London dan Kota Lain di Inggris Bakal Kenakan Pajak Tambahan bagi Turis

8 Desember 2025 15:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
London dan Kota Lain di Inggris Bakal Kenakan Pajak Tambahan bagi Turis
Turis yang ingin liburan ke Inggris kemungkinan harus menyiapkan biaya tambahan.
kumparanTRAVEL
Ilustrasi London, Inggris. Foto: Songquan Deng/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi London, Inggris. Foto: Songquan Deng/Shutterstock
Turis yang ingin liburan ke Inggris kemungkinan harus menyiapkan biaya tambahan. Sebab, mereka akan dikenakan pajak tambahan saat menginap.
Dilansir Travel and Leisure, hal ini dikarenakan Pemerintah Inggris mengkonfirmasi bahwa akan menerapkan pajak turis ketika menginap. Pajak tambahan ini nantinya bakal berlaku di sejumlah kota besar di Inggris, mulai dari London, Manchester, dan kota lainnya.
Pajak baru ini nantinya berlaku bagi turis yang menginap di hotel, persewaan tempat tinggal, hingga guesthouse.

Selaras dengan Praktik Kota-Kota Besar Dunia

Ilustrasi pengendara becak di London. Foto: cowardlion/Shutterstock
Menurut Pemerintah Inggris, kebijakan ini akan membuat mereka sejalan dengan kota-kota global, seperti New York, Paris, dan Milan, yang lebih dulu mengenakan pajak menginap bagi turis.
β€œTuris datang dari berbagai penjuru untuk mengunjungi kota dan wilayah terbaik di Inggris,” kata Menteri Perumahan, Komunitas, dan Pemerintah Lokal Inggris, Steve Reed.
β€œKami memberikan wewenang kepada para wali kota untuk memanfaatkan potensi ini dan mengalokasikan lebih banyak dana untuk prioritas lokal, agar pertumbuhan ekonomi terus berlanjut dan investasi dalam komunitas tetap berjalan," lanjutnya.
Analisis dari Local Government Association pada 2020 mencatat bahwa pajak tersebut dapat dihitung melalui beberapa skema, mulai dari persentase biaya menginap, tarif flat, atau formula lainnya.

Dana Pajak Akan Digunakan untuk Infrastruktur Publik

Ilustrasi tamu yang sedang menginap di hotel. Foto: Anel Alijagic/Shutterstock
Pendapatan dari pajak ini akan dialokasikan untuk berbagai proyek komunitas, termasuk perbaikan infrastruktur publik, penataan jalan di kawasan wisata padat, peningkatan transportasi, dan lainnya.
Wali Kota London, Sadiq Khan, mendukung penuh wacana tersebut.
β€œPendanaan tambahan ini akan langsung mendukung perekonomian London dan memperkuat reputasi kami sebagai destinasi global untuk pariwisata dan bisnis,” ujar Khan.
β€œKami akan bekerja sama dengan sektor pariwisata dan perhotelan untuk memastikan kebijakan ini memberi manfaat maksimal," lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Wali Kota Greater Manchester, Andy Burnham, yang menyebut ini sebagai langkah penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan investasi infrastruktur penting bagi para pengunjung.
Proposal pajak menginap ini sedang berada di tahap konsultasi publik, yang dijadwalkan berakhir pada 18 Februari 2026. Setelah tahap ini, pemerintah akan memutuskan langkah implementasi berikutnya.

Bukan Satu-Satunya

Ilustrasi menginap di alam terbuka Foto: Shutter Stock
Inggris bukan satu-satunya yang memperkenalkan pajak serupa. Kota Kyoto di Jepang juga berencana menaikkan pajak akomodasi mulai Maret 2026. Di sisi lain, Kota Venesia, Italia, juga telah lama menerapkan pajak menginap dan bahkan menambah biaya khusus bagi wisatawan day trip untuk mengendalikan overtourism atau pariwisata berlebih.
Trending Now