikasi Baru Khusus buat Pengguna AS, Akali Pemblokiran

8 Juli 2025 14:05 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TikTok Disebut Bikin Aplikasi Baru Khusus buat Pengguna AS, Akali Pemblokiran
TikTok dilaporkan tengah mengembangkan aplikasi baru khusus untuk pengguna di AS, jelang tenggat waktu divestasi bisnis TikTok di AS.
kumparanTECH
TikToker dan "newsfluencer" Joe Andaloro merekam video TikTok di luar kantor pusat perusahaan media sosial TikTok di Culver City, California, AS, Sabtu (18/1/2025). Foto: Fred Greaves/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
TikToker dan "newsfluencer" Joe Andaloro merekam video TikTok di luar kantor pusat perusahaan media sosial TikTok di Culver City, California, AS, Sabtu (18/1/2025). Foto: Fred Greaves/REUTERS
TikTok dikabarkan tengah mengembangkan aplikasi baru khusus untuk pengguna di Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil jelang tenggat waktu divestasi bisnis TikTok di AS.
The Information melaporkan aplikasi baru ini akan diluncurkan pada 5 September 2025. Pengguna TikTok di AS nantinya diharuskan mengunduh aplikasi versi baru tersebut jika ingin tetap menggunakan layanan.
Sementara itu, aplikasi versi lama masih bisa digunakan hingga Maret 2026. Namun akan dihapus dari toko aplikasi sesaat setelah versi baru dirilis.
TikTok belum menanggapi isu tersebut, menurut Reuters.
TikTok kembali online di AS setelah Presiden terpilih, Donald Trump, menunda pelarangan aplikasi tersebut. Foto: Dado Ruvic/REUTERS
Langkah ini disebut sebagai bagian dari strategi TikTok untuk memenuhi persyaratan undang-undang AS. Regulasi di sana mengharuskan induk ByteDance yang berbasis China untuk menjual bisnis TikTok AS atau terancam diblokir operasionalnya.
Presiden Donald Trump menyatakan akan memulai pembicaraan dengan pemerintah China awal pekan ini terkait potensi kesepakatan.
Sebelumnya, Trump memperpanjang tenggat waktu hingga 17 September untuk ByteDance melepas operasional TikTok AS kepada grup investor lokal. Namun, proses akuisisi tersebut masih harus menunggu persetujuan dari pemerintah China.
Trending Now