Tur Ini Ajak Kamu Sehari Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Berminat?
15 Agustus 2025 16:11 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Tur Ini Ajak Kamu Sehari Jadi Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Berminat?
Abdi Dalem Experience ini mengajak wisatawan menjadi Abdi Dalem atau orang yang mengabdikan diri kepada Keraton Yogyakarta.kumparanTRAVEL

Keraton Yogyakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bangunan bersejarah yang terletak di Yogyakarta ini didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I, pada tahun 1755 setelah perjanjian Giyanti, yang membagi wilayah Mataram menjadi dua.
Selain jadi pusat kegiatan budaya, seni, dan pelestarian tradisi, Keraton Yogyakarta juga menawarkan hal menarik lain, salah satunya adalah pengalaman menjalani kehidupan sebagai seorang Abdi Dalem.
Baru saja diluncurkan pada tahun ini, tur bernama Abdi Dalem Experience ini mengajak wisatawan menjadi Abdi Dalem, atau orang yang mengabdikan diri kepada Keraton Yogyakarta, khususnya kepada Sultan, dengan setia dan tulus.
"Idenya berawal dari banyak orang yang penasaran tentang Abdi Dalem. Kehidupan Abdi Dalem itu seperti apa? Bahkan, banyak video di media sosial tentang kehidupan Abdi Dalem, mulai berangkat dari rumah, bagaimana mereka sowan, hingga pulang ke rumah. Kita mengemasnya dengan bagaimana wisatawan bisa menjadi Abdi Dalem Sehari," ujar Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, saat ditemui kumparan belum lama ini.
Lalu, seperti apa tur ini dimulai dan pengalaman apa saja yang ditawarkan untuk wisatawan? Berikut ulasannya.
Tur Abdi Dalem Experience Keraton Yogyakarta
Tur diawali dari Dalem Mangkubumen yang dulunya merupakan tempat tinggal pangeran atau putra mahkota Keraton Yogyakarta. Pagi-pagi sekitar pukul 08.00 WIB, kamu akan diceritakan mulai dari sejarah tempat tersebut, hingga pakaian Abdi Dalem.
"Walaupun terakhir dipakai di era Hamengkubuwono ke-8, dari situ diceritakan tentang sejarah tempatnya, diceritakan makna dari pakaian Abdi Dalem, hingga cara memakainya bagaimana," ujar Gusti Bendara.
Dari Dalem Mangkubumen, peserta tur akan diajak naik becak, di mana transportasi tersebut sering digunakan sebagai para Abdi Dalem saat menuju ke Keraton Yogyakarta.
"Banyak sekali Abdi Dalem yang tinggal di sekitaran Keraton yang memang berangkatnya naik becak. Jadi, it's one of the experience (jadi itu salah satu pengalamannya)," lanjut Gusti Bendara.
Begitu sampai di pintu gerbang Keraton, para peserta diharuskan melepas alas kaki. Sebab, ketika sudah memakai jangkep atau pakaian full Abdi dalem, maka tidak boleh menggunakan alas kaki.
Salah satu alasan tidak boleh menggunakan alas kaki, karena sebagai seorang Abdi Dalem, mereka harus mengabdikan diri sepenuhnya.
"Karena mereka mengabdi, sehingga secara tidak hanya pikirannya, tapi juga batinnya itu harus berkoneksi dengan alam. Jadi, mau dikasih panas atau dikasih hujan, Abdi Dalem tidak akan berlari. mereka menghargai, menikmati, meresapi apa yang diberikan Sang Pencipta kepada kita," katanya.
Nah, setelah memasuki gerbang Keraton, kita akan di-ponconiti, atau diajari cara jalan jongkok, dan cara unggah-ungguhnya. Kita juga akan melihat bagaimana Abdi Dalem makan dan minum.
"Setelah itu baru masuk ke Keraton, urut kacang, seperti layaknya Abdi Dalem gitu, ya. Nah, dari situ baru ada experience tambahan, yaitu menggambar motif dari batik yang Abisan Dalem atau yang larangan," tutur Gusti Bendara.
Tur pun diakhiri dengan acara makan siang di Bale Raos atau restoran di dalam Keraton. Menariknya, wsatawan tidak akan makan menggunakan kursi, tapi duduk bersila.
"Baru setelah itu berakhir di sini, makan siang, dengan table set seperti keluarga kerajaan, tapi makannya tidak pakai kursi, tetap silo (posisi duduk bersila)," ujar Gusti Bendara.
Jika tertarik mencoba, tur ini memiliki durasi sekitar lima jam, tepatnya mulai pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB. Tiketnya dibedakan menjadi dua, yaitu tiket domestik dan internasional. Berikut harganya:
