Apakah Kamu Otrovert? Kenali Kepribadian Selain Introvert dan Ekstrovert

6 Oktober 2025 20:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Apakah Kamu Otrovert? Kenali Kepribadian Selain Introvert dan Ekstrovert
Belakangan muncul istilah baru yang ramai diperbincangkan di media sosial, yaitu otrovert. Otrovert tidak butuh komunitas sebagai sumber energi dan melihat diri sebagai individu yang berdiri sendiri.
kumparanWOMAN
Frida Kahlo yang digambarkan oleh Dr. Rami Kaminski sebagai salah satu orang dengan kepribadian otrovert (Foto: fridakahlo.org)
zoom-in-whitePerbesar
Frida Kahlo yang digambarkan oleh Dr. Rami Kaminski sebagai salah satu orang dengan kepribadian otrovert (Foto: fridakahlo.org)
Selama bertahun-tahun, dalam dunia psikologi, istilah introvert dan ekstrovert dikenal sebagai cara untuk memahami bagaimana seseorang berinteraksi dengan lingkungannya. Namun, belakangan ini muncul istilah baru yang ramai diperbincangkan di media sosial, yaitu otrovert.
Ladies, untuk kamu yang selalu bertanya-tanya kenapa kamu merasa tidak nyaman dengan istilah introvert atau ekstrovert karena tidak bisa mendeskripsikan dirimu dengan baik, istilah otrovert ini mungkin tepat untukmu.

Apa itu otrovert?

Dilansir Guardian, secara sederhana, otrovert berasal dari kata β€œotro” dalam bahasa Spanyol yang berarti β€œlain” atau β€œother” dalam bahasa Inggris, digabungkan dengan kata β€œvert” seperti pada introvert dan ekstrovert.
Dr. Rami Kaminski, psikiater asal New York yang mengenalkan istilah otrovert (Foto: The Otherness Institute)
Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Dr. Rami Kaminski, seorang psikiater asal New York. Melalui bukunya yang berjudul The Gift of Not Belonging: How Outsiders Thrive in a World of Joiners, ia menggambarkan otrovert sebagai individu yang berbeda dari pola kepribadian pada umumnya.
Otrovert tidak menolak keberadaan orang lain, tapi mereka juga tidak menggantungkan identitas maupun energinya pada lingkungan sosial. Mereka lebih memilih untuk menemukan kekuatan dari diri sendiri.
Karakter ini, menurut Rami Kaminski, ditemukan pada tokoh-tokoh seperti Frida Kahlo, Franz Kafka, dan Albert Einstein.

Apa yang membuatnya berbeda dengan kepribadian introvert, ekstrovert, dan ambivert?

Bayangkan sebuah garis spektrum kepribadian, dengan introvert dan ekstrovert berdiri di sisi-sisi yang saling berlawanan, lalu ambivert berada di tengah. Nah, otrovert tidak berdiri di spektrum yang sama dengan kepribadian itu.
Otrovert bukan introvert yang umumnya membutuhkan waktu menyendiri untuk mengisi ulang energi setelah bersosialisasi, bukan ekstrovert yang mendapatkan energi dari interaksi dengan banyak orang, juga bukan berada di tengah-tengah seperti ambivert.
Jika introvert dan ekstrovert masih dianggap sebagai tipe kepribadian β€œkomunal” yang pada dasarnya berhubungan dengan kelompok, otrovert cenderung berada di luar lingkaran itu. Mereka tidak mencari kebersamaan sebagai sumber energi dan melihat diri sebagai individu yang berdiri sendiri.
Ciri khas yang sering muncul adalah ketidakpedulian terhadap hal-hal populer atau tren yang sedang ramai. Otrovert jarang mengalami fear of missing out (FOMO) karena mereka tidak merasa harus mengikuti apa yang dilakukan banyak orang. Mereka lebih menyukai interaksi yang mendalam, biasanya dengan satu orang atau dalam lingkaran yang sangat kecil.

Bagaimana cara mengetahui kamu otrovert?

Mengetahui apakah kamu termasuk otrovert bisa dilakukan dengan memperhatikan kecenderungan sehari-hari. Jika kamu merasa tidak nyaman ketika harus menyesuaikan diri dengan arus kelompok, bisa jadi kamu memiliki sifat otrovert.
Misalnya, kamu tidak merasa perlu mengikuti topik populer hanya agar bisa terlibat dalam percakapan. Kamu mungkin lebih suka berbicara dari hati ke hati dibandingkan basa-basi dalam situasi sosial.
Hal lain yang bisa menjadi tanda adalah rasa nyaman dengan posisi sebagai orang luar. Bagi banyak orang, berada di luar lingkaran bisa menimbulkan rasa canggung, tetapi otrovert justru melihatnya sebagai ruang untuk berpikir dengan lebih bebas.
Lalu, cara lain yang bisa kamu coba dan lebih mudah adalah dengan mengisi kuis daring gratis β€œThe Otherness Scale” dari The Otherness Institute yang didirikan oleh Rami Kaminski pada tahun 2023.
Penulis: Zulfa Salman
Trending Now