Pemkab Cirebon Dorong Penggunaan Becak Listrik sebagai Daya Tarik Wisata

9 Desember 2025 11:12 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemkab Cirebon Dorong Penggunaan Becak Listrik sebagai Daya Tarik Wisata
Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendorong penggunaan becak listrik sebagai daya tarik wisata.
kumparanTRAVEL
Sumardi (89) salah satu penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Sumardi (89) salah satu penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Istimewa
Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, mendorong penggunaan becak listrik sebagai daya tarik wisata. Becak listrik bantuan dari Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, digunakan sebagai moda transportasi ramah lingkungan di kawasan wisata, terutama di destinasi religi dan sentra kerajinan yang menjadi tujuan utama wisatawan.
Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, mengatakan bahwa penggunaan becak listrik dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi para pengemudi becak, khususnya yang berusia lanjut.
“Bantuan becak listrik yang disalurkan Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sangat membantu masyarakat, terutama pengemudi becak berusia di atas 60 tahun,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Safardhon (71) salah satu penerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. Istimewa
Ia menyebutkan pemanfaatan becak listrik akan difokuskan pada kawasan wisata, seperti Makam Sunan Gunung Jati dan sentra Batik Trusmi, karena dua lokasi tersebut memiliki aktivitas wisata yang tinggi, serta membutuhkan transportasi jarak dekat.
Menurut Agus, becak listrik juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, karena lebih nyaman dan hanya sedikit membutuhkan tenaga kayuh, sehingga layanan dapat ditingkatkan.
Ke depannya, Pemerintah Kota Cirebon akan berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), untuk menyiapkan titik-titik pengisian daya di lokasi wisata dan tempat umum lainnya.
“Harapannya fasilitas charging bisa tersedia di pusat-pusat aktivitas masyarakat, agar becak listrik mudah dioperasikan,” ujar Agus.

Pariwisata yang Ramah Lingkungan

Ilustrasi Kota Cirebon. Foto: Shutterstock
Agus menilai pemanfaatan becak listrik juga akan mendukung konsep pariwisata ramah lingkungan yang sedang digencarkan pemerintah daerah.
Selain itu, pemerintah daerah sedang mengkaji pembentukan terminal becak listrik sebagai pusat mobilitas wisatawan, sekaligus sentra pengendalian operasional.
“Dalam penyaluran tahap awal, Cirebon mendapatkan 100 unit becak listrik dari Presiden,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Yayasan GSN Nanik S. Deyang menjelaskan bantuan becak listrik tersebut merupakan program yang dibiayai dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dan diberikan secara bertahap di berbagai daerah.
Ia menyebutkan selain membantu pengayuh becak lansia, pemanfaatan becak listrik di kawasan wisata sudah terbukti efektif di daerah lain, seperti di Blitar, Jawa Timur.
Nanik mengatakan setiap unit becak listrik diproduksi di dalam negeri, dengan harga sekitar Rp 22 juta per unit.
“Makanya bertahap. Sekarang 100 untuk Cirebon, nanti ditambah lagi kalau pabrik selesai produksi,” tutur Nanik.
Menurutnya, banyak pengemudi berusia di atas 65 tahun yang masih mengayuh secara manual, sehingga becak listrik membantu mereka tetap bekerja tanpa mengeluarkan tenaga besar.
“Kami minta pemerintah daerah ikut menjaga, supaya tidak ada yang membohongi atau mengambil alih becak listrik ini,” pungkas Nanik.
Trending Now