Lewat Kepemimpinan Inklusif, Nestlé Dorong Terwujudnya Pangan Berkelanjutan

12 November 2025 16:49 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lewat Kepemimpinan Inklusif, Nestlé Dorong Terwujudnya Pangan Berkelanjutan
Nestlé Indonesia memperkuat komitmen terhadap pangan berkelanjutan lewat inovasi, gizi, dan kepemimpinan inklusif, dengan fokus pada pemberdayaan perempuan dan kolaborasi lintas sektor.
kumparanWOMAN
Ilustrasi nestle. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nestle. Foto: Shutterstock
Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya terhadap masa depan pangan yang berkelanjutan dengan menghadirkan inovasi di bidang gizi hingga kepemimpinan yang inklusif.
Dalam acara Media Luncheon yang digelar di Wisma Habibie & Ainun, Jakarta beberapa waktu lalu, Cristina Macina, Director of Communications Nestlé Zone Asia, Oceania, and Africa (AOA), menjelaskan bahwa sejak hadir di Indonesia pada 1971, Nestlé terus berupaya menghadirkan produk bergizi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Di balik keberhasilan bisnisnya, perusahaan ini juga menempatkan tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai prioritas.
Director of Communications Nestlé Zone Asia, Oceania, and Africa (AOA), Cristina Macina. Foto: Nestlé Indonesia
Melalui dua pilar utama yakni Good for You Good for the Planet, Nestlé berkomitmen menyediakan makanan bergizi yang terjangkau sekaligus mendukung sistem pangan regeneratif yang melindungi sumber daya alam untuk generasi mendatang.
"Indonesia berperan sangat strategis dalam perjalanan Nestlé global,” ujar Cristina. “Melalui kolaborasi dengan peternak sapi perah dan petani kopi rakyat, serta program Creating Shared Value, kami menunjukkan bagaimana nilai-nilai global dapat diwujudkan secara lokal," ujarnya.

Komitmen Nestle Wujudkan Keberlanjutan Pangan

Sejarah Nestle di Gallery Karawang Factory. Foto: Dhini Hidayati/kumparan
Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai langkah konkret. Nestlé Indonesia menargetkan pengurangan emisi absolut hingga 20 persen pada 2025 dan 50 persen pada 2030 sebagai bagian dari misi global mencapai Net Zero Emissions pada 2050.
Di Tanah Air, perusahaan telah membangun lebih dari 8.700 digester biogas bagi peternak sapi perah rakyat dan mendukung 15 TPS3R di Karawang yang melayani ribuan rumah tangga.
Tak hanya itu, penggunaan boiler biomassa berbahan sekam padi dan penerapan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi bagian penting dari upaya mengurangi jejak karbon dan memperkuat ketahanan sumber daya alam.
Nestlé juga aktif mengembangkan peternakan sapi perah rakyat berkelanjutan di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hingga kini, perusahaan telah bermitra dengan lebih dari 14.000 peternak melalui program pendampingan berkelanjutan yang mencakup akses informasi, pembiayaan, dan teknologi modern.
Media Luncheon Nestlé. Foto: Nestlé Indonesia
Pendekatan ini tak hanya meningkatkan produktivitas susu, tapi juga memperkuat kesejahteraan ekonomi keluarga peternak, yang sebagian besar dikelola oleh perempuan di pedesaan.
Dalam konteks gizi masyarakat, Nestlé turut menjalankan Program Bantuan Gizi di Pasuruan, Batang, dan Karawang untuk mendukung pencegahan stunting melalui edukasi keluarga dan penerapan pola makan seimbang.
Upaya ini sejalan dengan visi Nestlé untuk memperkuat ketahanan pangan nasional melalui inovasi berbasis ilmu pengetahuan. Secara global, pada 2024, Nestlé telah menyediakan lebih dari 198 miliar sajian makanan dan minuman yang diperkaya mikronutrien penting seperti zat besi, zinc, dan yodium.

Komitmen Nestle Wujudkan Kepemimpinan Inklusif

Director of Corporate Affairs & Sustainability Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu. Foto: Nestlé Indonesia
Dalam kesempatan yang sama, Director of Corporate Affairs & Sustainability Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu menjelaskan selain aspek keberlanjutan, pemberdayaan masyarakat terutama perempuan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi bisnis Nestlé Indonesia.
“Kami telah beroperasi lebih dari 50 tahun dengan empat pabrik dan lebih dari 150 produk. Selain berfokus pada inovasi dan pemasaran, Nestlé juga berkontribusi terhadap perekonomian nasional lewat berbagai inisiatif Creating Shared Value, termasuk keberlanjutan, pemberdayaan perempuan, serta keragaman dan inklusi,” ujarnya.
Menurut Sufintri, perempuan memiliki peran sentral dalam membangun masa depan pangan berkelanjutan. Berdasarkan Nestlé Global CSV & Sustainability Report 2024, di perusahaan tersebut perempuan memegang 38,5 persen posisi Dewan Eksekutif dan 47,4 persen posisi manajerial secara global.
Director of Communications Nestlé Zone Asia, Oceania, and Africa (AOA), Cristina Macina bersama Director of Corporate Affairs & Sustainability Nestlé Indonesia Sufintri Rahayu. Foto: Nestlé Indonesia
Angka serupa juga terlihat di Nestle Indonesia, yang mencatatkan lebih dari 40 persen posisi manajerial diisi oleh perempuan. Menurut Sufintri, ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap kesetaraan gender dan kepemimpinan inklusif.
Kondisi tersebut sedianya tak terlalu mengherankan sebab menurut Christina, inklusivitas adalah kunci inovasi jangka panjang bagi Nestle. "Kami percaya bahwa dengan menciptakan ruang bagi perempuan untuk tumbuh dan memimpin, kami memperkuat keragaman yang menjadi sumber kekuatan Nestlé," ujarnya.
Kepemimpinan perempuan di berbagai lini bisnis dan inisiatif sosial Nestlé terbukti memperkuat strategi keberlanjutan perusahaan, sekaligus menginspirasi perubahan yang berdampak luas di komunitas.
Ke depan, Nestlé Indonesia berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah, mitra bisnis, dan masyarakat dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh, adil, dan ramah lingkungan.
"Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten,” kata Sufintri. “Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami ingin menjadi bagian dari solusi dalam menciptakan masa depan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan bagi semua," tutupnya.
Trending Now