Punya Potensi Besar, Indonesia Butuh Lebih Banyak Penata Rambut Profesional

25 November 2025 15:56 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Punya Potensi Besar, Indonesia Butuh Lebih Banyak Penata Rambut Profesional
Program L’Oréal Hairducation melatih ribuan guru dan siswa SMK agar siap kerja di industri tata rambut, sekaligus membuka peluang karier dan memberdayakan masyarakat di seluruh Indonesia.
kumparanWOMAN
Program L’Oréal Hairducation melatih ribuan guru dan siswa SMK agar siap kerja di industri tata rambut. Foto: L’Oréal Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Program L’Oréal Hairducation melatih ribuan guru dan siswa SMK agar siap kerja di industri tata rambut. Foto: L’Oréal Indonesia
Industri tata kecantikan rambut Indonesia memiliki potensi besar dengan estimasi nilai mencapai Rp 11 triliun per tahun. Ini artinya dibutuhkan semakin banyak talenta yang siap kerja dan unggul untuk mendukung industri ini.
Besarnya peluang itu juga tercermin dari riset KLINE 2024: Professional Hair Care 2024: Indonesia Market Analysis & Opportunities, yang mencatat ada sekitar 102 ribu salon di Indonesia dengan total tenaga kerja mencapai 305 ribu orang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sejak 2017 L’Oréal Indonesia bermitra dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menghadirkan program pelatihan bertajuk L’Oréal Hairducation.
Program ini bertujuan memperkuat pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Tata Kecantikan Rambut dalam mencetak hairdresser berkualitas melalui pendidikan dan pelatihan berstandar industri.
Hingga kini, program Hairducation telah melatih 88 guru dari 46 SMKN serta mencetak 4.200 lulusan yang siap kerja di industri tata rambut Indonesia.
General Manager L'Oréal Professional Products Division Indonesia, Freddie Banks, mengatakan bahwa Hairducation merupakan salah satu langkah konkret L’Oréal dalam mengembangkan industri tata rambut Indonesia melalui edukasi, inovasi, dan inspirasi.
Program L’Oréal Hairducation melatih ribuan guru dan siswa SMK agar siap kerja di industri tata rambut. Foto: L’Oréal Indonesia
“Pertama kali diluncurkan oleh L'Oréal Professionnel dan kini termasuk Matrix, kami secara aktif mendukung inisiatif pemerintah dan 46 sekolah vokasi di Indonesia dalam mengembangkan ribuan siswa untuk menjadi talenta masa depan industri salon di Indonesia,” ujarnya.
Freddie merinci, program Hairducation memberikan pelatihan dengan kurikulum menyeluruh untuk membekali sekolah dengan keterampilan teknis tingkat lanjut serta keterampilan non-teknis (soft skills) krusial yang dibutuhkan oleh salon-salon yang terus berkembang saat ini.
“Kami bangga membina talenta-talenta siap kerja yang akan menggerakkan industri ini secara nasional di tahun-tahun mendatang,” tambahnya.
Tak hanya berhenti di pelatihan, program ini juga menghubungkan sekolah dengan mitra salon terkemuka sehingga tercipta peluang magang. Artinya, para siswa memperoleh pengalaman kerja secara langsung, sementara salon mendapatkan talenta terampil dan siap kerja.
Wahyuni, guru SMKN 6 Surabaya, menceritakan bagaimana program Hairducation memberikan dampak terhadap transformasi pembelajaran di kelas.
Program L’Oréal Hairducation melatih ribuan guru dan siswa SMK agar siap kerja di industri tata rambut. Foto: L’Oréal Indonesia
“Selama hampir sembilan tahun program L’Oréal Hairducation berjalan, kami benar-benar merasakan transformasi dalam proses pembelajaran. Semuanya diawali dengan penyelarasan kurikulum SMK yang dirancang bersama L’Oréal – lengkap, relevan, dan langsung bisa diterapkan di dunia kerja,” ujarnya.
Menurut Wahyuni, sekolah dan siswa mendapatkan pelatihan teknis yang terus diperbarui sesuai tren rambut terkini. Mereka juga berkesempatan menggunakan media belajar daring seperti L’Oréal Access yang membantu siswa lebih siap terjun ke industri.
Ia menilai bahwa semangat ‘SMK Bisa, SMK Hebat’ benar-benar terasa dalam program ini. Murid menjadi lebih percaya diri, lebih berani saat wawancara, dan lebih siap kerja untuk melangkah ke dunia profesional.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Trisya, alumni SMKN 6 Surabaya. “Banyak manfaat yang aku rasakan. Yang paling berkesan, aku bisa belajar langsung dari edukator L’Oréal dan mendapat kesempatan magang terjun langsung di tempat kerja,” ujarnya.
Pengalaman itu diakui Trisya membuka matanya akan potensi tak terbatas di dunia tata rambut. Menurutnya, hairdresser memiliki keahlian yang tak bisa digantikan seperti magician yang menciptakan karya seni setiap hari, membuat orang menjadi cantik dan bahagia.
Program L’Oréal Hairducation melatih ribuan guru dan siswa SMK agar siap kerja di industri tata rambut. Foto: L’Oréal Indonesia
Tak hanya bagi guru dan siswa, manfaat program Hairducation juga dirasakan langsung oleh para pelaku industri. Arie Harry, pemilik Arie & Harry Salon, mengatakan program ini seperti talent pool, tempat mengembangkan talenta-talenta terbaik.
“Saya dapat melihat bagaimana kurikulum yang digunakan dalam melatih murid-murid mengedepankan keterampilan bekerja,” ujarnya.
Hal tersebut, menurut Arie, sangat dibutuhkan dunia kerja saat ini. Kebutuhan akan talenta di industri ini sangat besar, seiring dengan meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap dunia kecantikan.
Cerita para guru hingga pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa Hairducation memberi dampak nyata bagi banyak pihak. Program ini tak hanya membekali peserta dengan keterampilan, tapi juga membuka jalan menuju karier yang lebih luas di industri kecantikan rambut.
Program L’Oréal Hairducation melatih ribuan guru dan siswa SMK agar siap kerja di industri tata rambut. Foto: L’Oréal Indonesia
Hasil survei lembaga independen pun memperkuat hal tersebut. Survei Jakpat terhadap dampak program L’Oréal Hairducation pada tahun 2023 menunjukkan sebanyak 97% lulusan merasa puas terhadap keseluruhan program pembelajaran, dan 86% mengaku program ini berhasil meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Tak berhenti di situ, 61% lulusan L’Oréal Hairducation kini telah berkarier di industri tata rambut, baik dengan membuka salon sendiri, bekerja di salon ternama, maupun menjadi freelance hairstylist.
Selama lebih dari empat dekade kehadirannya di Indonesia, L’Oréal konsisten membawa misi untuk menciptakan kecantikan yang menggerakkan Indonesia. Perusahaan ini telah menjadi bagian penting dari perkembangan industri kecantikan sekaligus kemajuan sosial-ekonomi tanah air.
Hingga kini, L’Oréal telah memberdayakan hampir satu juta orang di seluruh Indonesia melalui berbagai program sosial. Program Hairducation menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut memberdayakan masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja di sepanjang 45 tahun perjalanannya di Indonesia.
Trending Now