Okupansi Hotel di Mataram Capai 40 Persen Jelang Ajang MotoGP Mandalika
22 September 2025 11:56 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Okupansi Hotel di Mataram Capai 40 Persen Jelang Ajang MotoGP Mandalika
Jelang gelaran ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025, industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat mulai bergerak.kumparanTRAVEL

Jelang gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika pada 3-5 Oktober 2025, industri pariwisata di Nusa Tenggara Barat mulai bergerak. Tingkat keterisian kamar atau okupansi hotel di Kota Mataram, yang menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan ke Mandalika, kini sudah mencapai 30-40 persen.
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), I Made Adiyasa Kurniawan, mengatakan beberapa hotel bahkan sudah mencatat okupansi hingga 70 persen, terutama yang digunakan oleh peserta ajang pendukung Asia Talent Cup.
βMemang sudah ramai, bahkan ada yang penuh. Dari total 2.800 kamar yang menjadi bagian AHM, pemesanan terbanyak dilakukan secara daring melalui aplikasi,β ujar Adiyasa, seperti dikutip dari Antara.
Didominasi Wisatawan Domestik
Hingga saat ini, tamu hotel mayoritas berasal dari dalam negeri. Adiyasa mengungkapkan belum ada data signifikan terkait wisatawan mancanegara.
βKalau asalnya dari mana kita belum bisa pastikan, apakah dari Jakarta atau daerah lain. Tapi untuk tamu asing, belum terlihat,β jelasnya.
Ia juga menambahkan, tren pembelian paket wisata melalui agen perjalanan kini jauh menurun dibanding MotoGP Mandalika edisi 2022 dan 2023. Wisatawan lebih banyak memesan kamar secara individual ketimbang rombongan.
Soal tarif, Adiyasa menyebut harga kamar hotel di Mataram masih relatif wajar, mengikuti kategori bintang dan kelas hotel. Beberapa hotel menjual dengan tarif sesuai *publish rate*, bahkan ada yang masih di bawahnya.
βKalau dibandingkan dengan periode sepi di September ini, tentu saat MotoGP harganya lebih tinggi. Tapi tetap di kisaran normal, tidak ada lonjakan berlebihan,β ungkapnya.
Meski ada imbauan pemerintah agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 9 Tahun 2022, aturan itu belum diberlakukan karena tingkat pemesanan kamar belum melonjak.
Jika pada MotoGP edisi pertama dan kedua kamar hotel habis terjual dua minggu sebelum acara, kali ini okupansi bergerak lebih lambat. Salah satu dugaan penyebabnya adalah jadwal MotoGP Mandalika yang berdekatan dengan seri di Sepang, Malaysia, hanya berselang sepekan.
βKalau dibandingkan dengan F1 di Singapura, itu tidak signifikan pengaruhnya. Basis penggemarnya berbeda, dan tiket F1 jauh lebih mahal. Justru yang lebih terasa adalah MotoGP Sepang, karena waktunya sangat dekat,β pungkas Adiyasa.
