Biar Nggak Gampang Sakit, Ini Hal yang Wajib Kamu Lakukan Setelah Naik Pesawat

27 November 2025 13:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Biar Nggak Gampang Sakit, Ini Hal yang Wajib Kamu Lakukan Setelah Naik Pesawat
Pesawat masih jadi moda transportasi andalan traveler untuk bepergian.
kumparanTRAVEL
Ilustrasi pesawat. Foto: joo830908/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat. Foto: joo830908/Shutterstock
Pesawat masih jadi moda transportasi andalan traveleruntuk bepergian. Selain alasan kenyamanan, pesawat dipilih karena bisa menjangkau tempat yang jauh.
Meski begitu, kamu harus tetap berhati-hati saat naik pesawat agar tak mudah sakit. Ini karena pesawat terbang yang mengangkut ribuan penumpang setiap hari, dan berbagai permukaan yang sering disentuh seperti meja lipat, sabuk pengaman, sandaran tangan, hingga bagasi membuatnya bisa menjadi tempat penyebaran bakteri, kuman, bahkan virus.
Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: Shutterstock
Dilansir Huff Post, berjam-jam duduk berdekatan dengan orang lain selama penerbangan juga memungkinkan virus dan bakteri menempel pada pakaian, sehingga meningkatkan risiko sakit ketika memulai liburan.
Karena itulah, satu kebiasaan sederhana yang disarankan para ahli untuk menjaga kesehatan selama perjalanan adalah langsung mencuci pakaian yang dipakai di pesawat segera setelah tiba di rumah atau hotel.
β€œSaya biasa langsung memasukkan pakaian penerbangan ke mesin cuci setiba di rumah, untuk mencegah penyebaran kuman ke keluarga atau hewan peliharaan,” ujar seorang traveler yang pendapatnya juga didukung pakar perjalanan.

Bagaimana Kuman Menyebar di Pesawat

Meskipun pesawat tidak selalu kotor, ada banyak cara mikroba termasuk bakteri dan virus berpindah selama penerbangan. Setiap kontak dengan permukaan seperti sandaran kursi, meja lipat, antre di toilet, hingga menyenderkan kepala ke kursi dapat memindahkan kuman ke pakaian.
β€œUdara di sekitar kita mengandung awan kecil mikroba, partikel kulit dan debu dari tubuh atau pakaian,” ujar profesor mikrobiologi dan imunologi di Touro University Nevada, Karen Duus. Saat orang berkumpul, awan mikroba ini saling bercampur dan menempel pada pakaian seseorang.
Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: Maridav/Shutterstock
Selain kontak permukaan, kuman juga menyebar melalui udara ketika seseorang bernapas, berbicara, batuk atau bersin. Dokter spesialis penyakit infeksi anak di Nashville, Dr. Zachary Hoy menjelaskan bahwa virus pernapasan seperti flu, COVID-19, dan selesma merupakan penyakit paling mudah menular di pesawat.
Sepatu juga dapat membawa mikroba dari lantai bandara dan kabin pesawat, yang kemudian berpindah ke tangan, pakaian, atau kulit melalui kontak sehari-hari.

Peran HEPA Filter di Pesawat

Ilustrasi awak kabin memeriksa penumpang pesawat. Foto: Shutterstock
Menurut panduan perjalanan CDC, kualitas udara di pesawat komersial sebenarnya lebih baik dari yang diperkirakan banyak orang. Sistem penyaringan udara HEPA di pesawat mampu menangkap sekitar 99,97 persen partikel berukuran 0,3 mikron atau lebih besar.
Namun, Hoy mengingatkan bahwa sistem HEPA Filter tidak selalu berjalan, misalnya saat proses boarding, deplaning, atau menunggu di landasan. Selain itu, risiko penularan tetap tinggi jika kamu duduk dekat penumpang yang sakit, terlepas dari efektivitas filter.

Seberapa Besar Risiko Kuman di Pakaian?

Stiker berbentuk segitiga yang ada di pesawat. Foto: Shutter Stock
Beberapa mikroba seperti spora bakteri, jamur, atau virus tertentu bisa bertahan di permukaan pakaian selama berjam-jam hingga beberapa hari. Beberapa bahkan mampu bertahan berbulan-bulan jika tidak dibersihkan dengan sabun atau disinfektan.
Sebagian besar mikroba memang tidak berbahaya dan bisa dinetralisir oleh sistem kekebalan tubuh. Namun dalam kondisi tertentu, mikroba dapat berkembang cepat dan menyebabkan infeksi bagi orang dengan imunitas rendah.
Kain dan tekstil juga dapat bertindak sebagai fomites, yakni benda mati yang dapat menjadi sarana perpindahan kuman pada level rendah.
Kebiasaan Cerdas yang Disarankan Setelah Terbang
Para ahli kesehatan menyarankan penumpang untuk melepas dan mencuci pakaian penerbangan segera setelah tiba di rumah atau hotel. Hindari menggoyang pakaian kotor agar partikel tidak menyebar di udara. Cuci dengan deterjen dan air hangat/panas, dan keringkan dengan suhu tinggi jika bahan memungkinkan. Cuci tangan setelah melepas pakaian. Mandi sebelum mengenakan pakaian bersih.
Bersihkan barang yang sering digunakan seperti ponsel, pegangan koper, dan botol minum. Tindakan ini terutama penting jika kamu tinggal bersama lansia, ibu hamil, anak kecil atau orang dengan daya tahan tubuh rendah.
Untuk pencegahan tambahan, para ahli juga menyarankan menjaga kebersihan tangan, menghindari bepergian saat sakit, dan menggunakan masker jika diperlukan.
Trending Now