Pengelola Ungkap Alasan Harga Tiket Masuk Museum Nasional Naik 2 Kali Lipat

5 Januari 2026 18:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengelola Ungkap Alasan Harga Tiket Masuk Museum Nasional Naik 2 Kali Lipat
Pengelola Ungkap Alasan Harga Tiket Masuk Museum Nasional Naik 2 Kali Lipat.
kumparanTRAVEL
Pengunjung melihat karya seni pada pameran bertajuk "Korea-Indonesia Ceramic Art Connecting 5,296km" di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (8/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melihat karya seni pada pameran bertajuk "Korea-Indonesia Ceramic Art Connecting 5,296km" di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (8/9). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin, mengungkapkan alasan tentang naiknya harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia. Sebelumnya, kenaikan harga tiket masuk ini mendapat sorotan dari publik.
Dilansir Antara, Indira mengatakan bahwa hal ini dilakukan untuk meningkatkan perawatan dan pemeliharaan koleksi museum sesuai dengan standar.
"Penyesuaian tarif dilakukan agar Museum Nasional Indonesia dan koleksinya dapat terus dirawat sesuai standar pemeliharaan internasional, serta tetap menjadi ruang yang nyaman dan bermakna bagi masyarakat," katanya.
Menjelajah sejarah Indonesia di Museum Nasional. Foto: Tiket.com
Lebih lanjut, Indira mengatakan bahwa pengelola Museum Nasional Indonesia mengemban tugas untuk menjaga warisan arkeologi, sejarah, etnografi, dan numismatika Indonesia.
"Seperti pengelola museum yang lain, pengelola Museum Nasional Indonesia mengandalkan dana dari pemerintah, filantropi, dan tiket pengunjung untuk melakukan pemeliharaan koleksi dan memberikan layanan kepada public," lanjutnya.
Untuk itu, Kementerian Kebudayaan sebagai penanggung jawab institusi Museum Cagar Budaya, termasuk Museum Nasional Indonesia, akhirnya memutuskan menaikkan tarif tiket masuk museum sebesar Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 150 ribu untuk wisatawan asing.
"Dana dari penjualan tiket masuk ke museum digunakan untuk mendukung upaya pemeliharaan koleksi museum, dan penyelenggaraan pelayanan bagi pengunjung museum," ujar Indira.
Pengunjung menikmati pameran The Magical Korea-ASEAN Cultural Heritage Immersive Experience di Museum Nasional, Jakarta, Rabu (6/9/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sementara itu, pengelola Museum Nasional Indonesia berencana untuk mengadakan pameran khusus pada semester pertama tahun 2026. Pameran khusus ini dihadirkan untuk menunjukkan fosil koleksi Uegene Dubois yang dipulangkan dari Belanda ke Indonesia.
Selain itu, pameran imersif juga akan dirancang untuk menghadirkan pengalaman edukasi interaktif berbasis teknologi kepada pengunjung museum.
Ke depannya, pengelola Museum Nasional Indonesia juga akan melanjutkan renovasi enam ruang pamer yang terbakar pada tahun 2023, yang melibatkan dukungan dari pemerintah, swasta, dan publik.
"Selain memamerkan dan memelihara koleksi, Museum Nasional Indonesia menyediakan sarana pendukung, seperti taman, masjid, kantin, dan aula bagi pengunjung," pungkas Indira.
Trending Now