Trump Izinkan Chip AI Flagship Nvidia H200 Dijual ke China
9 Desember 2025 13:50 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan lampu hijau bagi raksasa teknologi Nvidia untuk menjual chip kecerdasan buatan (AI) canggih mereka, H200, ke China. Namun, izin ini tidak diberikan sembarangan: Penjualan hanya diperbolehkan kepada βpelanggan yang disetujuiβ dan dengan syarat ketat.
Pengumuman ini disampaikan Trump melalui media sosialnya, Truth Social, pada Senin (8/12). Ia menegaskan langkah ini diambil untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional AS.
"Kami akan melindungi Keamanan Nasional, menciptakan Lapangan Kerja Amerika, dan menjaga keunggulan Amerika dalam AI," tulis Trump, mengutip Reuters.
Keputusan ini tidak hanya berlaku untuk Nvidia, tetapi juga perusahaan chip AS lainnya, seperti AMD dan Intel. Langkah ini diambil setelah serangkaian lobi intensif yang dilakukan oleh CEO Nvidia, Jensen Huang, yang mengunjungi Washington pekan lalu.
Salah satu syarat utama dari izin ekspor ini adalah penerapan biaya tambahan. Trump menyatakan penjualan chip tersebut akan dikenakan biaya sebesar 25% yang harus dibayarkan kepada pemerintah AS.
Sempat terjadi kebingungan karena Trump menulis "$25%" dalam unggahannya, tapi pejabat Gedung Putih mengonfirmasi yang dimaksud adalah tarif 25 persen, bukan 25 dolar AS. Angka ini lebih tinggi dari usulan awal sebesar 15 persen pada Agustus lalu.
Mekanismenya, chip yang diproduksi di Taiwan akan dikenakan pajak impor saat masuk ke AS untuk pemeriksaan keamanan, sebelum akhirnya diekspor ke China.
Penting untuk dicatat chip H200 yang diizinkan diekspor bukanlah teknologi paling mutakhir yang dimiliki Nvidia saat ini. H200 merupakan generasi di belakang chip Blackwell, yang saat ini dianggap sebagai semikonduktor AI paling canggih di dunia.
Trump menegaskan chip seri Blackwell dan Rubin (generasi berikutnya) tidak termasuk dalam kesepakatan ini. Pejabat administrasi AS menyebut langkah ini sebagai kompromi: AS tetap bisa berdagang, tapi teknologi terbaik tetap eksklusif di tangan AS dan sekutunya.
Nvidia menyambut baik keputusan ini. Perusahaan tersebut menyebutnya sebagai langkah bijak pemerintah.
"Menawarkan H200 kepada pelanggan komersial yang telah disetujui dan diperiksa oleh Departemen Perdagangan memberikan keseimbangan yang matang dan sangat baik untuk Amerika," tulis Nvidia, mengutip BBC.
Kabar ini langsung direspons positif oleh pasar, dengan saham Nvidia dilaporkan naik sekitar 2% dalam perdagangan after-hours.
Meski Trump mengeklaim Presiden China Xi Jinping merespons positif langkah ini, situasi di lapangan masih penuh ketidakpastian.
Beijing sebelumnya telah memerintahkan perusahaan teknologi lokalnya untuk berhenti membeli chip buatan AS (seperti seri H20 yang lebih lama) dan beralih ke produsen domestik seperti Huawei. China saat ini tengah gencar membangun ekosistem chip sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi Barat.
Di sisi lain, kebijakan Trump ini menuai kritik keras dari kalangan 'elang' (kelompok keras) di Washington. Anggota DPR dari Partai Republik, John Moolenaar, dan beberapa senator Demokrat menyebut keputusan ini sebagai kesalahan besar.
Mereka khawatir chip H200 akan dimanfaatkan oleh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China untuk meningkatkan kemampuan militer berbasis AI.
"Nvidia seharusnya tidak dalam pengaruh ilusi, China akan meniru teknologinya, memproduksinya secara massal, dan berusaha mematikan Nvidia sebagai pesaing," ujar Moolenaar.
