Tips Memotret Sunset dengan Xiaomi 15T Pro dari Fotografer Sandy Wijaya
24 September 2025 8:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Tips Memotret Sunset dengan Xiaomi 15T Pro dari Fotografer Sandy Wijaya
Ingin foto sunset-mu memukau? Fotografer kawakan Sandy Wijaya bagikan tips mudah soal pencahayaan dan eksposur saat menjajal kamera Xiaomi 15T Pro.kumparanTECH

Salah satu momen yang paling digemari untuk diabadikan adalah sunsetatau matahari terbenam. Namun, mendapatkan foto yang memukau kerap tak mudah jika tidak memahami teknik dasarnya.
kumparanTECH berkesempatan mewawancarai fotografer profesional Indonesia, Sandy Wijaya, saat berburu sunset di Bukit Wairinding, Sumba, NTT. Dalam acara yang menjajal smartphone Xiaomi 15T Pro yang akan dirilis global pada 24 September 2025. Ia membagikan beberapa tips utama untuk mendapatkan hasil terbaik dari momen singkat tersebut.
Perhatikan Pencahayaan
Hal pertama dan paling krusial menurut Sandy adalah pencahayaan. Meskipun pemandangan sunset sudah indah di mata, pengaturan yang salah pada kamera bisa membuat hasilnya terlalu terang (overexposed).
βKita harus cek dulu si pencahayaannya. Ada matahari di sana, pasti ada main kompensasi. Jadi supaya si sinarnya enggak over. Intinya di sana,β ujarnya.
Seimbangkan Gelap dan Terang (Exposure Compensation)
Untuk mendapatkan detail antara area gelap (bayangan) dan terang (langit), Sandy menekankan pentingnya menyeimbangkan keduanya. Inilah fungsi utama dari kompensasi eksposur, yang memungkinkan fotografer mengontrol tingkat kecerahan foto secara manual.
βIntinya (ada pada permainan) antara gelap dan terangnya. Jadi si kompensasi itu gunanya untuk menyeimbangi pencahayaan,β tuturnya.
Dapatkan Matahari yang Bulat Sempurna
Secara spesifik untuk memotret dengan smartphone, Sandy memberikan trik praktis. Ia menyarankan untuk tidak ragu menurunkan tingkat exposure dengan cara menggeser slider exposure ke bawah guna membuat piringan matahari terlihat lebih tegas dan bulat sempurna, tanpa pendar cahaya yang berlebihan.
"Di exposure-nya itu tadi, supaya mataharinya tampil lebih bulat (kita swipe ke bawah dikit)," jelasnya.
Meski demikian, urusan komposisi gambar alias bagian mana yang ingin ditonjolkan shadow-nya atau full siluet yang ingin dihasilkan itu, kembali pada preferensi masing-masing.
βKalau masalah komposisi itu masalah preferensi masing-masing, sih, ya,β katanya.
Selain di Bukit Wairinding, kumparanTECH juga menjajal lebih awal unit Xiaomi 15T Pro ini di Pantai Walakiri -- pantai yang terkenal dengan perairannya yang dangkal dan deretan pohon bakau unik yang menjadi objek foto siluet sangat menarik.
Sosok Sandy Wijaya
Sandy Wijaya adalah seorang fotografer profesional otodidak yang memulai karirnya pada tahun 2001. Ia dikenal luas sebagai fotografer dokumenter dan perjalanan yang telah menjelajahi hingga 92 negara, seringkali ke destinasi eksotis seperti Himalaya dan Jalur Sutra.
Beberapa karyanya yang diakui secara luas antara lain "Holi Festival", "The Mists Of Ramana", "Monks At Mingun Pagoda", dan "Larung Valley At Night". Salah satu karyanya yang juga dikenal secara internasional adalah "The Vanishing Time". Selain aktif memotret, Sandy juga kerap memberikan lokakarya dan tur fotografi.
Menjelang peluncuran Xiaomi 15T Series, Sandy diundang untuk memimpin perjalanan fotografi di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), bersama sejumlah tech enthusiast, termasuk tim kumparanTECH. Ia mengaku puas dengan kemampuan kamera gawai terbaru Xiaomi yang berkolaborasi dengan Leica ini.
βSampai saat ini saya sudah nyoba di berbagai tempat, berbagai scene, itu sangat memuaskan,β katanya.
