Siapa Sih Glico Man, Papan Reklame Ikonik di Dotonburi Osaka?

26 September 2025 15:24 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 12 Oktober 2025 0:04 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siapa Sih Glico Man, Papan Reklame Ikonik di Dotonburi Osaka?
Ternyata Ini Sejarah Glico Man, Papan Reklame Ikonik di Dotonburi Osaka.
kumparanTRAVEL
Papan reklame raksasa Glico Man di kawasan Dotonbori, Osaka. Foto: Dok. Ezaki Glico Museum
zoom-in-whitePerbesar
Papan reklame raksasa Glico Man di kawasan Dotonbori, Osaka. Foto: Dok. Ezaki Glico Museum
Jalan-jalan ke Osaka, jangan lupa mampir ke Dotonburi. Sebuah area sepanjang kanal di jantung Kota Osaka, Jepang ini, selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.
Saat ke Dotonburi, tak afdol rasanya kalau tak berfoto di depan Glico Man, sebuah papan reklame raksasa yang sudah menjadi ikon Kota Osaka sejak puluhan tahun yang lalu.
Sejarah Glico Man, pelari ikonik di kemasan permen karamel Glico. Kini papan reklamenya menjadi pusat atraksi wisatawan di kawasan Dotonburi, Osaka. Foto: Rini Friastuti/kumparan
Lantas, siapa Glico Man? Dan kenapa papan raksasa ini dipajang di sepanjang kanal Dotonburi?
Pertama-tama, marilah kita berkenalan dengan pelari maraton yang ada di papan reklame tersebut. Namanya Glico Goal in-Mark, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Glico Man. Poster pelari yang tersenyum dengan tangan terbentang itu merupakan gambar yang ada di kemasan permen karamel, produk makanan pertama Glico.
Glico Caramel pertama kali diluncurkan ke publik oleh Glico pada tahun 1922. Kemasan pertamanya adalah kotak merah dengan gambar seorang pelari maraton dengan tangan terbentang lebar.
Slogan yang tertera di kemasan permen itu adalah "300 meters in a single piece", yang artinya, isi permen di kotak tersebut dapat memberikan energi pada konsumennya untuk berlari sejauh 300 meter, seperti citra sang pelari maraton.
Papan reklame raksasa Glico Man di kawasan Dotonbori, Osaka. Foto: Dok. Ezaki Glico Museum
Ada yang bilang, pelari di kemasan tersebut adalah Fortunato Catalon, seorang juara lari asal Filipina. Di usia 19 tahun, Catalon mengikuti kejuaraan Far Eastern Games 1917 di Tokyo, di mana ia mengikuti kompetisi lari 100 dan 200 yard.
Saat itu, Catalon menang di kategori 100 yard dengan berlari dalam waktu 10 detik, dan 23,8 detik di kompetisi 200 yard. Di masa itu, ia diberi gelar 'manusia tercepat di Asia' menurut The Manila Times.
Sejarah Glico Man, pelari ikonik di kemasan permen karamel Glico. Kini papan reklamenya menjadi pusat atraksi wisatawan di kawasan Dotonburi, Osaka. Foto: Rini Friastuti/kumparan
Namun, apakah Glico Man tersebut adalah Catalon?
Ternyata, saat melakukan riset pasar untuk kemasan perdana Glico, pendiri Ezaki Glico, Ri-ichi Ezaki, melihat bahwa reaksi awal terhadap wajah para pelari maraton ini terlalu menakutkan bagi anak-anak.
Ia kemudian berusaha mengubahnya dengan mengambil sampel 3 wajah pelari maraton yang tersenyum, dan Catalon termasuk salah satu yang masuk dalam kemasan. Ada pula wajah Shizo Kanakuri, yang dijuluki bapak maraton di Jepang di era yang sama.
Sejarah papan reklame Glico Man di kawasan Dotonbori, Osaka, dari masa ke masa. Foto: Dok. Ezaki Glico Museum
Seiring berjalannya waktu, wajah Glico Man di kemasan permen dan papan reklame terus berevolusi. Papan reklame Glico Man yang ada di kawasan Dotonburi, Osaka, saat ini merupakan versi keenam, yang dipasang di tahun 2014.
Setelah lebih dari 80 tahun pemasangan, pelari maraton masih menjadi ikon dari Glico yang tak pernah berubah. Selalu menjadi primadona masyarakat Osaka dan wisatawan internasional yang berkunjung ke sana.
Trending Now