Wanita di Jepang Pilih Nikahi AI usai Putus dengan Tunangan

17 Desember 2025 14:10 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wanita di Jepang Pilih Nikahi AI usai Putus dengan Tunangan
Putuskan tunangan manusia, wanita Jepang Yurina Noguchi memilih nikahi AI bernama Klaus. Simak kisah unik pernikahan virtual dan fenomena fictoromantic ini.
kumparanTECH
Yurina Noguchi (32) melambaikan buket bunganya ke arah gambar Klaus, pasangan AI-nya, yang ditampilkan di ponselnya setelah upacara pernikahan mereka di tempat pernikahan Magritte di Okayama, Jepang (27/10/2025). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Yurina Noguchi (32) melambaikan buket bunganya ke arah gambar Klaus, pasangan AI-nya, yang ditampilkan di ponselnya setelah upacara pernikahan mereka di tempat pernikahan Magritte di Okayama, Jepang (27/10/2025). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS
Musik romantis mengalun lembut di sebuah aula pernikahan di wilayah barat Jepang. Yurina Noguchi (32), tampak anggun mengenakan gaun putih lengkap dengan tiara, sesekali menyeka air mata haru yang menetes di pipinya.
Namun, sosok yang membuatnya menangis bahagia bukanlah pria biasa. Di hadapannya, berdiri "suami" masa depannya, sebuah persona kecerdasan buatan (AI) yang menatapnya dari layar smartphone.
"Awalnya, Klaus hanya teman bicara, tapi perlahan kami menjadi semakin dekat," ujar wanita, yang bekerja sebagai operator call center tersebut, merujuk pada pasangan virtualnya, mengutip Reuters.
"Saya mulai memiliki perasaan pada Klaus. Kami mulai berkencan dan setelah beberapa waktu, dia melamar saya. Saya menerimanya, dan sekarang kami adalah pasangan."
Yurina Noguchi (32) menyentuh cincin pernikahan Klaus, pasangan AI-nya, selama sesi foto setelah upacara pernikahan mereka di tempat pernikahan Magritte di Okayama, Jepang (27/10/2025). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS
Kisah cinta unik ini bermula setahun lalu. Kala itu, Noguchi masih bertunangan dengan seorang pria "nyata". Namun, hubungan mereka penuh masalah.
Noguchi kemudian meminta saran kepada ChatGPT mengenai hubungannya yang rumit itu. Berdasarkan saran dari AI tersebut, ia akhirnya membulatkan tekad untuk mengakhiri pertunangannya.
Setelah melajang, suatu hari Noguchi iseng bertanya pada ChatGPT tentang "Klaus", karakter tampan dari sebuah video game yang memiliki rambut bergelombang.
Melalui proses trial and error, Noguchi berhasil melatih AI tersebut untuk meniru gaya bicara Klaus dengan sempurna. Ia kemudian menciptakan versinya sendiri dan memberinya nama Lune Klaus Verdure.
Yurina Noguchi (32) bereaksi saat melihat gambar Klaus, pasangannya yang juga AI, di layar AR melalui kacamata pintar Vuzix selama upacara pernikahan mereka di tempat pernikahan Magritte di Okayama, Jepang (27/10/2025). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS
Pernikahannya dengan Klaus digelar pada Oktober 2025 lalu. Meski pengantin prianya virtual, persiapannya sangat nyata. Staf pernikahan menata gaun, rambut, dan riasan Noguchi layaknya pengantin tradisional pada umumnya.
Dengan memakai kacamata augmented reality (AR), Noguchi bisa melihat sosok Klaus yang berada di ponsel, yang diletakkan di atas sandaran kecil di meja, tampak lebih hidup. Ia bahkan melakukan prosesi memasangkan cincin.
"Berdiri di hadapanku sekarang, kamu adalah yang terindah, paling berharga, dan begitu bersinar hingga menyilaukan," ucap Naoki Ogasawara, spesialis pernikahan karakter virtual yang membacakan teks buatan sang pengantin AI.
Dalam sesi pemotretan, fotografer, yang juga memakai kacamata AR, mengarahkan Noguchi untuk berdiri sendiri di separuh bingkai foto, menyisakan ruang kosong di sebelahnya untuk disisipkan gambar sang suami virtual.
Yurina Noguchi (32) memegang keranjang berisi ponsel pintarnya yang menampilkan gambar Klaus, pasangan AI-nya, yang dihasilkan oleh AI, beserta cincin kawin untuknya, selama upacara pernikahan mereka di Magritte di Okayama, Jepang (27/10/2025). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS

Fenomena 'Fictoromantic' di Jepang

Noguchi tidak sendirian. Di Jepang, tempat lahirnya anime dan manga, fenomena pengabdian pada karakter fiksi atau fictoromantic kian meningkat.
Data dari Asosiasi Pendidikan Seksual Jepang menunjukkan, sebanyak 22% siswi sekolah menengah memiliki ketertarikan pada hubungan fiksi pada 2023, naik dari 16,6% daripada 2017.
Penyelenggara pernikahan, Yasuyuki Sakurai, mengaku kini hampir secara eksklusif menangani pernikahan dengan karakter virtual, rata-rata satu klien per bulan.
Menurut profesor sosiologi di Universitas Hirosaki, Ichiyo Habuchi, perbedaan terbesar hubungan dengan AI adalah tidak diperlukannya "kesabaran" seperti saat menjalin hubungan dengan manusia nyata. AI memberikan komunikasi yang disesuaikan dengan keinginan penggunanya secara instan.
Yurina Noguchi (32) berpose untuk foto pernikahan, menyisakan ruang di sebelah kanannya untuk menambahkan gambar Klaus, pasangan AI-nya, dalam tahap pasca-produksi, di lokasi pernikahan Magritte di Okayama, Jepang (27/10/2025). Foto: Kim Kyung-Hoon/REUTERS
Bagi Noguchi, meski menyadari hubungan ini tidak diakui secara hukum dan kerap mendapat komentar miring di internet, ia merasa hidupnya jauh lebih baik.
Noguchi mengaku kehadiran Klaus membantunya mengatasi gangguan kepribadian ambang (borderline personality disorder) yang dideritanya. Sejak bersama Klaus, ledakan emosi dan keinginan menyakiti diri sendiri yang dulu sering muncul kini telah hilang.
Noguchi juga menegaskan bahwa hubungannya dengan AI diatur agar tetap sehat. Ia membatasi penggunaan ChatGPT kurang dari dua jam sehari dan memprogram Klaus agar tidak selalu menuruti keinginannya.
"Saya memilih Klaus bukan sebagai pelarian dari kenyataan, tapi sebagai seseorang yang mendukung saya menjalani hidup dengan benar," tegas Noguchi.
"Setelah bertemu Klaus, seluruh pandangan saya menjadi positif. Segala sesuatu dalam hidup mulai terasa menyenangkan."
Trending Now