Bulu Hewan untuk Produk Fesyen Resmi Dilarang di New York Fashion Week 2026

6 Desember 2025 20:31 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bulu Hewan untuk Produk Fesyen Resmi Dilarang di New York Fashion Week 2026
Bulu hewan atau fur untuk produk-produk fesyen tidak akan lagi diizinkan muncul di runway New York Fashion Week mulai 2026. Alasannya adalah industri ini tidak etis terhadap hewan.
kumparanWOMAN
Model mengenakan busana berbahan bulu hewan di runway New York Fashion Week. Foto: Stan Honda/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Model mengenakan busana berbahan bulu hewan di runway New York Fashion Week. Foto: Stan Honda/AFP
Pekan fashion bergengsi dunia, New York Fashion Week, tidak akan lagi menampilkan item fashion yang terbuat dari bulu hewan (fur). Keputusan ini dikeluarkan oleh penyelenggara NYFW, Council of Fashion Designers of America (CFDA), pada Rabu (3/12) lalu.
Dikutip dari situs resmi CFDA, penggunaan bulu hewan untuk item fesyen akan resmi dilarang di runway New York Fashion Week mulai September 2026. Tak hanya di runway, item fesyen dari bulu hewan juga tidak diperbolehkan muncul di situs resmi hingga platform media sosial NYFW.
Mengingat larangan ini akan berlaku menuju penghujung 2026, para desainer dan brand fashion akan memiliki lebih banyak waktu untuk menyesuaikan koleksi dan rencana peragaan busana mereka. CFDA mengatakan, mereka juga akan membantu para desainer dalam transisi ini dengan menawarkan alternatif dari bulu hewan asli.
Model menggunakan busana dengan bahan bulu hewan (fur) di runway New York Fashion Week. Foto: TIMOTHY A. CLARY / AFP
Keputusan ini diambil menyusul kerja sama CFDA dengan organisasi perlindungan hewan, Humane World for Animals, dan Collective Fashion Justice.
“Sudah hampir tidak ada lagi item fesyen bulu hewan yang ditampilkan di NYFW. Namun, dengan mengambil posisi ini, CFDA berharap dapat menginspirasi desainer-desainer Amerika Serikat untuk lebih memikirkan dampak industri mode terhadap hewan,” ucap CEO dan Presiden CFDA, Steven Kolb, sebagaimana dikutip dari keterangan resmi.
“Konsumen saat ini meninggalkan produk-produk yang berkaitan dengan kekerasan terhadap hewan dan kami ingin memposisikan fashion Amerika sebagai pemimpin di barisan ini,” tambahnya.
Model menggunakan busana dengan bahan bulu hewan (fur) di runway New York Fashion Week. Foto: Don Emmert / AFP
Bulu hewan yang dimaksud adalah yang bersumber dari binatang yang diternakkan dan dan dibunuh untuk diambil bulunya. Contohnya adalah cerpelai (minx), rubah, kelinci, chinchilla, domba karakul, koyote, dan anjing rakun. Bulu hewan biasanya dipakai untuk membuat mantel bulu, topi bulu, dan syal.
Meski begitu, CFDA memiliki pengecualian untuk aturan ini. Bulu hewan yang diambil oleh masyarakat suku asli (indigenous people) Amerika lewat perburuan secara tradisional masih diperbolehkan untuk digunakan untuk produk fashion.
Langkah yang diambil ini sejalan dengan jejak berbagai brand fashion dunia. Sejumlah jenama mode Amerika Serikat seperti Coach dan Marc Jacobs sudah lama meninggalkan bulu hewan untuk item fashion mereka. Perusahaan penerbitan Conde Nast—yang memayungi media-media fesyen seperti Vogue, Tatler, dan Vanity Fair—juga telah melarang promosi bulu hewan di semua majalah mereka.
Model menggunakan busana dengan bahan bulu hewan (fur) di runway New York Fashion Week. Foto: STAN HONDA / AFP
Sebelum NYFW, London Fashion Week sudah lebih dahulu menerapkan larangan ini pada 2023. Pekan mode di kota-kota lainnya seperti Copenhagen, Berlin, Stockholm, Amsterdam, Helsinki, dan Melbourne juga telah mengikuti aturan ini.
Collective Fashion Justice, organisasi yang mendorong industri fashion yang etis, memuji langkah CFDA ini. Mereka pun berharap, dua fashion week utama lainnya, yaitu Milan dan Paris, bisa ikut menerapkan larangan ini.
“CFDA telah semakin jauh meneguhkan posisi mereka sebagai dewan fashion terdepan dan inovatif di panggung dunia dengan meninggalkan penggunaan bulu hewan yang tidak etis dan tidak berkelanjutan. Di Collective Fashion Justice, kami berharap Milan dan Paris Fashion Week bisa mengikuti kepemimpinan CFDA dan British Fashion Council dengan dukungan kami,” ucap Founding Director Collective Fashion Justice, Emma Hakansson.
Dulu, item fashion yang terbuat dari bulu-bulu ini sangatlah populer. Dilansir The Hollywood Reporter, item fashion berbahan bulu hewan, seperti mantel bulu cerpelai, banyak dikenakan oleh aktris-aktris ternama Hollywood.
Seorang aktivis hak-hak hewan memegang plakat bertuliskan "Stop Fur" dalam aksi unjuk rasa untuk memprotes penggunaan bulu hewan di dekat Carroussel du Louvre, tempat grup mewah LVMH mengadakan rapat umum, di Paris, (20/4/2023). Foto: AFP
Sebut saja Marilyn Monroe di film How to Marry a Millionaire. Nama-nama besar seperti Audrey Hepburn, Barbara Streisand, dan Judy Garland bahkan muncul di kampanye brand fashion bulu cerpelai Blackglama pada 1968–1994.
Belakangan ini, industri bulu hewan untuk fashion semakin menunjukkan penurunan. Menurut Direktur PETA (asosiasi hak hewan AS) Ashley Byrne, produksi bulu hewan secara global mengalami penurunan yang cukup drastis. Penurunannya mencapai 60 persen antara 2022 dan 2023.
“Sejak saat itu, kami melihat sejumlah merek menerapkan kebijakan anti-bulu hewan, jadi kami memprediksi akan melihat progres tersebut dalam statistik,” ucap Ashley kepada The Hollywood Reporter.
Trending Now