28 Tahun Kepergian Princess Diana: Mengenang Sosok dan Warisan Kemanusiaannya

1 September 2025 22:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
28 Tahun Kepergian Princess Diana: Mengenang Sosok dan Warisan Kemanusiaannya
28 tahun kepergian Putri Diana, sang “People’s Princess” yang dikenang lewat cinta, empati, dan warisan kemanusiaannya.
kumparanWOMAN
Putri Diana tiba di National Hospital for Neurology and Neurosurgery di London, pada 6 Maret 1996. Foto: Gerry Penny/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Putri Diana tiba di National Hospital for Neurology and Neurosurgery di London, pada 6 Maret 1996. Foto: Gerry Penny/AFP
Sudah 28 tahun sejak dunia kehilangan sosok yang begitu dicintai, yaitu Diana, Princess of Wales. Namun hingga kini, kenangan tentang dirinya sebagai ibu, ikon, dan simbol kemanusiaan, masih melekat di hati jutaan orang.

Tragedi yang Menghentikan Dunia

Mobil Mercedes yang ditumpangi oleh Putri Diana dan Dodi Fayed hancur setelah mengalami kecelakaan di terowongan Pont de l'Alma, Paris, Prancis. Foto: PIERRE BOUSSEL / AFP
Pada 31 Agustus 1997, Putri Diana meninggal dunia dalam kecelakaan mobil di Paris bersama Dodi Al-Fayed dan sopirnya, Henri Paul. Malam itu, mobil yang ditumpangi melaju kencang untuk menghindari kejaran paparazi. Sang “People’s Princess” sempat bertahan beberapa jam setelah kecelakaan, tapi akhirnya meninggal dunia di usia 36 tahun.
Kabar kepergiannya membuat dunia terpaku. Ribuan bunga memenuhi Istana Buckingham, jutaan orang berduka, dan para pemimpin dunia memberikan penghormatan terakhir.

Kehidupan, Cinta, dan Perjuangan

Putri Diana bersama Pangeran Charles, Pangeran Harry, dan Pangeran William pada Agustus 1994. Foto: Terry Fincher / Getty Images
Putri Diana lahir dari keluarga bangsawan wangsa Spencer pada 1961. Pernikahannya dengan Pangeran Charles pada 1981 menjadikannya salah satu perempuan paling terkenal di dunia. Namun, di balik kilau mahkota, rumah tangganya penuh gejolak hingga akhirnya bercerai pada 1996.
Meski kehidupan pribadinya rumit, Putri Diana tetap menjalankan perannya sebagai ibu dari William dan Harry dengan penuh cinta. Baginya, kedua anaknya adalah pusat kehidupannya.

Warisan Kemanusiaan

Putri Diana saat Mengunjungi asrama di Sao Paulo, Brazil. Foto: TIM GRAHAMGETTY IMAGES
Hal yang membuat Putri Diana begitu dicintai bukan hanya statusnya sebagai putri kerajaan, melainkan keberaniannya untuk hadir dan peduli. Ia menghapus jarak antara bangsawan dan rakyat lewat sentuhan empati.
Putri Diana tercatat sebagai tokoh penting dalam kampanye kesadaran HIV/AIDS, perjuangan penghapusan ranjau darat, hingga advokasi bagi penderita kanker dan isu kesehatan mental. Sikapnya yang hangat membuat banyak orang merasa dekat meski tak pernah bertemu langsung.

Selamanya “People’s Princess”

Putri Diana, Pangeran William, dan Pangeran Harry. Foto: AFP/POOL
Hingga kini, 28 tahun setelah kepergiannya, warisan Putri Diana tetap hidup. Jejak kemanusiaannya menginspirasi kerja-kerja amal generasi berikutnya, termasuk putra-putranya, Pangeran William dan Pangeran Harry.
Putri Diana bukan hanya dikenang karena gelar kerajaannya, tetapi karena kemanusiaan yang ia tunjukkan. Sosoknya adalah pengingat bahwa kasih sayang, kepedulian, dan keberanian untuk peduli bisa meninggalkan warisan yang abadi.
Trending Now