JHL Collection Ungkap Strategi Hadapi Dampak Efisiensi hingga Pandemi
1 September 2025 9:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
JHL Collection Ungkap Strategi Hadapi Dampak Efisiensi hingga Pandemi
Industri perhotelan di Indonesia mengalami dinamika dan tantangan yang cukup kompleks. kumparanTRAVEL

Industri perhotelan di Indonesia mengalami dinamika dan tantangan yang cukup kompleks. Mulai dari pandemi hingga pengetatan atau efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah, membuat industri hotel harus menyiapkan sejumlah strategi untuk bisa bertahan.
Executive Director JHL Collection, Satria Wei, mengatakan JHL Collection telah melakukan berbagai strategi antisipasi dan kolaborasi agar bisa bertahan dari dampak pengetatan ekonomi hingga pandemi.
Sejak November tahun lalu, manajemen JHL Collection sudah mulai mempersiapkan langkah mitigasi setelah mendengar rencana kebijakan pengetatan ekonomi. Hal ini terbukti tepat, karena ketika dampak mulai terasa pada Januari-April 2025, perusahaan memang mengalami penurunan kinerja hingga 24% dibanding tahun sebelumnya.
βMeski sempat suffer di tiga sampai empat bulan pertama, kami sudah melakukan pendekatan ke segmen korporasi dan mempermudah sistem distribusi ke pasar FIT (Free Independent Traveler). Jadi efeknya bisa ditekan dan kami tidak sampai bleeding,β ungkap Satria saat ditemui kumparan di kawasan BSD Tangerang belum lama ini.
Tidak Ada PHK, Fokus pada Kolaborasi
Salah satu poin penting dalam strategi JHL Collection adalah komitmen untuk tidak melakukan PHK terhadap karyawan, meskipun kondisi bisnis menurun. CEO dan pemilik perusahaan menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh mengorbankan tenaga kerja.
Sebagai gantinya, JHL Collection mengedepankan kolaborasi. Perusahaan tidak hanya bekerja sama dengan mitra yang dapat mendatangkan pendapatan langsung, tetapi juga dengan pihak-pihak yang memberi keuntungan tidak langsung. Misalnya, kolaborasi antarhotel di beberapa area untuk saling mengisi kebutuhan tamu dan memberikan rekomendasi.
βDengan begitu, semuanya bisa saling menguntungkan,β jelasnya.
Strategi Pengadaan Jangka Panjang
Selain kolaborasi, JHL Collection juga menerapkan strategi efisiensi melalui kerja sama dengan supplier. Perusahaan melakukan pembelian barang kebutuhan dalam jumlah besar untuk periode setahun, dengan sistem pembayaran dan pengiriman yang sudah dijadwalkan.
Langkah ini memberikan kepastian bagi supplier, sekaligus memungkinkan JHL Collection mendapatkan harga terbaik.
βStrategi ini akan terus berlanjut, karena terbukti efektif untuk kedua belah pihak,β tambah Satria.
Di tengah perubahan pasar, JHL Collection juga mulai membuka diri pada berbagai kanal distribusi yang sebelumnya dianggap kurang menguntungkan. Dengan evaluasi yang lebih cermat, perusahaan berupaya memastikan agar setiap kanal bisa memberikan manfaat seimbang bagi kedua pihak.
Mulai Pulih, Tapi Belum Normal
Memasuki Mei 2025, performa bisnis JHL Collection mulai kembali stabil meski belum sepenuhnya normal seperti tahun lalu. Aktivitas sosial seperti pesta dan pernikahan masih menurun karena masyarakat cenderung menekan pengeluaran.
Namun, dengan strategi adaptif dan komitmen menjaga keseimbangan antara investor, karyawan, dan komunitas sekitar, JHL Collection optimistis dapat terus bertahan dan berkembang ke depan.
