Brigitte Macron Takut Pakai Celana di Depan Publik karena Rumor Transgender

21 November 2025 14:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Brigitte Macron Takut Pakai Celana di Depan Publik karena Rumor Transgender
Brigitte Macron ungkap ketakutannya memakai celana di depan publik, takut rumor transgender kembali mencuat.
kumparanWOMAN
Penampilan Stylish dari Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron. Foto: Instagram/@brigittemacronfanpage
zoom-in-whitePerbesar
Penampilan Stylish dari Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron. Foto: Instagram/@brigittemacronfanpage
Ibu Negara Prancis, Brigitte Macron, baru-baru ini mengungkap ketakutannya untuk mengenakan celana di depan umum, bukan karena alasan mode, melainkan karena kekhawatirannya terhadap rumor bahwa ia dilahirkan sebagai laki-laki kembali lagi.
Pernyataan itu disampaikan melalui sahabat dekatnya, Éric Dupond-Moretti, mantan Menteri Kehakiman Prancis, dalam wawancaranya dengan RTL Radio. Ia menyoroti bagaimana teori konspirasi tak berdasar itu telah memberi dampak serius terhadap kesehatan mental Brigitte Macron.
Istri Presiden Prancis, Brigitte Macron. Foto: Christian Hartmann/AFP
“Brigitte selalu harus berhati-hati dengan setiap hal yang ia kenakan dan bagaimana ia bersikap di depan umum. Ia tahu gambarnya bisa dipelintir kapan saja,” ungkap Moretti.
Rumor palsu yang menuduh Brigitte Macron sebagai transgender pertama kali muncul pada 2021, saat dua perempuan Prancis menyebarkan wawancara berdurasi empat jam di YouTube, menuduh bahwa nama lahir Brigitte adalah Jean-Michel Trogneux, nama saudara laki-lakinya sendiri. Tuduhan absurd itu dengan cepat menyebar di media sosial, bahkan mencapai lingkup internasional, memaksa Brigitte dan suaminya, Presiden Emmanuel Macron, mengambil langkah hukum.
Istri Presiden Prancis, Brigitte Macron. Foto: Oli Scarff/AFP
Kasus tersebut kini telah berujung di pengadilan. Sepuluh orang, terdiri dari delapan laki-laki dan dua perempuan, diadili di Paris pada 27 dan 28 Oktober lalu karena diduga melakukan pelecehan daring dan penyebaran fitnah terhadap Ibu Negara. Jaksa menuntut hukuman penjara yang ditangguhkan selama tiga hingga dua belas bulan, serta denda hingga EUR 8 ribu atau Rp 154 Juta (kurs 19.285).
Putri Brigitte, Tiphaine Auzière, hadir di persidangan dan memberikan kesaksian tentang bagaimana rumor itu memengaruhi keluarganya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan istri, Brigitte Macron di penobatan Raja Charles III. Foto: BEN STANSALL/Pool via REUTERS
“Ini berdampak pada anak-anak dan cucu-cucunya. Mereka mendengar ejekan di sekolah, seperti ‘nenekmu itu laki-laki.’ Saya tidak tahu bagaimana cara menghentikannya,” ujarnya di pengadilan.
Menurut dokumen persidangan, kesehatan fisik dan mental Brigitte Macron memburuk sejak rumor tersebut meluas. Ia bahkan mengaku dalam penyelidikan bahwa ke mana pun ia pergi, orang-orang selalu membicarakan isu itu, bahkan di antara para istri kepala negara lainnya.
Trending Now