Sorella bersama Lovepink Ajak Perempuan Lakukan Deteksi Dini Kanker Payudara

13 Oktober 2025 14:00 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sorella bersama Lovepink Ajak Perempuan Lakukan Deteksi Dini Kanker Payudara
Sorella bersama Lovepink gelar acara Sorella Care di UNIKA Atma Jaya, Rabu (8/10). Acara ini menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif seputar pentingnya deteksi dini kanker payudara.
kumparanWOMAN
Acara Sorella bersama Lovepink Indonesia di Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya pada Rabu (8/10) Foto: kumparan/Naela Marcelina
zoom-in-whitePerbesar
Acara Sorella bersama Lovepink Indonesia di Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya pada Rabu (8/10) Foto: kumparan/Naela Marcelina
Setiap tahun, sepanjang bulan Oktober adalah momen penting bagi semua orang, tanpa memandang gender, untuk lebih peduli dan sadar akan kanker payudara. Waktu ini juga jadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya melakukan deteksi dini.
Kanker payudara masih menjadi penyebab kematian nomor satu akibat kanker di Indonesia. Berdasarkan data Globocan yang tercantum di laman Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2022 tercatat lebih dari 22 ribu jiwa meninggal dunia akibat penyakit ini.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Sorella, sebagai merek pakaian dalam perempuan, turut berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan payudara.
β€œSorella sudah berdiri lebih dari 40 tahun. Kami tidak hanya berfokus menghadirkan produk untuk wanita, tetapi juga berkomitmen terhadap kesehatan payudara,” ungkap Bella, perwakilan dari Sorella.
Tak bergerak sendiri, Sorella berkolaborasi dengan Lovepink, komunitas pejuang dan penyintas kanker payudara. Kolaborasi ini menjadi bagian dari acara Sorella Care dengan tema β€œEvery You, Aware and Care” yang diselenggarakan di Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya pada Rabu (8/10).
Kegiatan tersebut diikuti oleh para mahasiswa/i UNIKA Atma Jaya dan anggota komunitas Lovepink, dengan tujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Secara Klinis) sebagai langkah deteksi dini kanker payudara.

Pemaparan pengetahuan terkait kanker payudara oleh

Acara Sorella bersama Lovepink Indonesia di Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya pada Rabu (8/10) Foto: kumparan/Naela Marcelina
Dalam acara ini, turut disertakan pembekalan terkait kanker payudara oleh dr. Daniel Ardian Soeselo, Sp.B, MSi.Med, selaku Dokter Spesialis Bedah Rumah Sakit Atma Jaya.
Ia mengungkapkan bahwa banyak orang enggan datang ke dokter dan memeriksakan diri karena takut mendengar kata β€œkanker”. Hal tersebut menyebabkan banyak kasus terlambat ditangani hingga akhirnya merenggut nyawa.
Dalam pemaparannya, dr. Daniel menjelaskan bahwa Kanker payudara adalah pertumbuhan sel yang tidak normal pada area payudara. Ciri utama yang sering muncul adalah adanya benjolan.
"Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia muda maupun tua. Bahkan, laki-laki pun memiliki kemungkinan sekitar 10 persen untuk terkena kanker payudara," ujarnya.
Namun, benjolan tersebut dapat bersifat jinak maupun ganas. Apabila ganas, pertumbuhannya bisa sangat cepat. Misalnya, benjolan yang awalnya hanya sebesar kelereng dapat berkembang menjadi sebesar bola tenis.
Oleh karena itu, dr. Daniel menekankan pentingnya deteksi dini. β€œDengan adanya deteksi ini, maka akan semakin banyak nyawa yang bisa kita selamatkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia juga mengungkapkan bahwa banyak perempuan enggan memeriksakan diri karena takut kehilangan payudaranya. β€œYang membuat pasien tidak mau memeriksakan diri adalah rasa takut kehilangan payudaranya. Tapi semakin dini ditemukan, justru sekarang resiko kehilangan payudaranya makin rendah,” ujar dr. Daniel.

Talkshow bersama penyintas kanker payudara

Acara Sorella bersama Lovepink Indonesia di Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya pada Rabu (8/10) Foto: kumparan/Naela Marcelina
Selain pemaparan materi, acara ini juga menghadirkan sesi talkshow bersama para penyintas kanker yang tergabung dalam komunitas Lovepink, yaitu Fertina Tarasari dan Chris Wicaksana.
Selama kurang lebih 30 menit, keduanya saling berbagi cerita mengenai perjuangan sebagai penyintas kanker serta aktivitas yang mereka lakukan di komunitas Lovepink. Fertina menjelaskan bahwa Lovepink menjadi wadah untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini.
Namun, bukan sesederhana itu. Mereka juga memberikan support kepada pejuang kanker dan keluarga yang merawatnya.
β€œKami memberikan support moral kepada pasien kanker payudara. Nah, sekarang bukan hanya pasien kanker payudaranya saja yang kami berikan support, tapi juga keluarga, caregiver, atau teman-teman yang berada di sekitar pasien kanker payudara itu kami berikan support juga karena tidak mudah untuk menemani seorang pasien kanker payudara yang sudah melakukan treatment,” ujar Fetina
Sementara itu, Chris menceritakan awal mula dirinya mengetahui menderita kanker. β€œDi usia menjelang 40 tahun, saya merasakan ada benjolan di area payudara. Kemudian saya berkonsultasi dengan dokter yang kebetulan tetangga saya. Dari situ saya disarankan untuk melakukan USG,” ujarnya.
Hasil USG menunjukkan adanya ketidaknormalan pada payudara sebelah kanan. Dari pemeriksaan lebih lanjut, Chris terdiagnosis kanker payudara dengan tumor ganas. Ia pun menjalani kemoterapi dan pengangkatan payudara kanan.
Meski perjuangan berat sudah dilaluinya, Chris tetap rutin melakukan SADARI (periksa payudara sendiri). β€œSaya rutin melakukan SADARI karena saya masih punya payudara sebelah kiri,” ungkapnya.

Sesi soul healing dan merangkai bag charm

Acara Sorella bersama Lovepink Indonesia di Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya pada Rabu (8/10) Foto: kumparan/Naela Marcelina
Tidak hanya berfokus pada edukasi mengenai kanker payudara, acara Sorella Care juga menghadirkan aktivitas interaktif lainnya, seperti soul healing bersama Stefy Gunawan serta sesi merangkai bag charm bersama Sketchy Mo.
Pada sesi soul healing, peserta diajak untuk memahami law of attraction secara lebih mendalam, sekaligus merenungi diri agar lebih peduli dan mampu menerima diri sendiri. Sementara itu, dalam sesi merangkai bag charm, para peserta berkreasi sesuai kreativitas masing-masing dengan arahan langsung dari Sketchy Mo.
Acara ini menjadi bagian penting dalam upaya edukasi deteksi dini kanker payudara untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit tersebut.
Trending Now