7 Alasan Harus Coba Hijrah Trail di Saudi, Wisata Menyusuri Jejak Nabi
2 Oktober 2025 18:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
7 Alasan Harus Coba Hijrah Trail di Saudi, Wisata Menyusuri Jejak Nabi
Arab Saudi menghadirkan pengalaman baru bagi traveler. Ala Khotah, atau Hijrah Trail ajak traveler menyusuri jejak Nabi. kumparanTRAVEL

Saat mendengar Arab Saudi pasti yang terlintas di benak traveler adalah deretan gurun eksotisnya, ataupun destinasi wisata religinya, yaitu Kota Makkah yang menjadi Tanah Suci umat Islam. Namun, tidak hanya itu saja, Saudi juga menawarkan banyak hal menarik bagi traveler.
Salah satunya Hijrah Trail atau Ala Khotah, pengalaman wisata petualangan baru untuk menyusuri jejak Nabi.
Dikutip dari keterangan resmi yang diterima kumparan dari Saudi Tourism Authority, diluncurkan mulai November mendatang, Ala Khotah menawarkan ekspedisi epik sepanjang 470 km dari Gua Tsur di Makkah, hingga Masjid Quba di Madinah.
Bukan sekadar trekking, Ala Khotah menghadirkan perjalanan imersif menelusuri jejak hijrah Nabi Muhammad SAW bersama Abu Bakar RA.
Perjalanan ini menawarkan kesempatan unik untuk merasakan langsung melintasi lanskap gurun yang luas, serta perjalanan emosional dan spiritual yang mendalam.
Menyusuri Jejak Nabi Muhammad SAW
Ala Khotah merekonstruksi perjalanan hijrah bersejarah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW, bersama Abu Bakar al-Shiddiq RA, dengan menggabungkan sejarah dan narasi interaktif.
Diresmikan oleh Pangeran Salman bin Sultan, Gubernur Wilayah Madinah, keunikan program ini tercermin melalui 59 stasiun sejarah dan edukasi, 41 situs bersejarah yang direstorasi, serta 5 lokasi peristiwa penting.
Masing-masing tempat tersebut akan menjadi jendela menuju masa lalu, sekaligus menghadirkan pemahaman lebih mendalam mengenai momen penting dalam sejarah.
Menjelajahi Gurun yang Belum Tersentuh
Dari hamparan bukit pasir keemasan hingga tebing berbatu, Hijrah Trail menawarkan medan yang beragam bagi para pendaki yang mencari tantangan sekaligus ketenangan. Sebagian besar rute ini menghindari jalur kafilah utama, dan mengikuti kembali jalur aslinya melalui lembah-lembah terpencil, serta bentang alam yang terjal.
Menunggang Unta Layaknya Kafilah Kuno
Menunggang unta di jalur ini bukan sekadar pengalaman unik, tetapi sebuah keterhubungan nyata dengan cara masyarakat menempuh rute ini berabad-abad lalu. Ala Khotah menghadirkan pengalaman otentik menunggang unta, dipandu oleh penduduk setempat yang mahir dalam teknik tradisional kafilah.
Perjalanan yang Menantang
Dengan jarak 305 km yang ditempuh dengan berjalan kaki, perjalanan ini menuntut ketahanan fisik, sekaligus ketangguhan mental. Petualang asal Saudi, Badr Al-Shaibani, pernah menyelesaikan rute ini hanya dalam 12 hari, dengan rata-rata berjalan sejauh 40 km setiap harinya.
Menyelami Tradisi dan Budaya
Selain pendakian dan menunggang, Ala Khotah menghadirkan sesi budaya interaktif, mulai dari kerajinan tradisional, hingga rekonstruksi sejarah yang diperkaya dengan teknologi augmented reality. Aktivitas ini semakin memperdalam koneksi antara wisatawan dengan jalur Hijrah Trail.
Melihat Bintang-bintang
Jauh dari cahaya perkotaan, Hijrah Trail menghadirkan pengalaman melihat bintang yang paling jernih di kawasan Timur Tengah. Menghabiskan malam di perkemahan gurun, para wisatawan dapat menyaksikan gugusan bintang perlahan bergeser di cakrawala yang menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan setelah perjalanan seharian.
Abadikan Momen Tak Terlupakan
Mulai dari matahari terbit di atas bukit pasir, kafilah unta yang tampak dalam siluet cahaya, hingga situs bersejarah yang berpadu dengan lanskap gurun, Hijrah Trail menawarkan kesempatan tak terbatas untuk mengabadikan momen-momen yang tak terlupakan.
Bagi para pecinta petualangan, Hijrah Trail, terutama melalui pengalaman Ala Khotah, menyuguhkan tantangan fisik sekaligus perjalanan budaya yang mendalam. Berdiri setara dengan jalur pendakian ikonik jarak jauh seperti Camino de Santiago maupun Inca Trail, namun dengan drama gurun dan kekayaan sejarah yang khas.
