15 Tahun Pengakuan UNESCO, Pertunjukkan Angklung Digital Hadir di AS
20 November 2025 15:43 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
15 Tahun Pengakuan UNESCO, Pertunjukkan Angklung Digital Hadir di AS
World Angklung Day 2025 di Mills Theater, San Francisco digelar melalui integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI). kumparanTRAVEL

Memperingati 15 tahun pengakuan angklung sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO (Intangible Cultural Heritage), Indonesia Lighthouse berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Francisco, Amerika Serikat (AS), menggelar perayaan World Angklung Day 2025 di Mills Theater, San Francisco.
Acara ini menandai tonggak bersejarah dalam pelestarian budaya Indonesia melalui integrasi teknologi AI (Artificial Intelligence), lewat peluncuran aplikasi AI (Angklung Indonesia) Note yang dikembangkan oleh Utara by GITS.id.
Aplikasi ini menciptakan pengalaman interaktif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seluruh auditorium Mills Theater bergema lewat alunan angklung yang dimainkan bersama-sama oleh pemain tradisional di atas panggung dan penonton, baik dengan angklung asli ataupun menggunakan perangkat digital mereka.
"Hari ini kita menyaksikan bagaimana teknologi tidak menggantikan tradisi, tetapi memperpanjang umurnya," ujar Co-Founder Indonesia Lighthouse, Ari Sufiati, seperti dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan.
"15 tahun lalu, UNESCO mengakui angklung sebagai warisan dunia. Kini, melalui inovasi digital, jutaan orang di seluruh dunia dapat mengalami keindahan angklung tanpa batas geografis," lanjutnya.
Pertunjukkan Spesial Angklung
Dihadiri oleh Wali Kota Millbrae, Andres Fung, Duta Besar RI di Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, serta Konsul Jenderal RI di San Francisco, Yophy Ichsan Wardana, acara ini juga menampilkan penampilan spesial dari Manshur Angklung, seorang maestro yang telah mengintegrasikan angklung sebagai instrumen musik modern yang dimainkan layaknya piano.
Manshur, alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta, jurusan Angklung, telah mendedikasikan kariernya untuk membawa alat musik bambu tradisional ini ke panggung internasional dengan pendekatan kontemporer.
Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai simulator angklung, tetapi juga sebagai platform edukasi.
"Ini adalah contoh sempurna dari preservation through innovation," ujar Ray Rizaldy, perwakilan Utara by GITS.id.
"Kami percaya bahwa teknologi dapat menjadi kendaraan untuk memperpanjang umur tradisi, membuatnya accessible, engaging, dan sustainable untuk masa depan," tambahnya.
Pengakuan UNESCO terhadap angklung pada tahun 2010 sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity, menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mempromosikan kekayaan budaya Tanah Air ke dunia.
15 tahun kemudian, World Angklung Day 2025 membuktikan bahwa tradisi dan teknologi dapat berjalan beriringan, menciptakan jembatan antara generasi dan budaya.
Melalui kolaborasi antara Indonesia Lighthouse, Konsulat Jenderal RI, dan inovator teknologi seperti Utara by GITS.id, warisan angklung tidak hanya dipertahankan, tetapi juga ditransformasi untuk relevan bagi generasi digital.
