Stop Ikut Aturan Fashion Berdasarkan Bentuk Tubuh, Ini Alasannya!

11 September 2025 9:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Stop Ikut Aturan Fashion Berdasarkan Bentuk Tubuh, Ini Alasannya!
Stop ikuti aturan fashion berdasarkan bentuk tubuh! Karena fashion itu soal ekspresi diri dan percaya diri, bukan stereotip lama.
kumparanWOMAN
Ilustrasi Stop Ikut Aturan Fashion Berdasarkan Bentuk Tubuh, Ini Alasannya! Foto: MMD Creative/shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Stop Ikut Aturan Fashion Berdasarkan Bentuk Tubuh, Ini Alasannya! Foto: MMD Creative/shutterstock
Selama bertahun-tahun, kita mungkin diajarkan untuk memilih pakaian sesuai bentuk tubuh, yang terdiri dari jam pasir, apel, pir, atau segitiga terbalik.
Tujuannya agar tampilan kita terlihat proporsional dan menyembunyikan bagian “kurang ideal”. Namun, para ahli mode kini menyebut aturan ini sudah ketinggalan zaman. Mengikuti stereotip bentuk tubuh ternyata justru bisa membatasi ekspresi diri dan mereduksi keunikan tubuh manusia.

Alasan Aturan Fashion Berdasarkan Bentuk Tubuh Tidak Disarankan

Ilustrasi Alasan Aturan Fashion Berdasarkan Bentuk Tubuh Tidak Disarankan. Foto: Shutter Stock
Penting untuk dipahami bahwa tubuh setiap orang unik dan dinamis. Tidak ada satu aturan pun yang bisa diterapkan pada semua orang, karena tubuh bisa berubah seiring waktu dan pengalaman hidup.
Selain itu, berpakaian seharusnya menjadi sarana mengekspresikan diri, bukan hanya mengikuti norma atau stereotip yang sudah lama ada

1. Aturan Kuno dan Terlalu Sederhana

Ilustrasi perempuan. Foto: Shutterstock
Mengikuti aturan berpakaian berdasarkan bentuk tubuh kini dianggap ketinggalan zaman. Fokus utama kita ketika mengenakan pakaian seharusnya lebih kepada ekspresi diri, suasana hati, dan rasa percaya diri daripada menyesuaikan tubuh dengan norma tertentu.
Tubuh setiap orang unik, dan tidak ada formula baku yang cocok untuk semua. Dengan meninggalkan stereotip, kita justru bisa merayakan keunikan tubuh dan merasa lebih percaya diri serta nyaman dalam berpakaian.

2. Bentuk Tubuh Itu Dinamis

Ilustrasi perempuan yang tertawa dan sedang menikmati hari yang cerah. Foto: Shutterstock
Tubuh seseorang bisa berubah seiring waktu karena usia, hormon, atau gaya hidup. Mengandalkan aturan statis untuk berpakaian bisa membuat kita merasa terjebak dan tidak nyaman.
Sebaliknya, dengan mengenali perubahan tubuh dan menyesuaikan pilihan pakaian, kita dapat merasa lebih nyaman dan percaya diri, tanpa terikat formula baku yang tidak realistis.

3. Fokus pada Apa yang Kita Sukai, Bukan yang Harus Disembunyikan

Ilustrasi perempuan pede. Foto: Shutterstock
Alih-alih selalu berusaha menutupi bagian tubuh yang dianggap kurang ideal, cobalah menonjolkan bagian tubuh yang kita sukai. Misalnya, jika kita menyukai kaki, pilih pakaian yang memperlihatkan dan menonjolkan kaki tersebut.
Dengan mengubah fokus dari “menyembunyikan” ke “merayakan” keindahan tubuh, kita bisa merasa lebih percaya diri dan nyaman dalam berpakaian.

4. Mode adalah Ekspresi Diri

Ilustrasi perempuan bergaya dengan mengenakan jaket kulit berwarna lilac dan kacamata hitam. Foto: MaxFrost/Shutterstock
Fashion seharusnya menjadi sarana untuk mengekspresikan diri, bukan hanya mematuhi aturan yang ditetapkan orang lain. Kenakan pakaian yang membuat kita nyaman dan sesuai dengan kepribadian.
Dengan begitu, pakaian yang kita pilih dapat menampilkan siapa diri kita sebenarnya, tanpa harus terikat oleh norma atau stereotip yang membatasi.

5. Body Positivity yang Mendukung Kebebasan Berpakaian

Ilustrasi menggunakan jaket denim yang stylish. Foto: Jacob Lund/Shutterstock
Gerakan body positivity mendorong kita untuk menerima dan merayakan tubuh apa adanya, tanpa merasa perlu menyesuaikan diri dengan standar kecantikan tertentu.
Hal ini membebaskan kita dari norma yang mengekang dan memberi ruang untuk memilih pakaian yang sesuai dengan kepribadian serta kenyamanan masing-masing. Dengan body positivity, berpakaian menjadi bentuk ekspresi diri yang lebih bebas dan autentik.
Ladies, fashion seharusnya jadi tentang merasa nyaman dan percaya diri, bukan mematuhi aturan berdasarkan bentuk tubuh. Dengan berhenti mengikuti stereotip, kita dapat merayakan keunikan tubuh dan mengekspresikan diri melalui pakaian yang kita sukai. Mulailah berpakaian untuk diri sendiri, bukan untuk standar lama yang membatasi.
Trending Now