Mengenal Istilah ‘Nepo Baby’ dan Kenapa Selalu Dicap Negatif

16 September 2025 19:58 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mengenal Istilah ‘Nepo Baby’ dan Kenapa Selalu Dicap Negatif
Istilah ‘Nepo Baby’ saat ini tengah viral di media sosial di tengah pemberitaan demonstrasi di Nepal. Memangnya, apa itu makna ‘Nepo Baby’ dan kenapa selalu dicap negatif?
kumparanWOMAN
Kendall Jenner, anak dari sosialita Kris Jenner. Foto: Julien De Rosa/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Kendall Jenner, anak dari sosialita Kris Jenner. Foto: Julien De Rosa/AFP
Jika kamu aktif berselancar di media sosial, kamu mungkin pernah melihat istilah ‘Nepo Baby’. Istilah tersebut ramai digunakan beberapa waktu terakhir, di tengah kisruhnya demonstrasi besar di Nepal yang dimotori oleh Gen Z.
Dikutip dari Kathmandu Post, ‘Nepo Baby’ merupakan gerakan yang menuding anak-anak politikus Nepal menikmati kemewahan hidup dan meraih kesuksesan lewat koneksi keluarga, bukan dari pencapaian sendiri.
Para netizen di Nepal menggunakan istilah ini di platform media sosial, seperti TikTok dan Reddit, untuk menunjukkan betapa kontrasnya kehidupan para anak pejabat dengan hidup warga biasa di Nepal. Masyarakat Nepal mengeluhkan sulitnya mencari kerja di negara sendiri, sehingga mereka terpaksa bermigrasi ke luar negeri untuk menyambung hidup.
Lily-Rose Depp, anak dari aktor Johnny Depp. Foto: Angela Weiss/AFP
Namun, sebelum istilah ini dijadikan kampanye para Gen Z di Nepal, ‘Nepo Baby’ sudah lebih dulu populer di industri hiburan Hollywood dan dunia.
Sejatinya, mengutip kamus bahasa Inggris Merriam-Webster, ‘Nepo Baby’ adalah seseorang yang meraih kesuksesan atau kesempatan lewat koneksi keluarga. Biasanya, mereka adalah anak dari orang tua yang terkenal, seperti aktor, musisi, pengusaha, atau politikus. Istilah ‘Nepo Baby’ terbentuk dari kata ‘nepotism baby’ atau ‘anak nepotisme’.
Istilah ini sering digunakan untuk mendeskripsikan anak-anak dari aktor, musisi, atau selebriti ternama. Contohnya adalah aktris Lily-Rose Depp, putri dari Johnny Depp; model Kendall Jenner, putri dari sosialita Kris Jenner; hingga model Hailey Bieber, putri dari aktor Stephen Baldwin. Bahkan, Head of Editorial Content baru Vogue Amerika Serikat, Chloe Malle, juga merupakan anak dari aktris Candice Bergen.

Kenapa ‘Nepo Baby’ selalu dicap negatif?

Chloe Malle, anak dari aktris Candice Bergen. Foto: Angela Weiss/AFP
Sejak muncul di dunia maya, istilah ini sudah dilingkupi dengan sentimen negatif. Dilansir Stylist, ‘Nepo Baby’ disebut sebagai simbol dari rusaknya meritokrasi. Sebab, dibandingkan orang-orang biasa, para ‘Nepo Baby’ dianggap bisa lebih mudah memperoleh berbagai peluang besar.
Akibat meluasnya stigma negatif, banyak dari para ‘anak nepotisme’ memprotes istilah tersebut. Lily-Rose Depp menyebut istilah itu tidak masuk akal, karena pencapaiannya sebagai aktris ia raih lewat usahanya sendiri. Dia menegaskan bahwa untuk bisa berada di posisinya sekarang, ia juga berjuang keras lewat berlatih akting.
“Jika ibu atau ayah seseorang ini adalah dokter, lalu dia menjadi dokter, orang-orang tidak akan berkata, ‘Yah, kamu sekarang jadi dokter karena orang tuamu dokter.’ Padahal, tidak. ‘Saya menjadi dokter karena saya kuliah kedokteran dan belajar,’” kata Lily-Rose dalam wawancara dengan Elle di 2022 lalu.
Hailey Bieber, anak dari aktor Stephen Baldwin. Foto: ANGELA WEISS / AFP
Lalu, pada 2023 lalu, model Kendall Jenner mengaku tidak terlalu nyaman menjadi terkenal dan tidak merasa seperti seorang ‘Kardashian’—nama keluarga kakak-kakaknya, seperti Kim Kardashian dan Khloe Kardashian.
“Saya paham saya berada di bawah payung ‘Saudari Kardashian’. Namun, saya tidak merasa nyaman karena saya lebih mirip dengan ayah saya (Caitlyn Jenner) di berbagai hal,” ucap Kendall dalam wawancara dengan Wall Street Journal.
Ia pun dikritik oleh netizen karena mencoba menghilangkan label ‘Nepo Baby’ tersebut. Menurut netizen, Kendall akan tetap menjadi ‘Nepo Baby’ karena dia bisa mendapatkan pekerjaan modeling yang high-profile akibat koneksi sang ibunda, Kris Jenner. Mereka pun menganggap Kendall tidak mengakui privilese yang sudah dimilikinya sejak lahir.
Berbeda dengan Kendall dan Lily-Rose, editor Vogue AS Chloe Malle justru dengan bangga mengakui ia adalah ‘Nepo Baby’. Chloe mengakui bahwa ia hidup dengan berbagai privilese berkat status sang ibu, Candice Bergen.
Kim Kardashian, anak dari sosialita Kris Jenner. Foto: KENA BETANCUR / AFP
“Tidak perlu ditanya, saya 100 persen memperoleh manfaat dari privilese yang saya miliki sejak kecil. Justru akan aneh jika saya tidak mengakuinya. Namun, saya akan menegaskan, status ini membuat saya bekerja lebih keras. Tujuan hidup saya adalah membuktikan bahwa saya itu lebih dari sekadar anak Candice Bergen, atau sekadar anak yang tumbuh besar di Beverly Hills,” jelas Chloe kepada New York Times.
Dikutip dari SBS Australia, penyanyi Lily Allen—anak dari aktor Keith Allen—turut mengecam penggunaan istilah ‘Nepo Baby’ yang penuh stigma. Baginya, jika masyarakat ingin mengkritik ‘Nepo Baby’, lebih baik arahkan kritik tersebut kepada para ‘Nepo Baby’ di bidang lain, seperti pemerintahan.
“Para ‘Nepo Baby’ yang seharusnya kalian khawatirkan adalah mereka yang bekerja di firma hukum, bank, dan politik. Bidang-bidang itulah yang lebih memiliki konsekuensi nyata di dunia nyata dan berpotensi merenggut peluang dari lebih banyak orang,” kata Lily.
Bagaimana pendapatmu soal istilah ‘Nepo Baby’ ini, Ladies?
Trending Now