Perbarui Kebijakan Seragam Awak Kabin, AirAsia Izinkan Pramugarinya Berhijab

6 Desember 2025 11:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perbarui Kebijakan Seragam Awak Kabin, AirAsia Izinkan Pramugarinya Berhijab
Maskapai penerbangan AirAsia mengumumkan pembaruan kebjiakan seragam untuk awak kabinnya.
kumparanTRAVEL
Ilustrasi pesawat AirAsia. Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat AirAsia. Foto: Lim Huey Teng/REUTERS
Maskapai penerbangan AirAsia mengumumkan pembaruan kebjiakan seragam untuk awak kabinnya. Kebijakan ini memungkinkan pramugari atau kru perempuan mengenakan hijab saat bertugas apabila mereka menginginkannya.
Kebijakan ini sejalan dengan budaya people-first AirAsia dan komitmen perusahaan untuk terus berkembang berdasarkan masukan dari karyawan dan publik. AirAsia berupaya menciptakan lingkungan kerja di mana setiap Allstar (sebutan untuk karyawan AirAsia) merasa percaya diri, nyaman, dan bangga mewakili maskapai di seluruh rute yang dilayani.
AirAsia perkenalkan kebijakan seragam awak kabin dengan opsi berhijab. Foto: Dok. AirAsia
Group CEO AirAsia Aviation Group, Bo Lingam, mengatakan pembaruan ini mencerminkan perkembangan AirAsia sebagai maskapai global dengan tenaga kerja yang beragam, mencerminkan komunitas dan budaya yang kami hubungkan setiap hari.
"Seragam kami selalu mengedepankan profesionalisme, keselamatan, dan kenyamanan, dan perkembangan ini memperkuat fondasi tersebut dengan memberikan ruang bagi karyawan untuk tetap merepresentasikan AirAsia sesuai keyakinan mereka," ungkap Lingam seperti dikutip dari keterangan resminya.

Fleksibilitas Maskapai AirAsia

Pembaruan ini memperluas fleksibilitas tersebut kepada seluruh kru perempuan yang memilih untuk berhijab, sekaligus menjaga konsistensi di seluruh jaringan penerbangan AirAsia tanpa mengurangi identitas profesional dan ciri khas maskapai.
AirAsia izinkan awak kabinnya berhijab. Foto: Dok. AirAsia
Group Head of Cabin Crew Department, Suhaila Hassan, menambahkan, bahwa Allstars berasal dari berbagai latar belakang, budaya, dan keyakinan, namun disatukan oleh komitmen yang sama untuk memberikan layanan kelas dunia kepada para tamu, yang tercermin dari berbagai penghargaan maskapai yang kami raih setiap tahun.
"Kebijakan ini mencerminkan semangat keberagaman dan dinamika yang menjadi ciri AirAsia. Kami akan terus mengumpulkan masukan dari Allstars dan bekerja bersama mereka dalam penyusunan detail desain dan implementasinya sebelum kebijakan ini diberlakukan. Harapan kami, ini dapat dimulai pada Ramadan tahun 2026," katanya.
CEO Capital A, Tony Fernandes. Foto: Dok. AirAsia
Sejalan dengan itu, CEO Capital A, Tony Fernandes pun mengatakan, salah satu kekuatan terbesar AirAsia adalah awak kabinnya.
"Ketika awak kabin menyampaikan hal ini kepada manajemen, bagi kami penting untuk mendengarkan. Menghormati pandangan dan keyakinan berbeda adalah bagian dari budaya kami dan menjadi faktor penting yang membentuk kesuksesan AirAsia selama ini. Inilah cara kami berkembang: dengan terus beradaptasi, dipandu oleh suara karyawan kami," katanya.
AirAsia izinkan awak kabinnya berhijab. Foto: Dok. AirAsia
Sebelumnya, awak kabin AirAsia telah mengenakan hijab pada rute tertentu, seperti Jeddah, yang mewajibkannya sesuai regulasi setempat.
Seragam merah ikonik AirAsia akan tetap digunakan, dengan opsi hijab dan celana yang dirancang secara profesional sebagaimana yang telah dikenakan kru pada rute Jeddah. Hal ini memastikan kenyamanan, keselamatan, dan konsistensi identitas merek di seluruh jaringan maskapai.
Trending Now