Kala 6 Desainer PINTU Incubator & 3 Desainer Muda Prancis Unjuk Gigi di Show JF3

5 Agustus 2025 14:10 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kala 6 Desainer PINTU Incubator & 3 Desainer Muda Prancis Unjuk Gigi di Show JF3
Mari menilik karya fashion enam brand desainer PINTU Incubator dan tiga desainer muda dari Ecole Duperre Prancis di fashion show JF3 bertajuk “Echoes of the Future”.
kumparanWOMAN
Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
zoom-in-whitePerbesar
Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
JF3 Fashion Festival 2025 telah sukses digelar di dua lokasi, yakni Summarecon Mall Kelapa Gading dan Summarecon Mall Serpong, pada akhir Juli dan awal Agustus lalu. Pada 27 Juli lalu, JF3 menjadi panggung bagi enam desainer di bawah PINTU Incubator serta tiga siswa sekolah desain Prancis Ecole Duperre untuk unjuk gigi memamerkan rancangan mode mereka.
Enam brand lokal di bawah PINTU Incubator itu adalah Nona Rona, CLV, Denimitup, Dya Sejiwa, Rizkya Batik, dan Lil Public. Sementara itu, tiga desainer muda dari Ecole Duperre yang berpartisipasi adalah Bjorn Backes, Mathilde Reneaux, dan Pierre Pinget.
Diselenggarakan di Fashion Tent Gafoy Summarecon Mall Kelapa Gading, peragaan busana bertajuk “Echoes of the Future” itu menjadi runway bagi setiap desainer menampilkan 6–10 tampilan.
Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Setiap konsep koleksi dihadirkan sesuai dengan karakteristik dan napas masing-masing. Mereka menerjemahkan ide-ide ke atas helaian kain untuk bercerita; misalnya, Mathilde Reneaux dengan kisah dan kritiknya soal sisi konsumtif manusia, hingga Dya Sejiwa yang mengungkapkan keindahan metamorfosis kupu-kupu lewat busana berwarna lembut.
Kolaborasi antara PINTU Incubator dan Ecole Duperre merupakan bagian dari kerja sama erat PINTU dengan Kedutaan Besar Prancis di Indonesia lewat IFI (Institut Francais Indonesia). Advisor JF3 dan Pendiri LAKON Indonesia, Thresia Mareta, berharap kolaborasi antara PINTU Incubator dengan Ecole Duperre ini bisa mendorong perbaruan eksekusi fashion lokal yang lebih baik lagi.

Mengintip koleksi enam brand PINTU Incubator

Enam brand PINTU Incubator yang menunjukkan karyanya di runway JF3 ini adalah mereka yang dinilai sudah siap untuk meroketkan bisnisnya ke kancah internasional. Mulai dari Nona Rona hingga Denimitup, setiap brand membawa rancangan ready-to-wear dengan nuansa berbeda. Intip detail koleksi mereka di bawah ini, Ladies.

1. Nona Rona

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Nona Rona membuka fashion show Echoes of the Future dengan koleksi bertajuk “Lavanya”. Koleksi busana feminin ini didominasi oleh rok, outer, dan busana bersiluet loose dengan rona warna netral. Senada dengan makna Lavanya yang berarti “keanggunan yang memikat”, motif bunga menjadi fokus utama dalam koleksi ini.

2. CLV

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Jika Nona Rona menceritakan keanggunan perempuan Indonesia, CLV mengangkat cerita soal kreativitas tanpa batas seseorang. Dalam enam tampilan casual yang unik, koleksi Work In Progress ini memadukan tas dan fashion dengan alat-alat modular yang dapat dikenakan seluruhnya. Warna tan yang mendominasi koleksi ini mengingatkan kita pada kegigihan pramuka.

