Sulteng Jadi Rujukan Pelestarian Budaya: Ada Taman Nasional Lore Lindu
23 Juli 2025 21:41 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Sulteng Jadi Rujukan Pelestarian Budaya: Ada Taman Nasional Lore Lindu
Sulteng yang dijuluki Negeri Seribu Megalit punya banyak situs budaya, salah satunya kawasan Taman Nasional Lore Lindu.kumparanTRAVEL

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pun mengapresiasi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) atas komitmennya dalam memajukan dan melestarikan budaya daerah.
Hal ini disampaikan Fadli Zon saat menghadiri agenda penandatanganan nota kesepahaman strategis bersama Gubernur Sulteng, Anwar Hafid.
Menurut Fadli Zon, Sulteng merupakan salah satu daerah yang paling aktif dan konsisten dalam menjaga warisan budaya serta mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam pembangunan, sehingga dapat meningkatkan ekonomi hingga pariwisata daerah.
Fadli berharap, semakin banyak provinsi yang mengikuti jejak Sulteng dalam melestarikan kearifan lokal.
"Sulawesi Tengah memiliki kebudayaan yang luar biasa, kita berharap semakin banyak provinsi yang benar-benar peduli pada budaya, memajukan kebudayaan di provinsinya masing-masing," kata Fadli, Selasa (22/7/2025).
Dalam pernyataannya, Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengungkap daerahnya saat ini sedang beranjak ke era pemerintahan berlandaskan nilai spiritualitas dan kearifan lokal. Sebab, menurut Anwar, dengan dua nilai tersebut, sebuah daerah akan maju ke arah pembangunan yang lebih baik.
Atas alasan itu juga, Fadli memilih Sulteng sebagai provinsi pertama yang ingin ia ajak bersinergi membangun budaya. Lebih dari itu, provinsi yang dijuluki Negeri Seribu Megalit itu juga punya banyak situs budaya, salah satunya kawasan Taman Nasional Lore Lindu.
โKami memilih Sulawesi Tengah, karena proaktif melestarikan budaya dan juga memiliki banyak situs budaya dan salah satunya tadi Lore Lindu,โ ungkap Fadli.
Sulteng diharapkan dapat menjadi contoh dan rujukan nasional dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya di seluruh Indonesia. Selain itu, Sulteng pun diproyeksikan menjadi model ideal pengelolaan kekayaan budaya berbasis masyarakat dan kearifan lokal.
Taman Nasional Lore Lindu
Selama ini, Lore Lindu yang terletak di Kabupaten Sigi dan Poso dikenal sebagai kawasan taman nasional karena menyimpan keanekaragaman hayati dan warisan budaya yang unik.
Kawasan konservasi sekitar 50 kilometer dari Kota Palu ini mendapat status sebagai Cagar Biosfer UNESCO, karena berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan penelitian ilmiah di kawasan Wallacea.
Dengan luas sekitar 2.180 km persegi, Lore Lindu menjadi habitat bagi banyak spesies endemik Sulawesi, seperti anoa, babirusa, tarsius, dan berbagai jenis burung. Lanskapnya mencakup hutan hujan tropis, pegunungan, dan Danau Lindu.
Taman Nasional Lore Lindu juga terkenal dengan warisan budaya megalitik yang unik. Di lembah Napu, Besoa, dan Bada, terdapat lebih dari 400 peninggalan megalit berupa patung batu raksasa, kalamba (wadah batu), dan dolmen yang diperkirakan berasal dari 3.000 SM hingga 1.300 M.
Situs-situs ini tidak hanya menjadi daya tarik arkeologi, tetapi juga bukti peradaban kuno yang pernah berkembang di Sulteng. Perpaduan antara keindahan alam, keragaman hayati, dan nilai sejarah menjadikan Lore Lindu sebagai destinasi wisata alam dan budaya yang sangat berharga.
