Putri Diana Diklaim Akan Masih Hidup Jika Tak Wawancara Eksklusif pada 1995

28 November 2025 10:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putri Diana Diklaim Akan Masih Hidup Jika Tak Wawancara Eksklusif pada 1995
Penulis buku “Dianarama”, Andy Webbs, menduga Putri Diana masih akan hidup sampai sekarang jika tidak melakukan wawancara dengan BBC Panorama pada 1995 lalu. Kenapa?
kumparanWOMAN
Putri Diana tiba di National Hospital for Neurology and Neurosurgery di London, pada 6 Maret 1996. Foto: Gerry Penny/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Putri Diana tiba di National Hospital for Neurology and Neurosurgery di London, pada 6 Maret 1996. Foto: Gerry Penny/AFP
Klaim mengejutkan soal wawancara ikonis Putri Diana 30 tahun lalu baru-baru ini diungkap. Lewat buku terbaru yang ditulis oleh Andy Webbs, terungkap dugaan bahwa Diana ditipu dan dimanipulasi agar mau melakukan wawancara dengan BBC Panorama itu.
Dunia digemparkan dengan wawancara Diana dengan BBC Panorama yang tayang pada 20 November 1995 itu. Dalam wawancara bersama jurnalis Martin Bashir, Diana buka-bukaan soal berbagai sisi privat dalam hidupnya.
Sang Princess of Wales saat itu dengan gamblang menceritakan soal suaminya saat itu, Pangeran Charles (sekarang Raja Charles III), dengan Camilla Parker Bowles. Bahkan, saat itu dia mengatakan, “Ada tiga orang dalam pernikahan ini, jadi rasanya cukup ramai.”
Diana juga mengakui bahwa selama pernikahannya dengan Charles, dia juga sempat berselingkuh dengan instruktur berkudanya, James Hewitt. Ibunda dari Pangeran William dan Pangeran Harry itu juga menceritakan soal kondisi mental yang kurang stabil akibat tidak bahagia berada dalam keluarga Kerajaan Inggris.
Wawancara BBC Panorama itu memperkeruh suasana. Hubungan Diana dengan Kerajaan Inggris pun memanas. Sebulan setelah wawancara itu tayang, Ratu Elizabeth II mengumumkan bahwa Pangeran Charles dan Putri Diana akan menjalani proses perceraian secara resmi. Kurang dari dua tahun setelahnya, Diana meninggal dunia.
Menurut buku oleh jurnalis investigasi Andy Webbs, bertajuk “Dianarama: Deception, Entrapment, Cover-Up—The Betrayal of Princess Diana”, sebelum Diana setuju melakukan wawancara, dia mengalami berbagai macam bentuk penipuan dan manipulasi oleh Martin Bashir.
Kala itu, Martin Bashir diduga melakukan berbagai jenis tipu daya untuk memperoleh akses ke Putri Diana lewat kakak Diana, Charles Spencer. Dilansir People, Martin juga membuat rekening koran palsu untuk menunjukkan staf istana dibayar untuk memata-matai Diana.
Putri Diana dan Pangeran Charles menghadiri Festival Film Internasional Cannes ke-40, pada tanggal 15 Mei 1987. Foto: AFP
Tak hanya itu, Martin juga diduga menyebar hoaks bahwa Pangeran Charles ingin Diana dibunuh dan jam tangan Pangeran William saat itu berisi alat untuk memata-matai Diana. Semua manipulasi itu, menurut Andy Webbs, dilakukan saat Diana berada di kondisi yang sangat rentan.
Mantan sekretaris pribadi Diana, Patrick Jephson, mengatakan bahwa Putri Diana merasa ketakutan dan cenderung paranoid. Pada akhirnya, Diana pun setuju untuk melakukan wawancara tersebut. Dia ingin merasa punya kendali dengan cara mengungkap semua cerita hidupnya.
Akibat ketakutan, Diana pun tidak bisa lagi mempercayai orang-orang di sekitarnya. Patrick pun merasa bahwa Diana menganggapnya sebagai musuh.
Putri Diana memandangi anak-anak, 06 November 1989, saat berkunjung ke sekolah internasional Inggris di Jakarta. Foto: KRAIPIT PHANVUT / AFP
Dia mengatakan, rasa takut tersebut membuat Diana menolak perlindungan dari kerajaan dan justru menerima perlindungan dari orang yang tidak kompeten. Ini terjadi di malam tewasnya Diana. Di malam kecelakaan di Paris pada 1997, Diana berada dalam mobil bersama kekasihnya, Dodi Al-Fayed, dan sopir mereka yang berkendara dalam keadaan mabuk.
Andy Webbs pun berpendapat, jika Diana saat itu tidak dimanipulasi dan tidak melakukan wawancara dengan Martin Bashir, ia mungkin masih hidup sampai sekarang.
“Jalan hidupnya akan berbeda jika saat itu Diana diperingatkan (soal manipulasi Martin). Dia mungkin masih hidup sampai sekarang; menjadi seorang nenek di usia 64 tahun, menikmati waktu dengan lima cucunya,” pungkas Andy.
Trending Now