Koji Yanai, Sosok di Balik Terpilihnya Cate Blanchett sebagai Ambassador Uniqlo

17 Oktober 2025 10:35 WIB
·
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Koji Yanai, Sosok di Balik Terpilihnya Cate Blanchett sebagai Ambassador Uniqlo
Sosok Koji Yanai, putra dari pendiri Uniqlo Tadashi Yanai, ungkap mengenai pemilihan Cate Blanchett sebagai Global Ambassador Uniqlo.
kumparanWOMAN
Koji Yanai, Sosok di Balik Terpilihnya Cate Blanchett sebagai Ambassador Uniqlo. Foto: Uniqlo
zoom-in-whitePerbesar
Koji Yanai, Sosok di Balik Terpilihnya Cate Blanchett sebagai Ambassador Uniqlo. Foto: Uniqlo
Setelah di tahun 2024 perusahaan retail Jepang Uniqlo membuat ‘heboh’ dunia fashion dengan mengumumkan Clare Waight Keller sebagai Creative Director, tahun ini Uniqlo kembali menghentak dunia fashion-tak hanya high street namun juga luxury fashion — dengan mengumumkan aktris senior pemenang Academy Awards, Cate Blanchett sebagai global ambassador terbaru mereka.
Keputusan Uniqlo menggandeng Cate Blanchett sebagai global brand ambassador tentu mengejutkan banyak orang. Di tengah maraknya brand yang berlomba mencari ikon muda dari generasi Z, Uniqlo justru memilih sosok yang sudah mapan.
Keputusan ini tentunya bukan gimmick semata. Koji Yanai, Group Senior Executive Officer Fast Retailing Co., Ltd, yang juga merupakan putra serta generasi kedua dari pendiri Uniqlo, mengungkap alasan dan filosofi kuat di balik pemilihan tersebut.
“Seorang brand ambassador seharusnya mewujudkan nilai LifeWear, bukan hanya dalam karier profesionalnya, tapi juga dalam kehidupannya sebagai manusia,” katanya dalam wawancara eksklusif bersama kumparanWOMAN dan beberapa media internasional lainnya di sela-sela event perayaan The Art and Science of LifeWear di New York, 16 September 2025.
Perayaan Uniqlo LifeWear di Museum of Modern Art (MoMA) New York, Senin (15/9/2025). dihadiri oleh aktris dan ambassador Uniqlo Cate Blanchett, mantan petenis Roger Federer dan Direktur Kreatif Uniqlo Clare Waight Keller Foto: UNIQLO
Bagi Koji, Cate Blanchett bukan sekadar aktris ternama, tapi sosok yang konsisten menjalani hidup dengan kesadaran sosial yang tinggi. Ia adalah simbol LifeWear: sederhana, timeless, tapi juga bermakna.
“Sebelum menjadi aktor, atlet, atau ilmuwan, mereka semua adalah manusia dengan kehidupan pribadi. Kami ingin merayakan sisi itu,” ujar Koji. Ia juga menegaskan bahwa nilai kekeluargaan menjadi hal penting bagi mereka saat pemilihan ambassador.