3. Rizkya Batik

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Rizkya Batik lewat koleksi MIMO mengeksplorasi perpaduan motif batik dengan motif stripes yang tengah menjadi tren. Koleksi dengan siluet loose ini, yang didominasi oleh warna putih, kuning, dan hijau, ditujukan untuk perempuan aktif dan ibu menyusui. Ya, atasan dalam koleksi ini dilengkapi dengan bukaan tersembunyi untuk mempermudah para ibu menyusui bayi mereka.

4. Lil Public

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Lil Public membawa koleksi casual streetwear yang dilengkapi dengan motif-motif unik, yakni kartun yang terinspirasi dari tokoh novel dan makanan. Koleksi ini dinamakan Hisashi Series. Kartun-kartun monster imut di atas busana menjadikan koleksi ini terkesan youthful dan menyenangkan, terlebih ketika dipadukan dengan celana longgar yang terbuat dari bulu-bulu mengembang.

5. Dya Sejiwa

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Dya Sejiwa mengungkapkan cerita keindahan metamorfosis lewat busana-busana bernuansa kupu-kupu. Koleksi bertajuk Merekah ini menghadirkan warna pastel yang tenang, siluet mengembang yang feminin, serta motif dan struktur kupu-kupu yang tampak hidup. Kain sutra mentah, organza sutra, serta tenun bulu menjadi bahan-bahan yang dipakai untuk membangun kisah ini.

6. Denimitup

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Brand denim dan streetwear Denimitup menghadirkan koleksi terbarunya, bertajuk Revelation, dengan perspektif kontemporer dan suasana grunge. Enam tampilan dalam koleksi ini memadukan warna-warna kontras, kain denim bergaya washed, serta kain tradisional seperti batik dan songket.

Menilik koleksi tiga desainer muda dari Ecole Duperre

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Ketika bicara soal keterampilan tangan di atas tekstil, seniman Prancis memang tak bisa diragukan. Tiga siswa dari sekolah desain bergengsi Prancis Ecole Duperre, yakni Pierre Pinget, Mathilde Reneaux, dan Bjorn Backes, berhasil memukau para audiens lewat koleksi yang memantik rasa penasaran. Intip detail koleksi mereka di sini, Ladies.

1. Pierre Pinget

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Hadir dengan tujuh tampilan, koleksi oleh Pierre Pinget menafsirkan kembali estetika mafia khas Italia lewat sudut pandang tailoring kontemporer dan pemberdayaan perempuan. Siluet blazer dan jas yang tajam dihiasi dengan motif jahitan bergaya undone berantakan; merepresentasikan jaringan mafia yang tersembunyi. Bahan-bahan yang dipilih pun berkualitas, mulai dari wol, organza sutra, hingga beludru ungu iridescent.

2. Mathilde Reneaux

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Koleksi oleh Mathilde menjadi salah satu yang paling berkesan di fashion show Echoes of the Future. Presentasi busana ini menghadirkan nuansa temaram dan sendu, didominasi oleh warna gelap, dan berpusat pada satu jenis hewan: Anjing.
Mathilde terinspirasi dari anjingnya, Syrius, dan menjadikan koleksi ini sebagai kritik soal konsumsi: Bagaimana masyarakat menjadikan makhluk hidup sebagai objek konsumsi. Koleksi ini terdiri dari dress hingga mantel panjang, dilengkapi pula dengan satu jaket berbentuk badan dan kepala anjing yang membuat bulu kuduk merinding.

3. Bjorn Backes

Fashion show Echoes of the Future, kolaborasi PINTU Incubator dan Ecole Duperre Prancis di JF3 Fashion Festival, Minggu (27/7/2025). Foto: JF3
Bjorn Backes memanfaatkan aroma kemenyan untuk membangkitkan rasa penasaran di peragaan busananya, “Requiem”. Koleksi ini menghadirkan keterampilan tangan Bjorn dalam menciptakan item fashion dari chainmail (rantai), serta busana dengan tailoring tajam serta detail yang memikat. Luxury ready-to-wear ini menyalurkan imajinasi gotik dan seni gerejawi, menjadikan busana sebagai suatu relikui bersejarah.
Trending Now