Flora Versterberg, Sepupu Raja Charles III yang Idap Autisme, kini Lanjut S3
20 Oktober 2025 15:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
Flora Versterberg, Sepupu Raja Charles III yang Idap Autisme, kini Lanjut S3
Sosok Flora Vesterberg, sepupu Raja Charles III, pilih jadi akademisi dan buka suara soal autisme.kumparanWOMAN

Tak semua anggota keluarga kerajaan tampil glamor atau hidup di bawah sorotan publik. Sebagian memilih jalan yang lebih senyap, tapi tetap berpengaruh. Salah satunya yang dilakukan Flora Vesterberg (née Ogilvy), sepupu jauhnya Raja Charles III. Ia kini sedang jadi sorotan bukan karena royal duty, melainkan karena prestasi akademiknya.
Flora Vesterberg (30) berada di urutan ke-62 pewaris takhta Kerajaan Inggris. Wajahnya beberapa kali terlihat di balkon Istana Buckingham saat Trooping the Colour atau acara pernikahan kerajaan, tetapi kehidupannya jauh dari hingar-bingar publik figur.
Ia baru saja mengumumkan bahwa dirinya resmi memulai studi PhD di The Courtauld Institute of Art, salah satu kampus seni paling prestisius di dunia. Fokus risetnya adalah Nordic Impressionism, yang membuatnya bakal bolak-balik London–Skandinavia untuk penelitian.
Sebelumnya, ia telah menyelesaikan gelar masternya di kampus yang sama dan kini duduk di Campaign Board, tim penggalangan dana besar-besaran untuk pengembangan institusi tersebut.
Anggota Kerajaan Pertama yang Bicara Terbuka soal Diagnosis Autisme
Hal yang membuat sosok Flora semakin disorot adalah keberaniannya untuk membuka diri soal autisme. Dalam sebuah esai emosional di British Vogue, ia mengungkap bahwa ia baru didiagnosis di usia dewasa dan menyebutnya sebagai “unexpectedly empowering.”
Ia bercerita tentang masa kecilnya yang penuh tantangan, terutama dalam memahami interaksi sosial dan sensitivitas terhadap lingkungan sekitar. Namun, alih-alih menyembunyikan diagnosisnya seperti banyak sosok publik lainnya, Flora justru menjadikannya bagian dari identitasnya, dengan anggun dan jujur.
Akademisi, Kurator Seni, dan Perempuan yang Memilih Jalan Sunyi
Di luar gelar dan status kebangsawanan, Flora adalah seorang kurator, dosen, dan pendiri platform seni bernama Arteviste. Ia rutin memberi kuliah di institusi seperti Sotheby’s Institute, Frieze, hingga Cambridge University, menunjukkan bahwa gairahnya pada dunia seni lebih besar daripada daya tarik kemewahan kerajaan.
Kehidupannya juga jauh dari drama kerajaan. Ia menikah dengan Timothy Vesterberg, mantan atlet hoki es asal Swedia yang kini bekerja di bidang investasi. Keduanya bertemu di sebuah pameran seni yang dikurasi Flora, lalu jatuh cinta saat ngobrol soal sebuah lukisan tinta.
Flora tidak punya gelar kerajaan resmi. Ia tidak tampil di reality show, tidak jadi influencer, dan jarang muncul di tabloid gosip. Namun, ia memberi representasi baru, bahwa anggota kerajaan juga bisa menjadi ilmuwan, pendidik, dan penyintas neurodiversitas yang memilih jalur autentik.
