Bisa Didenda, Ini Alasan Traveler Tidak Boleh Sembarangan Foto Geisha di Jepang

23 September 2025 9:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bisa Didenda, Ini Alasan Traveler Tidak Boleh Sembarangan Foto Geisha di Jepang
Saat liburan ke Kyoto, Jepang, traveler mungkin pernah bertemu dengan geisha.
kumparanTRAVEL
Ilustrasi Geisha berjalan di jalan Gion di Kyoto Jepang. Foto: Juri Pozzi/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Geisha berjalan di jalan Gion di Kyoto Jepang. Foto: Juri Pozzi/Shutterstock
Saat liburan ke Kyoto, Jepang, travelermungkin pernah bertemu dengan geisha. Ya, mereka adalah para pekerja seni atau seniman tradisional khas asal Jepang.
Di Kyoto, geisha bisa dijumpai di jalan-jalan atau di tempat tertentu. Saat bertemu geisha, sebagian traveler mungkin ingin berfoto bareng ataupun memfotonya. Tapi jangan salah, sebab kamu tidak bisa sembarangan memfoto, geisha.
Ilustrasi Geisha dan rutinitas kecantikannya. Foto: Shutterstock
Dilansir Mental Floss, bukan tanpa alasan, geisha atau yang dikenal sebagai β€œperson of the arts” adalah simbol budaya Jepang yang sangat dihormati. Mereka menguasai seni tari, musik tradisional, hingga seni berbincang yang halus, menjadikan kehadirannya sebagai daya tarik unik bagi wisatawan mancanegara. Namun, popularitas itu justru memicu masalah.
Ilustrasi Geisha dan rutinitas kecantikannya. Foto: Shutterstock
Sebelum aturan diberlakukan, banyak turis di Gion yang bersikap kurang sopan demi mendapatkan foto. Pada 2019, beberapa traveler bahkan dilaporkan mengejar geisha, menarik pakaian kimono, mencabut hiasan rambut (kanzashi), hingga melempari mereka dengan puntung rokok. Perilaku semacam ini dianggap mencederai martabat para seniman tradisional Jepang.

Bisa Didenda Rp 1 Juta

Sebagai respons, pemerintah distrik Gion memasang papan larangan dan menetapkan denda hingga 10.000 yen atau sekitar Rp 1 juta bagi siapa saja yang memotret geisha tanpa izin.
Pada 2024, aturan semakin ketat dengan menutup akses turis ke jalan-jalan privat di Gion, demi melindungi kenyamanan penduduk lokal dan pekerja seni.
Ilustrasi Geisha di jalan Gion di Kyoto Jepang. Foto: Juri Pozzi/Shutterstock
Jepang sendiri mencatat rekor baru pada 2024 dengan 36,9 juta wisatawan mancanegara, naik 47,1 persen dibanding tahun sebelumnya. Tingginya angka kunjungan membuat Kyoto harus menyeimbangkan promosi pariwisata dengan pelestarian budaya.
β€œGeisha bukan objek wisata, mereka adalah penjaga tradisi. Wisatawan sebaiknya menikmati budaya ini dengan penuh rasa hormat,” ujar salah satu pengelola tur budaya di Kyoto.
Trending Now