Jangan Sembarangan Tekan, Ini Aturan Pakai Tombol Panggilan Pramugari yang Benar

4 Januari 2026 8:59 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jangan Sembarangan Tekan, Ini Aturan Pakai Tombol Panggilan Pramugari yang Benar
Traveler mungkin pernah merasa ragu saat menekan tombol panggilan pramugari di pesawat.
kumparanTRAVEL
Ilustrasi penumpang memakai heapdhones di pesawat . Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang memakai heapdhones di pesawat . Foto: BongkarnGraphic/Shutterstock
Travelermungkin pernah merasa ragu saat menekan tombol panggilan pramugari di pesawat. Ada yang takut dianggap merepotkan pramugari, dianggap tidak sopan, atau berpikir tombol itu hanya untuk keadaan darurat. Namun, menurut para awak kabin, tombol kecil di atas kepala itu justru dibuat untuk membantu penumpang, asal digunakan dengan benar.
HuffPost mewawancarai sejumlah pramugari untuk menjelaskan situasi yang tepat dan tidak tepat untuk menggunakan tombol tersebut.

Kapan Traveler Boleh Menekan Tombol Panggilan?

Seorang penumpang menekan tombol panggil pramugari di pesawat. Foto: Shutter Stock
Pramugari Delta Air Lines, Shannon Brown, mengatakan tombol panggilan adalah cara paling nyaman bagi kru untuk membantu penumpang.
โ€œLebih baik tekan tombol daripada menyentuh atau mengetuk kami,โ€ ujarnya.
โ€œPenumpang boleh menekannya jika membutuhkan bantuan sabuk pengaman, butuh penjelasan pengumuman, ingin minuman atau camilan, atau sedang cemas selama penerbangan," lanjutnya.
Menurut para awak kabin, tombol ini bukan hanya untuk darurat, melainkan untuk kebutuhan wajar yang menyangkut kenyamanan, keselamatan, dan kesejahteraan penumpang.
Mantan awak kabin Etihad Airways, Paula S. Adams, menambahkan bahwa tombol itu juga berguna ketika lorong sedang padat, penumpang tidak bisa bangun karena keterbatasan mobilitas, ada bayi di pangkuan, atau teman sebangku sedang tertidur.
Bahkan, jika pramugari lupa membawa minuman yang sudah dijanjikan, penumpang dipersilakan menekan tombol sebagai pengingat.
Tombol itu juga boleh ditekan jika:
Menurut juru bicara Delta, penumpang seharusnya tidak ragu, karena itu bagian dari tugas kru. Tombol panggilan bahkan membantu mengurangi pergerakan di kabin dan mencegah risiko saat turbulensi.
โ€œKami lebih suka kamu menekan tombol daripada berjalan ke galley saat kondisi tidak aman,โ€ ujar Adams.

Kapan Traveler Tak Boleh Menekan Tombol Panggilan?

Ilustrasi pramugari. Foto: Shutterstock
Meski bermanfaat, ada situasi ketika tombol itu sebaiknya tidak digunakan, kecuali dalam keadaan darurat.
1. Saat pesawat taxi, lepas landas, atau menjelang mendarat
Pramugari Delta, Benjamin Biffis, menjelaskan bahwa pada fase kritis ini, pramugari harus duduk dan fokus pada keselamatan.
Meminta headphone atau air minum saat pesawat baru naik bukan keadaan darurat.
2. Saat turbulensi
โ€œKalau lampu sabuk pengaman menyala dan pesawat berguncang, jangan tekan tombol kecuali darurat,โ€ kata pramugari Heather Poole.
3. Untuk hal-hal yang bisa dilakukan sendiri
Misalnya mengeluarkan barang dari tas, mencari film di layar hiburan, atau menanyakan jam landing yang sudah tertera di layar kursi.
4. Untuk komplain kecil tentang penumpang lain
Kecuali berkaitan dengan keselamatan, sebaiknya tunggu pramugari lewat.
5. Untuk mempercepat layanan atau meminta hal yang tidak bisa dikontrol kru
Misalnya protes soal delay, minta upgrade kursi, meminta kru membuang sampah saat mereka masih melayani penumpang lain, hingga refill minuman lima menit setelah take-off.
โ€œJangan perlakukan tombol ini seperti bel concierge,โ€ ujar Adams.
6. Menekan berulang kali untuk permintaan yang sama
Jika permintaan sudah diterima, beri waktu kru melakukan tugasnya.
Pramugari menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah keselamatan penumpang. Layanan adalah bagian pekerjaan, namun bukan yang paling penting.
Tombol panggilan membantu komunikasi dan mencegah penumpang berjalan di lorong saat tidak aman. Jadi, jika benar-benar butuh sesuatu, tekanlah.
Trending Now