Oversharing di First Date Ternyata Jadi Salah Satu Tanda Red Flag
12 September 2025 16:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Oversharing di First Date Ternyata Jadi Salah Satu Tanda Red Flag
Oversharing di first date sekilas tampak jujur, tapi bisa jadi red flag yang bikin hubungan terasa berat sejak awal.kumparanWOMAN

Tapi bagaimana kalau si dia justru langsung membuka semua “rahasia” pribadi di pertemuan pertama? Mulai dari cerita masa kecil yang penuh luka, masalah keluarga, hingga kisah pahit hubungan sebelumnya.
Alih-alih merasa dekat, hal tersebut justru bisa menimbulkan perasaan aneh dan pertanyaan “Kenapa terburu-buru membagikan hal sedalam itu?”
Fenomena ini disebut floodlighting. Istilah yang dipopulerkan penulis dan psikolog Amerika Serikat, Brené Brown ini menggambarkan kebiasaan oversharing di awal hubungan. Sekilas tampak seperti tanda keterbukaan, padahal bisa jadi sinyal bahaya.
Menurut Jessica Alderson, co-founder aplikasi kencan So Syncd, oversharing sering digunakan untuk mempercepat ikatan emosional yang seharusnya terbentuk secara alami.
“Membagikan detail pribadi terlalu cepat bisa terasa intens dan membuat orang lain kewalahan. Itu bukan tentang membangun keintiman, melainkan cara untuk menguji reaksi lawan bicara,” ujar Jessica.
Masalahnya, ketika seseorang menuangkan terlalu banyak detail pribadi di kencan pertama, dinamika hubungan jadi tidak seimbang. Alih-alih memberi ruang untuk mengenal satu sama lain secara bertahap, percakapan justru terasa berat dan intens.
Setelah kencan, kamu jadi punya pertanyaan “Apakah dia benar-benar tulus, atau hanya sedang memainkan strategi emosional?”
Ladies, keterbukaan memang penting dalam sebuah hubungan, tapi timing juga sama pentingnya. Kencan pertama seharusnya jadi ajang saling mengenal dengan ringan, tentang hobi, minat, dan obrolan yang membuat nyaman.
Jadi, kalau si dia langsung membuka “lembaran kelam” hidupnya di awal pertemuan, jangan buru-buru menganggap itu tanda chemistry. Bisa jadi, itu adalah red flag yang patut kamu waspadai!
