Jadi Roti Favorit Taylor Swift, Ini 5 Manfaat Sourdough untuk Kesehatan Tubuh
29 November 2025 14:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
Jadi Roti Favorit Taylor Swift, Ini 5 Manfaat Sourdough untuk Kesehatan Tubuh
Dalam podcast kekasihnya, Travis Kelce, Taylor Swift mengaku gemar makan roti sourdough. Ternyata, roti bertekstur kenyal dengan rasa asam ringan ini memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.kumparanWOMAN

Apa pun yang dipakai, dilakukan, atau dimakan oleh Taylor Swift selalu sukses memicu FOMO. Begitu pula dengan pengakuannya dalam episode podcast kekasihnya, Travis Kelce, New Heights, pada Agustus lalu. Dalam kesempatan itu, penyanyi pop asal Amerika Serikat tersebut mengaku tergila-gila dengan roti sourdough.
“Roti sourdough benar-benar mengubah hidupku… Aku rasa aku membicarakan roti ini sekitar 60% dari waktuku,” ujarnya dalam podcast tersebut. Taylor menambahkan, biasanya dirinya menambahkan selai lemon dan blueberry di roti tersebut. Tak lupa juga taburan bubuk kayu manis dan meses pelangi.
Bagi yang belum mengetahui, sourdough merupakan jenis roti yang dibuat melalui proses fermentasi alami menggunakan campuran tepung dan air yang disebut starter sourdough. Pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama, tapi justru proses fermentasi panjang inilah yang memberikan rasa asam khas pada sourdough sekaligus menghadirkan berbagai manfaat kesehatan.
Manfaat roti sourdough
Terdapat lima manfaat utama yang dapat diperoleh dari roti sourdough. Manfaat ini berasal dari proses fermentasi alaminya yang menghasilkan tekstur, rasa, dan kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan roti biasa.
1. Baik untuk usus
Roti sourdough dibuat dari tepung dan air yang difermentasikan secara alami. Dikutip dari Verrywell Health, proses yang alami itulah membuat roti tersebut mengandung bakteri asam laktat dan ragi yang punya sifat prebiotik dan probiotik.
Keduanya merupakan bakteri baik yang berperan dalam meningkatkan kesehatan usus. Meskipun probiotik hilang saat proses pemanggangan, roti ini tetap sehat bagi usus karena masih ada kandungan prebiotik.
2. Membantu mengontrol gula darah
Dibanding roti biasa, sourdough memiliki indeks glikemik lebih rendah, artinya gula darah naik lebih lambat setelah dikonsumsi. Hal ini karena selama fermentasi, roti menghasilkan asam asetat yang membantu memperlambat pengosongan lambung, Asam laktat dalam sourdough berperan mengikat gluten, membuat pati lebih sulit dipecah menjadi gula. Hal ini membantu mencegah lonjakan gula darah secara cepat
Manfaatnya akan lebih maksimal jika roti dibuat dari tepung gandum utuh, karena dapat mengurangi lonjakan gula darah lebih signifikan dibanding roti putih atau roti biasa.
3. Meningkatkan kesehatan pencernaan
Selain membantu mengontrol gula darah, asam laktat dalam sourdough juga berperan memecah karbohidrat yang sulit dicerna dalam tepung, yaitu FODMAP (fermentable oligosaccharides, disaccharides, monosaccharides, and polyols). Sebagai informasi FODMAP adalah karbohidrat rantai pendek yang sulit diserap di usus halus dan bisa menyebabkan kembung, perut tidak nyaman, atau masalah pencernaan pada beberapa orang. Dengan mengonsumsi roti sourdough, karbohidrat ini menjadi lebih mudah dicerna, sehingga risiko gangguan pencernaan berkurang.
Selain itu, proses fermentasi juga memecah protein dalam roti menjadi peptida bioaktif dan asam amino, yang lebih mudah diserap oleh tubuh dan membantu pencernaan menjadi lebih lancar.
4. Mendukung penuaan yang sehat
Tidak ada salahnya untuk menginvestasikan kesehatan ke hari tua. Menurut sebuah jurnal bertajuk “Characterization of fermented foods: bone health” (2025), roti sourdough memiliki sifat antioksidan yang cukup tinggi. Selain itu terdapat pula manfaat antihipertensi dan antidiabetes.
Studi lain berjudul “Fermented Foods as Functional Systems: Microbial Communities and Metabolites Influencing Gut Health and Systemic Outcomes” (2025) mengatakan roti ini baik untuk tulang. Diantaranya dapat memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis.
5. Membuat nutrisi makanan mudah diserap
Fermentasi pada roti sourdough juga membantu memecah asam fitat, senyawa yang biasanya mengikat mineral penting seperti zat besi, seng, dan kalsium sehingga sulit diserap tubuh.
Melalui proses fermentasi alami, pengikatan mineral oleh asam fitat berkurang, sehingga zat besi, kalsium, seng, dan nutrisi lainnya menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh. Selain itu, fermentasi juga membantu memecah protein dan karbohidrat menjadi bentuk yang lebih mudah dicerna.
