Menekraf: Aplikasi Jadi Subsektor yang Paling Diminati Investor Internasiona

23 Desember 2025 16:00 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menekraf: Aplikasi Jadi Subsektor yang Paling Diminati Investor Internasiona
Menekraf Sebut Aplikasi Jadi Subsektor yang Paling Diminati Investor Internasional.
kumparanTRAVEL
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, dalam acara Ekraf Annual Report yang digelar di Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Kemenekraf
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, dalam acara Ekraf Annual Report yang digelar di Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Kemenekraf
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa aplikasi kini menjadi salah satu dari tujuh subsektor prioritas Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) yang cukup diminati investor internasional.
Hal ini diungkapkan oleh Teuku Riefky dalam acara Ekraf Annual Report yang digelar di Jakarta, Senin (22/12). Ia mengatakan bahwa aplikasi menjadi penerima investasi tertinggi di 2025.
"Aplikasi menjadi penerima investasi tertinggi pada triwulan 1-3 di 2025. Hal ini menunjukkan tren positif pertumbuhan sector kreativitas berbasis digital di Indonesia," kata Riefky.
Adapun subsektor aplikasi meliputi fintech, e-commerce, aplikasi entertainment, dan lain sebagainya.
Menekraf Teuku Riefky Harsya bersama Wamenekraf Irene Umar dan para deputi dalam acara Ekraf Annual Report yang digelar di Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Kemenekraf
"Berdasarkan data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang kami olah, pada triwulan 1-3 di 2025, investasi pada subsektor aplikasi mencapai Rp 40,94 triliun," kata Riefky.
Hal senada juga diungkapkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Cecep Rukendi. Menurutnya, aplikasi banyak dipilih generasi muda sebagai lapangan pekerjaan.
"Subsektor ini bisa jadi tolok ukur tren industri kreatif yang berkembang di Indonesia, diikuti dengan subsektor games," ujar Cecep.
Lebih lanjut, Cecep mengatakan bahwa hingga triwulan ketiga, game menjadi subsektor yang terus naik, mengalahkan kriya, kuliner, dan fashion yang lama ini merajai industri ekraf.
"Sekarang, penerbitan justru dikalahkan games juga," pungkasnya.
Trending Now