Berawal dari sebuah makan malam di Jenewa

(Dari kiri) Sutradara asal Denmark Jonas Poher Rasmussen, aktris asal Australia Cate Blanchett, aktris dan penyanyi asal Inggris Cynthia Erivo, serta produser asal Jepang Koji Yanai menghadiri konferensi pers "UNHCR: Displaced Stories". Foto: Zoulerah NORDDINE/AFP
Perayaan The Art and Science of LifeWear yang berlangsung di Museum of Modern Art (MoMA) New York sehari sebelumnya menjadi debut Cate Blanchett tampil di depan publik dan puluhan wartawan dari berbagai belahan dunia sebagai Global Ambassador Uniqlo.
Tampil dalam setelan suit seharga USD 149 rancangan Clare Waight Keller, Cate mengungkapkan misinya sebagai duta untuk Uniqlo. Ini juga kali pertama Cate menjadi duta untuk merek pakaian high street. Sebelumnya, para pencinta fashion sudah familiar melihat Cate di foto-foto kampanye Armani, Louis Vuitton hingga Cartier.
Cate Blanchett di Oscars 2023 di Hollywood, Los Angeles, California, AS, Minggu (12/3/2023). Foto: Eric Gaillard/Reuters
Koji Yanai bercerita mengenai kisah di balik terpilihnya Cate sebagai ambassador Uniqlo. Hal itu bermula dari Desember 2023, saat Koji menghadiri Global Refugee Forum, sebuah ajang yang mempertemukan para pemimpin dunia, aktivis, dan perwakilan lembaga kemanusiaan. Malam itu, ia kebetulan duduk di meja yang sama dengan Cate.
“Di meja itu, ada sekitar tujuh atau delapan orang. UNHCR meminta kami membuat komitmen untuk 2024,” kenang Koji. “Cate berbicara dengan penuh semangat tentang bagaimana isu pengungsi sering kali disajikan hanya dari sisi gelapnya, yaitu kisah sedih, penuh penderitaan, dan kesulitan. Tapi dia ingin membawa sisi lain ke permukaan.”
Menurut Koji, Cate Blanchett, yang memang aktif sebagai duta UNHCR sejak 2016, menyampaikan pandangannya bahwa di tengah para pengungsi, ada begitu banyak bakat dan potensi luar biasa seperti sutradara, guru, ilmuwan, bahkan pengacara yang jarang mendapat sorotan.
“Ia ingin mengangkat kisah positif itu ke permukaan,” kata Koji. “Saya sangat terkesan dengan caranya berpikir dan energinya yang positif. Ia membuat suasana diskusi menjadi hangat dan penuh harapan.”
Dari pertemuan itu, keduanya mulai saling berkomunikasi melalui email. “Kami berdialog setiap bulan, membicarakan bagaimana kami bisa berkontribusi lebih banyak untuk komunitas pengungsi. Dari situ, hubungan kami tumbuh secara alami,” ujar Koji.
Dari dialog yang lahir melalui empati dan nilai kemanusiaan itu, Uniqlo dan Cate Blanchett akhirnya menemukan kesamaan visi bahwa fashion bisa menjadi medium perubahan sosial.
Pilihan Cate Blanchett juga mencerminkan pandangan Koji tentang arah baru Uniqlo: bahwa inspirasi tidak harus datang dari yang muda, viral, atau modis. Inspirasi bisa datang dari kedalaman pengalaman dan empati. Cate, dengan elegansinya yang matang, menjadi perwujudan nyata dari konsep LifeWear pakaian untuk kehidupan, bukan sekadar gaya hidup.

Sosok Koji Yanai sebagai Generasi Baru Pendiri Uniqlo

Koji Yanai menghadiri konferensi pers "UNHCR: Displaced Stories" dalam rangka Festival Film Cannes ke-77 yang berlangsung di Cannes, Prancis selatan, pada 20 Mei 2024. Foto: Zoulerah NORDDINE/AFP
Di dunia fashion yang serba cepat, nama Koji Yanai hadir dengan tempo yang berbeda. Tenang, reflektif, dan bersikap rendah hati, serta jauh dari sorotan glamor yang biasanya menyelimuti pewaris bisnis raksasa.
Berhadapan dengan Koji, putra dari Tadashi Yanai, pendiri Fast Retailing — perusahaan induk Uniqlo — tidak ada aura yang mengintimidasi. Meskipun ia adalah pewaris dari orang terkaya di Jepang saat ini, ia sangat bersikap akomodatif dan membawa aura tenang pada orang-orang di sekelilingnya.
Sempat berkarier di Mitsubishi Corporation, Koji bergabung dengan Fast Retailing pada tahun 2012. Ia memulai kariernya di bagian sports marketing, menangani kontrak sejumlah duta global Uniqlo. Dari situ, perannya meluas ke marketing, PR, dan sustainability, bidang yang kini menjadi fokus utamanya.
Sebagai anak dari orang terkaya di Jepang, banyak yang mengira Koji akan menjadi penerus ayahnya. Tapi nyatanya, Tadashi Yanai sudah menegaskan bahwa kursi kepemimpinan Fast Retailing tidak akan diwariskan secara turun-temurun. Hal ini ditegaskan oleh Koji dalam wawancara kami.
“Ayah saya kini berusia 76 tahun dan sedang memikirkan cara mendelegasikan tanggung jawabnya kepada tim manajemen berikutnya,” ujar Koji. “Dia sudah sangat jelas bahwa posisi itu tidak akan diberikan kepada saya atau saudara saya. Semua orang di perusahaan paham soal itu.”
Koji melanjutkan, bahwa ia dan saudaranya memiliki tugas penting untuk mengarahkan Uniqlo tetap berjalan sesuai arahan yang diinginkan oleh sang pendiri, Tadashi Yanai. “Kalau suatu hari nanti perusahaan melenceng dari jalurnya, tugas kami adalah membantu mengembalikannya ke arah yang benar,” tegasnya.
Trending Now