Meghan Markle Bicarakan Tekanan Jadi Figur Publik di Most Powerful Women Summit
20 Oktober 2025 18:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Meghan Markle Bicarakan Tekanan Jadi Figur Publik di Most Powerful Women Summit
Meghan Markle bicara soal tekanan hidup di bawah sorotan saat hadir di Most Powerful Women Summit.kumparanWOMAN

Meghan Markle kembali menunjukkan bahwa di balik gelar Duchess of Sussex dan citra glamornya, ia tetap manusia biasa yang juga bergulat dengan ekspektasi publik. Dalam penampilannya di Fortune’s Most Powerful Women Summit di Washington DC, Meghan berbicara blak-blakan tentang tantangan membangun bisnis sambil hidup dalam sorotan dunia.
Ia tampil sebagai pendiri brand gaya hidup As Ever, bukan hanya sebagai istri Pangeran Harry. Meghan menjelaskan bahwa fokusnya kini adalah membangun imperium bisnis yang bisa bertahan lama, bukan sekadar proyek sesaat.
Ia bahkan memberi sinyal akan mengubah format kontennya, dari acara memasak seperti With Love, Meghan, menjadi video resep dua menit ala influencer.
“Orang suka nonton 30 menit, tapi kadang mereka cuma butuh resep cepat dalam dua menit,” ujarnya di atas panggung.
Meghan juga menyinggung kerja samanya dengan Netflix yang kini berubah menjadi first-look deal, sebuah sistem yang membuat Netflix jadi pihak pertama yang bisa menyetujui atau menolak ide proyeknya.
Meski sempat dianggap “turun level” dari kontrak sebelumnya yang senilai Rp 1,6 triliun, Meghan justru melihatnya sebagai bentuk kebebasan kreatif. Ia mengaku ingin bisa membawa ide-ide lain ke platform berbeda jika tak cocok untuk Netflix.
Namun bagian paling menyentuh dari penampilannya di panggung tersebut adalah saat ia menyinggung tekanan menjadi figur publik. Meghan mengatakan bahwa banyak orang mengira dirinya akan meluncurkan bisnis fashion atau kecantikan, padahal kenyataannya ia hanya ingin berbagi hal-hal sederhana yang ia lakukan di rumah.
Selama lima tahun ini ia lebih sering beraktivitas di dapur ketimbang red carpet, membuatnya sadar bahwa kesuksesan tidak harus selalu terlihat glamor.
Di akhir sesi, Meghan menyampaikan satu pesan penting, bahwa perempuan, bahkan yang dianggap “powerful”, tetap berhak merasa lelah dan mencari jalan mereka sendiri. Sebab kekuatan bukan hanya soal tampil sempurna, tapi berani untuk jujur pada diri sendiri.
