Menikmati Sarapan Terbaik dengan Latar Belakang Sunrise di Plataran Borobudur

2 Desember 2025 9:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menikmati Sarapan Terbaik dengan Latar Belakang Sunrise di Plataran Borobudur
Menikmati sarapan terbaik dengan latar belakang sunrise di Plataran Borobudur.
kumparanTRAVEL
Sarapan di Rooftop Tiga Dari Plataran Borobudur sembari mendengarkan storytelling tentang Borobudur. Foto: Plataran Borobudur
zoom-in-whitePerbesar
Sarapan di Rooftop Tiga Dari Plataran Borobudur sembari mendengarkan storytelling tentang Borobudur. Foto: Plataran Borobudur
Cara kita memulai hari akan menentukan bagaimana tiap langkah akan kita jalani, pernah terpikir bahwa itu dimulai dari sarapan?
Di PlataranBorobudur, pengalaman sarapan bukan sekadar ritual pagi, melainkan kegiatan yang memadukan sejarah dan rasa.
Resort ini baru saja meraih penghargaan Best Breakfast dari Condรฉ Nast Johansens Awards for Excellence 2026 , sebuah pengakuan yang menjadi wajar begitu melihat sendiri bagaimana kumparan merayakan pagi di sini.
Paket Majestic Sunrise Breakfast, atau Plataran Bercerita Sunrise Breakfast, menjadi jembatan antara kuliner dan lanskap Borobudur yang tidak tertandingi.
Subuh itu, pukul 05.00 WIB, kumparan menaiki lift menuju Tiga Dari Rooftop, bagian dari Tiga Dari Borobudur yang merupakan restoran terbaru milik Plataran Borobudur.
Restoran yang menyajikan pengalaman sarapan saat matahari terbit (sunrise breakfast). Lokasinya berada di area ketinggian Plataran, sehingga tamu bisa menikmati hidangan dengan pemandangan langsung ke Candi Borobudur, hamparan perbukitan Menoreh, dan lembah hijau yang mengelilinginya.
Udara masih dingin, kabut menggantung pelan, dan langit berwarna biru gelap yang perlahan pecah oleh garis-garis cahaya. Di sana, seorang storyteller bernama Markoni memulai kisahnya tentang Borobudur. Diiringi kisah bermakna yang tersimpan dalam setiap tingkatnya, ada juga suapan bermakna dan keindahan alam yang mengitari kumparan pagi itu.
Suara Pak Markoni yang merupakan warga lokal itu berpadu dengan aroma teh hangat, dan ketukan sendok para tamu yang bergabung.
Pagi itu memang mendung, tapi cahaya matahari seperti tetap mau muncul di balik awan abu. Siluet candi tetap jadi pemandangannya yang memukau.
Hidangan disajikan dengan rapi di atas meja panjang dan deretan kursi, tepat menghadap Candi Borobudur. Ada roti hangat, buah segar, hidangan lokal, dan pilihan sarapan yang diracik dengan kualitas tinggi.
Namun, yang membuatnya tak terlupakan bukanlah menu, melainkan makna. Kapan lagi sarapan menjadi 'sedalam' ini?
Setiap suapan terasa menyatu dengan pemandangan Borobudur yang perlahan tersinari, menghadirkan momen yang hanya bisa dinikmati di Plataran Borobudur.
Sarapan di Rooftop Tiga Dari Plataran Borobudur sembari mendengarkan storytelling tentang Borobudur. Foto: Retyan Sekar/kumparan
Sarapan di Rooftop Tiga Dari Plataran Borobudur sembari mendengarkan storytelling tentang Borobudur. Foto: Retyan Sekar/kumparan
Di Plataran Borobudur, sarapan bukan sekadar aktivitas harian; keduanya menjadi cara bagi tempat ini merangkai pengalaman, mengajak setiap tamu untuk duduk, menikmati, dan sesekali diam, karena ada keindahan yang hanya bisa ditemukan ketika kita benar-benar memberi waktu bagi diri sendiri untuk hadir.
Ini sejalan dengan filosofi mereka, โ€œHospitality with Impactโ€, yang berakar pada tiga pilar: Alam, Budaya, dan Komunitas. Setiap properti menerjemahkan visi tersebut menjadi pengalaman tamu yang autentik, merayakan lokasi, warisan, dan makna, serta menghadirkan level baru dalam keramahtamahan Indonesia.
Trending Now