Ikat Indonesia by Didiet Maulana Tampilkan Pesona Tropis Nusantara di PIFW 2025

7 Oktober 2025 13:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ikat Indonesia by Didiet Maulana Tampilkan Pesona Tropis Nusantara di PIFW 2025
Ikat Indonesia angkat keberagamaan wastra untuk koleksi yang ditampilkan di runway Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025. Didiet Maulana, selaku desainer ingin mengangkat konsep persatuan.
kumparanWOMAN
Ikat Indonesia tampilkan koleksi bertajuk The Isle of Reverie di runway Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 pada Rabu (1/10/2025). Foto: Plaza Indonesia Fashion Week/Ikat Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Ikat Indonesia tampilkan koleksi bertajuk The Isle of Reverie di runway Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 pada Rabu (1/10/2025). Foto: Plaza Indonesia Fashion Week/Ikat Indonesia
Menceritakan budaya dan warisan negeri ini tidak hanya melalui lisan maupun tulisan, tetapi juga bisa lewat karya fashion. Hal inilah yang dilakukan oleh Didiet Maulana, pendiri Ikat Indonesia, yang konsisten menghadirkan busana modern dengan sentuhan Nusantara.
Sebagai perayaan 14 tahun Ikat Indonesia, Didiet kembali menghadirkan koleksi memukau bertajuk “The Isle of Reverie” di runway Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 pada Rabu (1/10).
Ia menyebut koleksi tersebut sebagai “campur sari” dari keberagaman budaya Indonesia. Sebagai seorang desainer, Didiet ingin menampilkan makna persatuan di balik helaian kain yang digunakan.
“Koleksi hari ini sebenarnya adalah campur sari dalam arti kita terinspirasi dari berbagai budaya di Indonesia. Karena Indonesia penuh dengan keberagaman, this is the time for us untuk saling bersatu, menyatu,” ungkap Didiet kepada kumparanWOMAN setelah fashion show usai.
Lalu, dari mana inspirasi 30 looks yang ditampilkan kali ini? Simak ulasannya berikut.

Lanskap tropis jadi inspirasi koleksi Ikat Indonesia

Ikat Indonesia tampilkan koleksi bertajuk The Isle of Reverie di runway Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 pada Rabu (1/10/2025). Foto: Plaza Indonesia Fashion Week/Ikat Indonesia
Pada kesempatan ini, Didiet memilih warna yang lebih vibrant, mulai dari kuning, biru, merah marron, terracotta, hingga cokelat. Pilihan tersebut terinspirasi dari suasana alam tropis Indonesia.
Lewat potongan modern dan kekinian, Ikat Indonesia mengajak penonton masuk ke dalam pesona tropis dalam balutan wastra. Didiet menyatukan berbagai kain tradisional Indonesia dalam harmoni yang indah.
“Kita menampilkan berbagai macam wastra di sana, ada lurik dari Klaten, lurik dari Jogja, tenun dari Bali, tenun dari Kediri. Kemudian ada manik-manik dari Kalimantan, ada bordiran dari Tasikmalaya. Jadi malam ini kita menunjukkan betapa indahnya Indonesia,” jelasnya.
Menariknya, manik-manik tersebut merupakan karya pengrajin Nusantara. Sehingga, dalam karyanya kali ini, Didiet turut mengangkat keterampilan para pengrajin lokal agar tetap mendapat ruang apresiasi di panggung mode.
Berangkat dari budaya tersebut, Ikat Indonesia menghadirkan item fesyen berupa Hawaiian shirt, outerwear, skirt, boxer pants, trouser pants, hingga dress. Penonton pun dibuat terhanyut dalam pesona Indonesia yang semakin hidup berkat alunan musik komposer Eka Gustiwana dengan vokal dari Andien Aisyah.

Cara Ikat Indonesia menjaga kesakralan wastra

Ikat Indonesia tampilkan koleksi bertajuk The Isle of Reverie di runway Plaza Indonesia Fashion Week (PIFW) 2025 pada Rabu (1/10/2025). Foto: Plaza Indonesia Fashion Week/Ikat Indonesia
Didiet menampilkan fesyen nusantara dengan sentuhan modern, tapi tetap menjaga kesakralannya lewat riset yang mendalam.
“Biasanya kita membuat satu turunan ide bersama tim. Dari situ lahir gagasan yang kuncinya adalah membuka arsip-arsip atau dokumen-dokumen fashion kita sebelumnya. Jadi, bagaimana fashion yang pernah kita produksi bisa bertransformasi menjadi yang sekarang,” ujarnya.
Kendati demikian, ia tak menampik adanya tantangan dalam prosesnya. “Tantangannya adalah bagaimana kita bisa memahami minat generasi muda dan pasar, tapi jangan sampai kehilangan arah hingga melupakan jati diri saat memproduksi fashion tersebut,” tutupnya.
Trending Now