8 Perawatan Kulit yang Diprediksi Jadi Tren di 2026

8 Januari 2026 18:02 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
8 Perawatan Kulit yang Diprediksi Jadi Tren di 2026
Memasuki 2026, tren skincare tak lagi mengutamakan hasil yang instan, tapi minim downtime, fokus ke longevity, dan kembali ke perawatan yang lebih sadar dan berkelanjutan.
kumparanWOMAN
8 Perawatan Kulit yang Diprediksi Jadi Tren di 2026. Foto: tairome/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
8 Perawatan Kulit yang Diprediksi Jadi Tren di 2026. Foto: tairome/Shutterstock
Memasuki 2026, industri kecantikan tak lagi berorientasi pada hasil yang instan. Setelah beberapa tahun belakangan diwarnai tren viral dan perawatan ekstrem, konsumen kini semakin selektif. Perawatan kulit tak lagi soal perubahan yang segera terlihat, melainkan tentang menjaga keseimbangan dan kesehatan kulit secara berkelanjutan.
Kesadaran ini mendorong pergeseran besar dalam cara orang merawat kulitnya. Pendekatan yang terlalu agresif mulai ditinggalkan, digantikan metode yang lebih lembut, terukur, dan berbasis sains. Konsumen juga semakin memahami bahwa kulit adalah organ hidup yang bereaksi terhadap gaya hidup, stres, hormon, dan lingkungan.
โ€œSetelah bertahun-tahun mencoba segalanya sendiri di rumah, klien kini mencari keamanan, panduan, dan hasil yang bisa dipercaya,โ€ ujar Linnรฉa Wagnรฅs, facialist asal Swedia yang dikenal sebagai The Skin Coach.

Kembalinya Perawatan Profesional

Kembalinya Perawatan Profesional. Foto: Supavadee butradee/Shutterstock
Tahun 2026 menandai kebangkitan perawatan kulit berbasis klinik dan profesional. Banyak orang mulai menyadari bahwa alat rumahan dan tutorial viral memiliki batasan. Sentuhan profesional dinilai lebih mampu membaca kondisi kulit secara menyeluruh. Perawatan pun dilakukan secara rutin dan preventif, bukan menunggu kulit bermasalah.

Stimulasi Regeneratif dengan Minim Downtime

Stimulasi Regeneratif dengan Minim Downtime. Foto: buritora/Shutterstock
Jika sebelumnya perawatan efektif identik dengan rasa sakit dan downtime panjang, kini pendekatannya berubah. Bio-microneedling, liquid needling, hingga spicule therapy dirancang mengikuti mekanisme alami regenerasi kulit. Metode ini menstimulasi pembaruan sel secara lebih lembut. Hasilnya tetap optimal tanpa membuat kulit tersiksa.

Dari Anti-Aging ke Longevity Biology

Dari Anti-Aging ke Longevity Biology. Foto: buritora/Shutterstock
Istilah anti-aging perlahan ditinggalkan karena dianggap terlalu fokus pada usia kronologis. Di 2026, fokus bergeser pada usia biologis kulit. Peptida, pengendalian inflamasi, dan dukungan fungsi mitokondria menjadi fondasi utama. Tujuannya menjaga kulit tetap kuat, adaptif, dan sehat dalam jangka panjang.

Estetika yang Lebih Alami

Estetika yang Lebih Alami. Foto: MDV Edwards/Shutterstock
Tampilan wajah kaku dan overfilled mulai kehilangan popularitasnya. Tren estetika bergerak ke arah perbaikan kualitas kulit dari dalam. PDRN dan biostimulator jaringan membantu kulit beregenerasi tanpa mengubah karakter asli wajah. Pendekatan ini menghasilkan tampilan yang segar, bukan berlebihan.

Intelligent Minimalism dalam Skincare

Intelligent Minimalism dalam Skincare. Foto: Evgenyrychko/Shutterstock
Skinimalism berevolusi menjadi intelligent minimalism. Rutinitas skincare tak lagi dinilai dari banyaknya produk, melainkan ketepatan fungsi. Fokus utama ada pada perlindungan mikrobioma dan pengendalian inflamasi. Skincare disesuaikan dengan hormon, cuaca, dan fase usia kulit.

Body Care Naik Kelas

Body Care Naik Kelas. Foto: Prostock-studio/Shutterstock
Kulit tubuh akhirnya mendapat perhatian yang setara dengan wajah. Di 2026, body care mengandung bahan aktif seperti retinol, niacinamide, dan peptide. Perawatan tubuh tak lagi sekadar melembapkan. Ia menjadi bagian dari strategi kesehatan kulit menyeluruh.

Inside-Out Biobeauty

Inside-Out Biobeauty. Foto: Pixel-Shot/Shutterstock
Pendekatan kecantikan dari dalam semakin menguat. Nutrisi, kesehatan pencernaan, dan kolagen kembali menjadi sorotan. Pendekatan ini menegaskan bahwa skincare tak bisa bekerja sendiri. Hal ini karena kulit adalah refleksi dari keseimbangan tubuh.

Micro-Movement Wellness

Micro-Movement Wellness. Foto: MilanMarkovic78/Shutterstock
Di saat yang sama, micro-movement wellness seperti vibration plate dan pijat mikro mulai populer. Metode ini mendukung sirkulasi dan aliran limfatik tanpa memberi tekanan berlebih pada tubuh.
Pendekatan ini cocok untuk gaya hidup modern yang serba cepat, namun tetap menuntut hasil yang lembut dan berkelanjutan. Tak hanya berdampak pada tampilan kulit, micro-movement wellness juga membantu tubuh merasa lebih seimbang dan rileks secara menyeluruh.
Trending Now