Danjyo Hiyoji Redefinisi Maskulinitas di Koleksi Athletic Rhythm di PIFW 2025

9 Oktober 2025 12:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Danjyo Hiyoji Redefinisi Maskulinitas di Koleksi Athletic Rhythm di PIFW 2025
Danjyo Hiyoji redefinisi maskulinitas lewat koleksi “Athletic Rhythm” yang sporty, teatrikal, dan penuh karakter.
kumparanWOMAN
Danjyo Hiyoji Redefinisi Maskulinitas di Koleksi Athletic Rhythm di PIFW 2025. Foto: Danjyo Hiyoji
zoom-in-whitePerbesar
Danjyo Hiyoji Redefinisi Maskulinitas di Koleksi Athletic Rhythm di PIFW 2025. Foto: Danjyo Hiyoji
Ladies, rumah mode Danjyo Hiyoji kini menyajikan rancangan yang segar, eksperimental, sekaligus berani lewat koleksi “Athletic Rhythm”. Koleksi ini ditampilkan dalam runaway Plaza Indonesia Fashion Week hari Sabtu (4/10).
Dengan ide cemerlang dari sang Creative Director Dana Maulana, Danjyo Hiyoji membuktikan kalau gaya maskulin tidak selalu kaku dan monoton. Maskulinitas dalam berbusana bisa ditampilkan lebih ekspresif, tanpa menghilangkan karakteristiknya.
Jadi, rasanya tak lengkap kalau kita tak membahas rangkaian runaway dan detail tampilan dalam koleksi Danjyo Hiyoji kali ini. Yuk, simak informasi selengkapnya, Ladies!

Show yang Dinamis dan Apik Bikin Penonton Terbawa Suasana

Show yang Dinamis dan Apik Bikin Penonton Terbawa Suasana. Foto: Danjyo Hiyoji
Atmosfer dinamis yang mendebarkan langsung terasa di awal show. Alur teatrikal dengan musik berirama cepat membuat penonton seolah dibawa ke dalam dunia remaja laki-laki yang memiliki karakter beragam.
Tak hanya itu, adegan-adegan aksi yang ditampilkan di awal, tengah, hingga akhir runaway jadi bumbu pelengkap yang membangun suasana dan mendukung karakter koleksi yang sedang ditampilkan.
Setiap langkah model yang mempresentasikan busana dalam koleksi ini terasa seperti babak dalam sebuah cerita, dengan busana yang menonjolkan kepribadian mereka masing-masing.

Terinspirasi dari Olahraga, Jadi High Fashion yang Enerjik

Terinspirasi dari Olahraga, Jadi High Fashion yang Enerjik. Foto: Danjyo Hiyoji
Koleksi ini terinspirasi dari beberapa olahraga, seperti sepak bola, boxing, hingga baseball. Ciri khas dari tiap cabang olahraga tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa mode berupa high fashion yang jauh dari kesan kasual, tapi tetap enerjik.
Setiap tampilan yang dipresentasikan model di panggung runaway tampaknya nggak bisa bikin kita berhenti takjub melihatnya. Lewat perpaduan warna-warna netral khas laki-laki, seperti abu-abu, hitan, dan navy, dengan warna vibrant, koleksi tersebut seolah-olah memberi napas baru salam dunia fashion.
Tekstur kain yang kontras, dari lembut hingga kaku, dipilih untuk menciptakan harmoni antara kenyamanan dan ketegasan. Koleksi ini bukan cuma tentang gaya, tapi juga tentang kebebasan berekspresi dan redefinisi makna maskulinitas.

Masukilinitas yang Dituangkan Jadi Eksplorasi Visual Tanpa Batas

Masukilinitas yang Dituangkan Jadi Eksplorasi Visual Tanpa Batas. Foto: Danjyo Hiyoji
Namun yang paling menarik, koleksi ini juga mengajak kita meninjau ulang konsep maskulinitas. Elemen-elemen fashion yang biasanya dianggap feminin, seperti puffy sleeves dan pleated skirt, dikemas ulang ke dalam busana laki-laki modern.
Hasilnya? Tentu sebuah eksplorasi visual tanpa batas yang mengisyaratkan bahwa kelembutan dan kekuatan bisa berjalan selaras. Meskipun sebenarnya pleated skirt bukan sekadar fashion statement, tapi juga penghormatan pada sejarah kilt dari Skotlandia yang jadi simbol kebanggaan laki-laki di masa lalu.
Melalui koleksi ini, Dana Maulana berhasil menunjukkan bahwa menjadi laki-laki modern nggak cuma soal menyesuaikan diri dengan aturan, tapi soal berani menampilkan diri apa adanya lewat karakteristik yang kuat, lembut, bebas, dan autentik. Koleksi ini terasa seperti ajakan bagi para laki-laki untuk menari mengikuti ritme mereka sendiri, an athletic rhythm of confidence, comfort, and individuality.
Trending Now