Wisata Halal Dinilai Cocok Dikembangkan di Gorontalo
26 Agustus 2025 16:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Wisata Halal Dinilai Cocok Dikembangkan di Gorontalo
Gubernur Gorontalo mengatakan bahwa wisata halal dinilai cocok dikembangkan di Gorontalo.kumparanTRAVEL

Wisata halal dinilai cocok untuk dikembangkan di Gorontalo. Hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah, saat menyambut kunjungan Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian Pariwisata Indonesia, Harianto.
Idah mengatakan bahwa Gorontalo memiliki potensi besar dalam mengembangkan pariwisata yang terintegrasi dengan sektor lain, seperti argomaritim, olahraga, dan umkm (usaha mikro kecil dan menengah).
"Di Gorontalo, pariwisata tidak bisa dipisahkan dari argomaritim. Begitu juga dengan olahraga, hampir setiap kegiatan wisata selalu dirangkaikan dengan jalan sehat, lari atau kegiatan lainnya," ujar Idah, seperti dikutip dari Antara.
"Dampaknya, para pelaku UMKM ikut terbantu, karena produk mereka bisa dipromosikan langsung kepada masyarakat," tambahnya.
Lebih lanjut, Idah juga menekankan pentingnya sertifikasi halal bagi produk UMKM. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memberikan kemudahan dalam proses sertifikasi halal, termasuk melalui program gratis yang difasilitasi oleh Kementerian Agama, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan, serta lembaga pendamping lainnya.
"Pemerintah provinsi berharap masukkan dan arahan langsung dari Kementerian Pariwisata, dapat menjadi bekal untuk memperbaiki kekurangan, sekaligus memperkuat citra Gorontalo sebagai destinasi wisata halal," lanjutnya.
"Seperti falsafah masyarakat Gorontalo, yaitu 'Adat bersendikan Syara' dan 'Syara bersendikan Kitabullah' (ada yang menjunjung tinggi nilai agama dan nilai agama berdasarkan kitab suci). Inilah yang menjadi dasar kami dalam mengembangkan pariwisata yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi, tetapi juga tetap berakar pada nilai budaya dan agama," tambah Idah.
Sementara itu, Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Harianto, turut mendorong penguatan pengembangan pariwisata ramah Muslim di Provinsi Gorontalo.
Harianto mengatakan bahwa konsep pariwisata ramah Muslim tak hanya soal label halal, tetapi juga mencakup layanan tambahan yang memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
"Sejak wisatawan tiba di bandara, harus sudah ada informasi yang jelas. Misalnya, keberadaan masjid atau musala, tempat salat di bandara, hingga toilet dan tempat wudu yang terpisah antara pria dan Wanita," kata Harianto.
"Begitu pula di hotel, sebaiknya tersedia petunjuk arah musala, jadwal salat, dan fasilitas ibadah yang memudahkan pengunjung. Keberadaan makanan halal yang terjamin kebersihan dan keamanannya juga menjadi aspek penting dalam pengembangan wisata halal," pungkasnya.
