Gubernur NTB Ingin Tata Kelola Pendakian Gunung Rinjani Seperti di Eropa

18 Juli 2025 11:30 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur NTB Ingin Tata Kelola Pendakian Gunung Rinjani Seperti di Eropa
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad, Iqbal, menargetkan pengelolaan pendakian di Gunung Rinjani bisa berkelas dunia.
kumparanTRAVEL
Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menargetkan pengelolaan pendakian di Gunung Rinjani bisa berkelas dunia seperti di Pegunungan Alpen di Eropa ataupun Himalaya di Nepal. Ia pun menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama instansi terkait berkomitmen untuk melakukan penataan terhadap tata kelola pendakian di Gunung Rinjani agar lebih baik.
"Ujung dari kegiatan ini bagaimana menjadikan tata kelola Rinjani ini sebagai destinasi pendakian berkelas dunia. Itu target kita," ujar Lalu saat membuka pelatihan penyelamatan "Rinjani Resque Vertical Evacuation" yang diikuti komunitas pendaki, relawan, guide, dan porter di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (17/7) seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia, sudah saatnya standar tata kelola pendakian di destinasi wisata Rinjani harus berstandar internasional.
Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock
Dia pun berharap standar tata kelola, termasuk penyelamatan di Gunung Rinjani bisa seperti di Pegunungan Alpen Eropa dan Himalaya di Nepal.
"Kelas Rinjani ini sudah harus sama dengan standar di Alpen, Nepal dan tempat-tempat berkelas dunia lainnya," kata Miq Iqbal sapaan karib Gubernur NTB,
Untuk itu, lanjutnya, ada tiga hal penting yang perlu dilakukan dalam membenahi tata kelola pendakian Rinjani menjadi lebih baik, yang utama berkaitan dengan standar pelayanan, pengamanan dan penyelamatan.

Pelatihan Para Guide hingga Porter Gunung Rinjani

Ilustrasi pendakian Gunung Rinjani, Lombok. Foto: Shutter Stock
Tiga hal penting itu, pertama memberikan pelatihan penyelamatan pada guide, porter, dengan instruktur profesional bersertifikasi internasional. Nantinya. para guide dan porter ini bisa mendapatkan sertifikat internasional.
"Pesan yang ingin kita sampaikan dari pelatihan ini, para pendaki dan penggemar pendakian di luar negeri akan melihat penyelamatan di Rinjani sudah internasional, sehingga saat pulang dari sini kembali ke negaranya bercerita, Rinjani pengamanannya sudah standar dunia sehingga semakin banyak orang datang ke Rinjani," ucapnya.
Kedua, kolaborasi semua pihak. Hal ini menjadi penting untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang mendaki Gunung Rinjani.
Salah satunya, mengajak pihak di luar pemerintah seperti Consina dan Arai yang membantu pemasangan signage (sistem tanda visual atau rambu-rambu) di sepanjang jalur pendakian sampai ke puncak Rinjani.
"Selama ini, tidak ada kita akan pasang (signage)," ujar Miq Iqbal.
Timsar berjalan menuju penyelamatan pendaki asal Swiss di Gunung Rinjani. Foto: Dok. SAR
Kemudian ketiga, menyiapkan fasilitas dan peralatan evakuasi berstandar internasional yang akan diletakkan di lokasi yang tidak jauh dari zona rawan pendakian. Hal ini memungkinkan setiap tim penyelamat atau siapa pun yang telah memiliki lisensi di bidang vertical rescue dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk mendukung misi kedaruratan.
"Kalau terjadi situasi kecelakaan akan lebih mudah menurunkan tim ke lokasi ke depzone di sekitar Rinjani. Jadi itu tiga langkah kita membenahi tata kelola pendakian Rinjani," ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan, dari tiga hal penting yang dilakukan untuk membenahi tata kelola Rinjani itu menggunakan biaya dari pemerintah, melainkan gotong royong dari seluruh pihak swasta serta pemangku kebijakan.
Bahkan selain tiga fokus utama tersebut, Pemprov NTB juga telah menyiapkan langkah-langkah pembenahan untuk mengatasi persoalan sampah, asuransi dan sebagainya.
"Jadi harapan kita tahun depan penyelenggaraan pembukaan pendakian sudah jauh lebih baik dari tahun ini. Termasuk pengelolaan sampah, asuransi dan sebagainya kita coba tata ulang semua," katanya.
Trending Now