5 Lokasi Syuting Film Indonesia yang Jadi Destinasi Wisata, Ada Pabrik Gula

2 Oktober 2025 9:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
5 Lokasi Syuting Film Indonesia yang Jadi Destinasi Wisata, Ada Pabrik Gula
Ini deretan lokasi syuting film populer Indonesia yang kini jadi destinasi wisata.
kumparanTRAVEL
Poster film Pabrik Gula. Foto: Vincentius Mario/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Poster film Pabrik Gula. Foto: Vincentius Mario/kumparan
Bicara tentang filmIndonesia enggak hanya tentang jalan ceritanya yang menarik, tetapi juga deretan lokasi syutingnya yang bisa dikunjungi, seperti contohnya deretan film-film populer Indonesia ini.
Enggak hanya berhasil meledak di pasaran karena jalan ceritanya yang menarik, beberapa lokasi syuting film Indonesia ini kini menawarkan destinasi wisata baru bagi wisatawan.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Pariwisata (Kemenpar), berikut kumparan rangkum lima lokasi syuting film populer Indonesia yang jadi daya tarik wisata.

1. Pabrik gula Gondang Winangoen (Pabrik Gula)

Pabrik Gula Gondang Winangoen. Foto: Wiwik sisto/Shutterstock
Film yang diangkat dari utas yang viral di media sosial ini telah disaksikan lebih dari 4 juta penonton. Ya, salah satu film horor populer Indonesia ini ternyata mengambil lokasi syuting di Klaten, Jawa Tengah, tepatnya Pabrik Gula Gondang Winangoen.
Pabrik gula yang telah menghentikan operasinya sejak 2017 ini kini dimanfaatkan sebagai kawasan agrowisata berbasis edukasi dan rekreasi.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Museum Gula Jawa Tengah. Di dalamnya, pengunjung dapat menyaksikan berbagai peralatan dan artefak bersejarah yang digunakan dalam proses pembuatan gula.

2. Laswi Heritage (Pengepungan di Bukit Duri)

Film Pengepungan di Bukit Duri menyoroti realitas tentang konflik antar remaja, krisis dunia pendidikan, serta ketegangan sosial di tengah masyarakat. Hingga saat ini, lebih dari 1,8 juta penonton sudah menyaksikan film garapan Joko Anwar tersebut.
Salah satu daya tarik film Pengepungan di Bukit Duri adalah lokasi syutingnya yang mengambil tempat di Laswi Heritage, yang terletak di Bandung. Laswi Heritage merupakan gudang persediaan PT KAI yang disulap sebagai wadah beraktivitas dan berkreativitas.
Gudang Laswi Heritage memiliki nilai sejarah yang tinggi dengan tampilan muka bergaya klasik dan khas gaya Belanda.

3. Gunung Gede (Petaka Gunung Gede)

Ilustrasi Gunung Gede. Foto: Shutterstock
Film horor yang mengambil latar sebuah gunung ini juga menjadi salah satu film yang banyak ditonton, dengan lebih dari 3 juta penonton.
Adalah Gunung Gede yang terletak di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. Gunung ini juga terkenal memiliki flora paling kaya di Indonesia.
Ada beberapa lokasi yang bisa dikunjungi jika ke Gunung Gede, seperti Telaga Biru, Air Terjun Cibereum, dan Puncak Gunung Gede.

4. Pulau Buton (Komang)

Pemandangan kota Bau-Bau. Foto: Sony Herdiana/Shutterstock
Diambil dari kisah cinta komika asal Wakatobi, Raim Laode dengan istrinya Komang, film ini mengambil lokasi syuting di Kota Bau-Bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.
Banyak destinasi yang bisa kamu kunjungi di kota ini, salah satunya Benteng Keraton atau Benteng Wolio. Benteng ini muncul dalam film Komang, ketika Ode pertama kali mengajak Ade berjalan-jalan.
Benteng Wolio dibangun di atas Bukit Wolio, dengan ketinggian sekitar 100 meter di atas permukaan laut. Arsitekturnya sangat unik, karena dindingnya terbuat dari batu gunung dan batu karang yang direkatkan menggunakan putih telur, pasir, dan kapur.

5. Kota Tua Surabaya (Perang Kota)

Sejumlah pekerja mengecat bangunan tua di Jalan Jembatan Merah, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (8/6/2024). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
Dibintangi Chicco Jerikho, Jerome Kurnia, dan Ariel Tatum, film ini diadaptasi dari secara bebas dari novel β€œJalan Tak Ada Ujung” karya Mochtar Lubis. Mengambil latar Jakarta di tahun 1946, film Perang Kota menggambarkan masa kedatangan Sekutu yang diboncengi Belanda.
Karena mengambil latar zaman perang Kemerdekaan, maka lokasi syuting yang dipilih pun mengambil kawasan yang kental dengan nilai sejarah, seperti Kota Tua Surabaya.
Di Kota Tua Surabaya, kamu dapat berjalan kaki mengunjungi bangunan-bangunan bersejarah dengan arsitektur khas Eropa dan Tionghoa yang masih berdiri kokoh. Di antaranya seperti Museum De Javasche Bank, yang juga dikenal sebagai Museum Bank Indonesia, Jembatan Merah, saksi bisu pertempuran heroik arek-arek Suroboyo melawan tentara Inggris, dan Kembang Jepun, di mana pengunjung dapat mencicipi kuliner khas Pecinan yang lezat.
Trending Now