Saran dari Psikolog untuk Menghadapi Pasangan yang Suka Berbohong
24 Agustus 2020 18:50 WIB

Saran dari Psikolog untuk Menghadapi Pasangan yang Suka Berbohong
Sekali pasangan berbohong, maka ia akan terbiasa dan mulai berani memulai kebohongan lainnya. #kumparanWOMANkumparanWOMAN

Dalam menjalani hubungan, masalah dengan pasangan selalu saja sering terjadi. Salah satu yang cukup banyak dialami adalah pasangan yang berbohong tentang suatu hal. Tentu, kenyataan ini pasti membuat Anda kecewa dan merasa hilang kepercayaan padanya.
Terkadang, kebiasaan pasangan dalam berbohong bisa dimulai dari hal-hal yang kecil dan sebenarnya tidak begitu penting. Tapi hal tersebut bisa mengarah ke persoalan yang besar jika terus menerus dilakukan. Kebohongan kecil akan membuat seseorang terbiasa dan berani memulai kebohongan fundamental yang berbahaya bagi keutuhan hubungan berpasangan.
โJadi sebaiknya hindari berbohong dengan pasangan. Menutupi satu kebohongan biasanya harus melakukan kebohongan lain. Jadi menumpuk,โ ungkap Psikolog Ega Alfath M.Psi. saat diwawancarai kumparanWOMAN beberapa waktu lalu.
Menurut Ega, pacar berbohong untuk menghindari hasil dari kejujuran yang berisiko. Ada 3 macam risiko yang dipertimbangkan pasangan, yaitu risiko bagi dirinya sendiri, pasangan, atau keutuhan hubungan. Berikut penjelasannya;
1. Diri sendiri
Kejujuran merupakan bagian sifat positif dari manusia. Walaupun makna kejujuran itu baik, tetapi tak semua orang bisa menerima kejujuran itu. Begitu yang mungkin dirasakan oleh pasangan Anda. Ia takut kejujuran membuat Anda menolak dirinya dan kekurangannya. Ia takut Anda akan memandang dirinya secara negatif.
2. Pasangan
Pasangan takut kalau kejujurannya akan menyakiti hati Anda. Ia tidak siap menghadapi risiko jika Anda melakukan tindakan berbahaya ketika dirinya telah jujur.
3. Hubungan
Ia khawatir kejujurannya akan menimbulkan konflik yang sulit diselesaikan oleh Anda berdua, sehingga berujung pada renggangnya hubungan atau perceraian. 'Belum nyaman dengan pasanganโ biasanya jadi alasan untuk menutupi salah satu ketakutan akan terjadinya risiko-risiko di atas,โ kata Ega.
Lalu bagaimana menghadapi pasangan yang suka berbohong ?
Setiap orang memiliki berbagai respons terhadap pasangan yang berbohong. Ada yang bersabar, pura-pura tidak tahu, atau langsung meledakkan emosi. Cara-cara itu sebenarnya tidak menyelesaikan masalah.
Sebaiknya Anda mengumpulkan bukti dari kebohongan terlebih dahulu. Pastikan kebohongan bukan berdasarkan asumsi atau perasaan Anda saja. Bila kebohongan sudah terbukti, Anda perlu berpikir kembali untuk menghadapi masalah itu. โKalau pasangan mengaku, apa yang akan kita lakukan? Pikirkan juga apakah pilihan tersebut adalah yang paling tepat dan bijaksana untuk kita,โ jelas Ega.
Ketika sudah siap, konfrontasikan kebohongan dengan bukti yang ada. Tapi pastikan itu dilakukan saat dalam kondisi yang cukup tenang, bukan saat kemarahan sedang memuncak. Lakukan itu di tempat yang nyaman dan tidak ada orang lain. Perhatikan juga bahwa Anda dan pasangan tidak dalam kondisi lelah dan emosional. Itu dilakukan untuk meminimalisir konflik yang tidak terselesaikan.
โBiasanya kita terpicu untuk segera melakukan konfrontasi kebohongan dengan bukti yang ada saja, tanpa memikirkan kondisi, waktu dan tempat,โ imbuh Ega.
Setelah Anda selesai melakukan hal tersebut, buatlah kesepakatan dengan pasangan. Ketika ada situasi yang sama, apa yang akan Anda dan pasangan lakukan. Ega menambahkan, kesepakatan dibuat untuk menyelesaikan kebohongan yang ada di kemudian hari. Ketika kesepakatan itu berulang kali dilanggar, berarti hubungan sudah tidak sehat lagi.
โPikirkan kembali, apakah sebaiknya kita berada dalam hubungan yang selalu melibatkan kebohongan atau tidak?โ
Mungkin Anda menganggap pasangan yang berbohong sudah tidak mencintai dan menghargai. Seperti yang telah dijelaskan, berbohong pertanda ada ketakutan atau kecemasan pasangan yang mengancam dirinya, pasangan, dan hubungan.
Kebohongan yang baru sekali dilakukan dan bukan hal yang melanggar nilai dalam diri kita, bisa jadi kesempatan untuk mengenal satu sama lain lagi. Caranya dengan konfrontasi dan diskusi.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
