Lucerne: Kota Tua, Jembatan Kayu, dan Makan Siang di Danau saat Langit Mendung

13 November 2025 16:00 WIB
Ā·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lucerne: Kota Tua, Jembatan Kayu, dan Makan Siang di Danau saat Langit Mendung
Lucerne Kota Tua, Jembatan Kayu, dan Makan Siang di Atas Danau saat Langit Mendung
kumparanTRAVEL
Lucerne, salah satu kota paling fotogenik di Swiss. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Lucerne, salah satu kota paling fotogenik di Swiss. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Langit Lucerne, Swiss, di penghujung Oktober tampak kelabu. Awan tebal menggantung rendah di atas danau, membuat suasana terasa tenang sekaligus sedikit melankolis. Di kejauhan, dentang lonceng gereja tua berpadu dengan sorak penonton SwissCityMarathon, yang hari itu melintasi tepi danau dengan semangat tinggi.
Di antara udara lembap dan aroma kopi yang menyeruak dari kafe-kafe di Old Town Lucerne, kami memulai langkah menyusuri salah satu kota paling fotogenik di Swiss.
Kapellbrucke, jembatan kayu legendaris yang jadi ikon Lucerne, Swiss. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Tujuan pertama tentu saja Kapellbrücke, jembatan kayu legendaris yang jadi ikon Lucerne. Dibangun pada tahun 1333, jembatan ini awalnya berfungsi sebagai bagian dari sistem pertahanan kota.
Di langit-langitnya tergantung panel-panel lukisan segitiga yang bercerita tentang sejarah Swiss dan para santo pelindung. Sebagian besar memang sempat hangus terbakar dalam kebakaran besar tahun 1993, tapi warga Lucerne dengan sabar memulihkannya. Kini, jembatan sepanjang 200 meter itu kembali berdiri megah, dipenuhi bunga warna-warni di sepanjang pagar kayunya.
Panel-panel lukisan segitiga yang bercerita tentang sejarah Swiss dan para santo pelindung di jembatan Kapellbrucke. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Kami melangkah perlahan di atas papan kayu yang sedikit berderit, sambil sesekali berhenti untuk menikmati pemandangan Danau Lucerne. Dari bawah, beberapa kapal wisata melintas tenang di atas air yang memantulkan warna abu-abu langit. Salah satunya adalah kapal yang menjadi tujuan makan siang kami hari itu.
Begitu naik ke atas kapal, suasana langsung berubah. Hangat dan nyaman. Dari jendela kaca besar, terlihat kota tua Lucerne dengan atap rumah bergaya abad pertengahan, menara batu Wasserturm yang kokoh di ujung jembatan, dan gunung Pilatus yang samar tertutup kabut. Cuaca mendung justru membuat suasananya terasa lebih syahdu, seperti sedang menonton film klasik Eropa dari dalam ruang makan.
Kapal yang terdapat di danau Lucerne, Swiss. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Di luar, para pelari marathon terus melaju di tepi danau, disemangati warga yang berdiri di bawah payung warna-warni. Rasanya seperti melihat dua dunia bersandingan: satu penuh energi dan semangat, satu lagi tenang dan reflektif.
Saat kapal perlahan berlayar mengitari danau, pemandangan berganti jadi rumah-rumah kayu kecil, dermaga, dan hamparan pegunungan yang diselimuti kabut. Semuanya tampak seperti lukisan hidup. Kami tak banyak bicara--cukup duduk, menikmati, dan membiarkan Lucerne bercerita lewat pemandangannya.
Pemandangan di Kota Lucerne, Swiss. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Ketika kapal kembali bersandar, gerimis kecil mulai turun. Kami kembali berjalan menyusuri jalan berbatu di Altstadt, melewati toko jam, butik cokelat, dan deretan restoran kecil yang mulai menyalakan lampu sore.
Meskipun matahari tak muncul sepanjang hari, Lucerne tetap terasa hangat dari senyum warganya, dari cerita di jembatan kayu yang tua, dan dari suasana kota yang seolah diciptakan untuk dinikmati perlahan.
Kota tua Lucerne, Swiss. Foto: Adhie Ichsan/kumparan
Lucerne mungkin tidak luas, tapi di bawah langit mendung itu, kami tahu ini adalah salah satu kota yang paling mudah membuat siapa pun jatuh cinta.

Panduan Menikmati Kota Lucerne, Swiss

Rute Singkat Menjelajah Kota Tua

• Mulailah dari area Old Town (Altstadt) Lucerne: jalan kaki di jalanan berbatu, lihat rumah-bergaya abad pertengahan, mural di fasad rumah.
• Lanjut ke ikon kota: Kapellbrücke (Chapel Bridge) dengan menara batu Wasserturm. Jembatan kayu ini dibangun tahun 1333 sebagai bagian sistem pertahanan kota.
• Dari sana, lanjutkan ke tepi danau untuk naik kapal, atau cukup duduk di kafe sambil mengamati aktivitas di tepi danau dan suasana kota di bawah langit mendung.

Naik Boat di Lake Lucerne

• Untuk pengalaman santai, ada boat-tour sekitar 1 jam. Contoh: panorama-yacht ā€œSaphirā€ one-hour cruise dari Pier 7: dewasa sekitar CHF 32 atau Rp 600 ribuan untuk 1 jam.
• Untuk rute yang lebih panjang (misalnya Lucerne ↔ Weggis) harga satu-arah dewasa: CHF 23 untuk 2nd class.
• Jadi, saat menyusun makan siang di atas boat dalam artikel—pastikan mencatat bahwa harga bisa mulai dari sekitar CHF 30 ke atas untuk cruise normal.
• Tips: Karena cuaca mendung bisa berubah cepat—bawa jaket tipis atau syal, dan bila memungkinkan pilih tempat duduk yang terlindung di dalam kabin.

Wisata Ramah Muslim (Halal-Friendly)

• Di Lucerne terdapat komunitas Muslim (sekitar 14.000 orang di kanton Lucerne) dan beberapa masjid, seperti Alhuda Mosque, Al‑Tauhid Mosque, dan Turki Islamic Centre.
• Untuk makanan halal: tersedia restoran yang menyajikan masakan India, Turki, Arab maupun vegetarian/seafood sebagai alternatif. Contoh nama restoran: Mirch Masala, Gandhi, Erdem Kebab.
• Tips untuk muslim traveler:
• Saat memilih restoran Swiss tradisional, tanyakan apakah dagingnya halal atau pilih seafood/vegetarian.
• Gunakan aplikasi peta untuk mencari kata kunci ā€œhalalā€ di Lucerne.
• Untuk salat, bisa cari masjid terdekat atau ruang tenang di hotel/resor saat berada di kota.

Estimasi Biaya & Perencanaan

• Budget boat: dari ~CHF 30 untuk 1 jam cruise; rute lebih panjang bisa CHF 40-70 atau lebih tergantung kelas dan durasi.
• Transportasi umum dan kota cukup efisien—jika memakai pass seperti Swiss Travel Pass bisa mendapat diskon atau gratis untuk beberapa boat tour.
• Cuaca: Karena langit mendung bisa datang tiba-tiba, siapkan pakaian yang hangat atau tahan air ringan untuk kenyamanan.
Trending Now