Penantian 60 Tahun, Akhirnya Jalur Trans Bhutan Dibuka Lagi untuk Para Turis
11 Oktober 2022 13:56 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Penantian 60 Tahun, Akhirnya Jalur Trans Bhutan Dibuka Lagi untuk Para Turis
Bhutan adalah salah satu negara saat pandemi COVID-19 terjadi melakukan pembatasan perjalanan yang sangat ketat.kumparanTRAVEL

Bhutan merupakan salah satu negara yang melakukan pembatasan perjalanan sangat ketat kala pandemi terjadi. Kini negara yang terkenal akan ketenangannya itu sudah membuka perbatasannya.
Ternyata, bukan hanya itu yang menjadi sorotannya. Ada juga hal yang mungkin sudah ditunggu lama oleh para turis dari seluruh dunia.
Mata dunia tertuju pada Jalur Trans Bhutan (TBT). Akhirnya, setelah penantian selama 60 tahun, TBT dibuka kembali untuk para turis yang ingin berkunjung ke sana.
Sebelumnya, TBT direncanakan akan dibuka pada Maret 2022 lalu. Namun, mundur hingga akhirnya dibuka dengan kedatangan Raja Bhutan pada tanggal 28 September 2022.
Dilansir Times of India, Jalur Trans Bhutan sejak abad ke-16 telah menjadi rute ziarah terpanjang bagi umat Buddha yang melakukan perjalanan ke situs-situs paling suci di Bhutan.
Jalur Trans Bhutan yang memiliki panjang sekitar 403 km ini sekarang terbuka untuk semua turis yang berkunjung ke Bhutan, mulai dari turis domestik hingga turis asing.
Ketua Bhutan Canada Foundation, Sam Blyth, mengatakan 100 persen keuntungan dari dibukanya kembali rute tersebut akan digunakan untuk ke pemeliharaan dan pengembangan jangka panjang jalur, dan untuk mendukung masyarakat lokal yang tinggal di sekitarnya.
"Proyek ini juga bertanggung jawab untuk melibatkan masyarakat dan merangsang perusahaan dan lapangan kerja melalui homestay, tempat perkemahan masyarakat, pembelian bahan makanan untuk tempat perkemahan, dan program bimbingan," kata Sam Blyth.
Jalur Trans Bhutan adalah rute ziarah dan komunikasi kuno yang menghubungkan Haa, di ujung barat Bhutan, dengan Trashigang di timur.
Biasanya rute tersebut digunakan oleh para peziarah, utusan, tentara, dan pedagang sampai tahun 1960-an. Tentu keputusan membukanya untuk para turis bukanlah tugas yang berat.
Jalur ini merupakan pujian atau penghargaan untuk nenek moyang Bhutan dan hadiah untuk generasi masa depannya. Jalur Trans Bhutan menawarkan cara baru dan intensitas untuk mengakses budaya tradisional yang paling terpelihara di dunia.
Untuk menelusuri jalur tersebut, para turis bisa dengan berjalan kaki atau bersepeda, sambil merasakan bagaimana legenda Bhutan hidup dari generasi ke generasi.
