Salam Perpisahan Mendiang Giorgio Armani di Show Milan Fashion Week Terakhirnya
1 Oktober 2025 16:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
Salam Perpisahan Mendiang Giorgio Armani di Show Milan Fashion Week Terakhirnya
Mendiang desainer Giorgio Armani menutup cerita hidup di dunia fashion lewat peragaan busana terakhirnya di Milan Fashion Week 2025, Minggu (28/9). Koleksi ini dituntaskan sebelum ia meninggal dunia.kumparanWOMAN

Mendiang desainer Giorgio Armani telah mengakhiri cerita hidup di dunia mode untuk selamanya. Fashion show Giorgio Armani Spring/Summer 2026 di Milan Fashion Week pada Minggu (28/9) merupakan koleksi dan peragaan busana terakhir yang dirancang langsung oleh Giorgio sebelum ia berpulang di awal September.
Koleksi ini, yang bertajuk “Pantelleria, Milan”, diselenggarakan di Pinacoteca di Brera (Galeri Seni Brera), tepatnya di halaman tengah bangunan megah bersejarah tersebut. Deretan bintang dunia menghadiri peragaan busana tersebut untuk memberikan penghormatan mereka kepada “King Giorgio”.
Di antara mereka adalah aktris Cate Blanchett, Chief Content Officer Conde Nast Anna Wintour, hingga aktor Richard Gere—yang turut melejitkan nama Giorgio Armani berkat busana lansiran sang desainer yang Richard kenakan di film American Gigolo.
Peragaan busana dibuka dengan musik orkestra mengalun syahdu, yang kemudian dilanjutkan oleh permainan piano tunggal oleh komposer Italia Ludovico Einaudi. Piano grande tersebut dimainkan di sekeliling tebaran lampion kertas di atas lapangan, kian memicu nuansa muram.
Para peraga busana berjalan dengan langkah kaki lembut di sekeliling portico—teras galeri seni—seakan mengantarkan Giorgio Armani ke tempat peristirahatan terakhirnya yang penuh damai. Alunan piano sendu mengiringi jejak kaki para model yang mengorkestrasikan busana dalam rona biru, hijau, ungu, dan abu; palet warna yang merefleksikan bumi, cahaya, dan laut.
Penghormatan untuk Giorgio Armani dilakukan oleh para model favorit mendiang selama lima dekade kariernya. Dikutip dari Reuters, koleksi ini terinspirasi dari dua lokasi favorit Giorgio, yakni Milan, kota kediamannya, serta Pantelleria, pulau di mana rumah liburannya bertempat.
“Koleksi ini, koleksi terakhir yang dikerjakan Giorgio Armani secara pribadi, merupakan sebuah testamen gaya dan penutup sebuah siklus, sehingga yang baru dapat dimulai,” ucap brand Armani dalam keterangan resmi, sebagaimana dilansir Reuters.
Meski dilingkupi suasana mengharu-biru, koleksi Spring/Summer terakhir lansiran Giorgio tetap bernapaskan elegansi; tak secuil kesedihan diekspresikan dalam gaun, jaket, celana longgar, blus, kemeja, dan seluruh siluet yang diperagakan. Justru, koleksi ini menghadirkan nuansa tenang yang dirangkul keanggunan, lengkap dengan gaya asertif yang tegas khas Giorgio.
Peragaan busana ini seharusnya menjadi perayaan 50 tahun karya seni Giorgio Armani. Namun, siapa sangka bahwa gelaran ini menjadi salam perpisahan manis dari sosok yang Anna Wintour sebut sebagai salah satu "kepala negara fashion" itu.
Peragaan busana ditutup oleh model Agnese Zogla, peraga busana favorit Giorgio. Ia berjalan pelan dalam balutan gaun biru lapis lazuli berkilauan yang bergerak cantik tertiup angin seiring langkah sang model. Yang tak luput adalah detail wajah Giorgio menghiasi bagian bodice gaun, pengingat akan warisan yang ditinggalkan untuk industri mode dunia.
Keponakan dan kolaborator Giorgio, Silvia Armani dan Leo Dell’Orco, mengakhiri tribute penuh haru ini. Langkah kaki mereka pun disambut dengan standing ovation oleh 700 tamu undangan; seluruhnya terkesima dan tersentuh berkat salam perpisahan sang desainer legendaris.
Usai fashion show tersebut, para tamu diajak untuk menyelami dunia fesyen Giorgio Armani di pameran busana bertajuk “Milano: Per Amore” di galeri seni tersebut. Pameran itu menghadirkan 120 busana rancangan Giorgio yang paling ikonis, disandingkan dengan deretan mahakarya pelukis legendaris Italia seperti Raphael dan Caravaggio.
Giorgio Armani meninggal dunia di usia 91 tahun pada 4 September 2025. Ia berpulang tanpa istri maupun anak. Perjalanan brand fashion raksasa miliknya akan diteruskan oleh orang-orang kepercayaannya, seperti Silvia Armani, kepala desain untuk womenswear, dan Leo Dell’Orco, pimpinan desain menswear.
